Saya adalah termasuk salah seorang yang prngagum pisau karya Teddy ini dan 
mempunyai beberapa
yang saya koleksi. Sekali waktu saya perlihatkan ke teman saya orang 
Australia dan Amerika, langsung
mereka memesannya ......mereka sangat puas dengan kualitas apalagi mereka 
punya option meng 'customized"
pesanannya dengan meng-etsa nama, tanggal lahir, dsb dibilah pisaunya.

Sayang sejak itu saya tinggal jauh dari Bandung sehingga tidak bisa 
mengikuti secara dekat perkembangannya,
saya hanya mengikuti melalui website nya di 
http://www.tokopisau.com/profile/ yang kelihatannya juga sudah lama
tidak di update.

Pokoknya kita patut bangga dengan hasil karya anak bangsa yang satu ini, 
produknya tidak akan kalah dengan
produk-produk Puma, Buck, Gerber, Camillus, SOG, Al Mar dan yang lain-lainnya.

Coba kunjungi http://www.worldknives.com/manufacturer.asp?manuid=37 dimana 
pisau karya TK disejajarkan dengan
karya mpu-mpu kelas dunia. BRAVO !!!!

Wass,

>===================================================
>
>Mumpung Hermansyah menyinggung kebanggan pada produk Indonesia, saya ingin
>mengingatkan bahwa gagasan saya memperagakan panser produk Indonesia itu
>tidak orisinil, melainkan terdorong oleh peragaan produk Indonesia lainnya,
>yang lebih dahulu direncanakan untuk diperagakan di acara Hanata 2004 itu,
>yaitu peragaan "Pisau Indonesia" buatan teman Ekek kita juga, Teddy Kardin.
>
>Entah mengapa, tentang pisaunya Teddy Kardin ini koq belum ada yang
>menyinggungnya dalam ramainya "swasembada puja-puji" kesuksesan Hanata kita
>bersama ini?
>
>Padahal ada nilai lebih dari peragaan pisaunya Teddy ini dibanding peragaan
>panser, yaitu sebilah pisaunya yang terbaik dilelang di antara para hadirin,
>untuk menambah kas panitia dan Yon-I.
>Sedangkan sehebat-hebatnya panser, kan tidak mungkin dilelang di antara
>kita, he he he...
>
>--------------------------
>
>Ketika saya datang mengamati peragaan pisaunya Teddy itu, wah, saya
>terkagum-kagum melihat mutunya dan keaneka-ragaman rancangannya.
>Tidak heran kalau katanya US Special Forces juga pesan issued knives-nya ke
>Teddy.
>
>Melihat hebatnya mutu pisau Teddy itu, saya jadi teringat tahun 1967, ketika
>sebagai Wa-Aslog Kaskomen, saya mendampingi Kaskomen, Haryanto Dhanutirto,
>dan Asops Kaskomen, Bambang Warsito, keliling desa Cibatu, Sukabumi, untuk
>merekrut potensi perajin pisau setempat, untuk membuat ribuan issued knives
>bagi para anggota Mahawarman.
>
>Mungkin para Ekek angkatan tahun 1960-an dan 1970-an masih ingat, ketika itu
>Skomen meng-issued ribuan coverall hijau, jaket loreng khusus Mahawarman,
>dan pisau bergagang Ekek bagi para anggota, those were indeed the good old
>days...
>
>Nah, kalau saya ber-refleksi sekarang, membandingkan pisau Ekek yang
>pengadaannya saya urus itu, dibanding dengan pisaunya Teddy, sungguh saya
>merasa beruntung Ekek generasi sekarang belum pernah lihat pisau Ekek made
>in Cibatu itu. Kalau mereka bisa melihat perbandingannya yang bagai bumi dan
>langit itu, wah, mokal beraaat euy!!
>
>--------------------------
>
>Sayangnya ketika saya sedang mengamati peragaan pisaunya Teddy itu, yang
>punya pisau sendiri sedang tidak ada di sana.
>
>Namun kebetulan berbareng dengan saya, sedang mengamati peragaan pisau itu
>juga, adalah Haryono Guritno, peserta tertua Hanata 2004, MS-ITB Angk.'56,
>anggota Wala '59, purnawirawan kolonel TNI-AL, mantan ajudan Bung Karno,
>pensiunan BATAN (Badan Tenaga Atom).
>Tetapi beliau lebih terkenal di masyarakat sebagai peneliti yang
>mempergunakan teknik radiasi nuklir untuk meneliti teknologi keris. Bukunya
>yang merangkum hasil penelitiannya itu, adalah salahsatu best-seller.
>
>Dari beliau saya dapat "kuliah" tentang pisaunya Teddy itu, yang barangkali
>kalau diberikan oleh Teddy sendiri, "kuliah"-nya tidak akan selengkap itu.
>Bagaimana ukiran pisau jenis etching dibuat, bagaimana ukiran jenis "pamor"
>dibuat, bagaimana blackened steel dibuat, kenapa baja untuk pisau disebut
>Damascus steel, dsb. dsb. Sungguh mempesona...
>Ujung-ujungnya, makin tambah kagum saya pada Teddy Kardin!!
>
>--------------------------
>
>Di luar urusan pisaunya, Teddy Kardin sebagai "manusia outdoor" juga sangat
>menarik untuk disimak.
>Kalau Dani Sudradjat demikian kagum pada tokoh legenda Old Shaterhand,
>sehingga menamai anaknya "Seterhen", maka Teddy Kardin adalah the real
>Winnetou dan Old Shaterhand dijadikan satu!!
>
>Tetapi mengenai ihwal sosok manusia Teddy Kardin ini, biar teman-teman lain
>saja yang menceritakannya.
>Karena, walau saya kenal baik dengan Teddy, namun ada beberapa teman-teman
>lain di milis ini, yang "sepadang-perburuan" dengan Teddy, sehingga
>mengenalinya dengan lebih dekat.
>Jadi biarlah mereka yang merinci legenda hidup ini dengan lebih detail.
>
>
>Wasalam.
>
>
>
>--[YONSATU - ITB]-----------------------------------------------
>Arsip           : <http://yonsatu.mahawarman.net>  atau
><http://news.gmane.org/gmane.org.region.indonesia.mahawarman>
>News Groups     : gmane.org.region.indonesia.mahawarman
>List Admin      : <http://home.mahawarman.net/lsg2>
>


--[YONSATU - ITB]-----------------------------------------------    
Arsip           : <http://yonsatu.mahawarman.net>  atau 
<http://news.gmane.org/gmane.org.region.indonesia.mahawarman> 
News Groups     : gmane.org.region.indonesia.mahawarman   
List Admin      : <http://home.mahawarman.net/lsg2> 
 

Kirim email ke