On Thu, 8 Jan 2004 22:43:44 +0700  Kangmas Djoni Saleh wrote :

> 
> Ketika saya datang mengamati peragaan pisaunya Teddy itu, wah, saya
> terkagum-kagum melihat mutunya dan keaneka-ragaman rancangannya.
> Tidak heran kalau katanya US Special Forces juga pesan issued
> knives-nya ke Teddy.
> 
> Melihat hebatnya mutu pisau Teddy itu, saya jadi teringat tahun 1967,
> ketika sebagai Wa-Aslog Kaskomen, saya mendampingi Kaskomen, Haryanto
> Dhanutirto, dan Asops Kaskomen, Bambang Warsito, keliling desa Cibatu, 
Sukabumi, untuk merekrut potensi perajin pisau setempat, untuk membuat 
ribuan issued knives bagi para anggota Mahawarman.
> 
> Mungkin para Ekek angkatan tahun 1960-an dan 1970-an masih ingat,
> ketika itu Skomen meng-issued ribuan coverall hijau, jaket loreng khusus
> Mahawarman, dan pisau bergagang Ekek bagi para anggota, those were 
indeed the good old days...
> 
> Nah, kalau saya ber-refleksi sekarang, membandingkan pisau Ekek yang
> pengadaannya saya urus itu, dibanding dengan pisaunya Teddy, sungguh
> saya merasa beruntung Ekek generasi sekarang belum pernah lihat pisau 
Ekek made in Cibatu itu. Kalau mereka bisa melihat perbandingannya yang 
bagai bumi dan langit itu, wah, mokal beraaat euy!!
> 
> --------------------------
> 
> Sayangnya ketika saya sedang mengamati peragaan pisaunya Teddy itu,
> yang punya pisau sendiri sedang tidak ada di sana.
> 
> Namun kebetulan berbareng dengan saya, sedang mengamati peragaan pisau
> itu juga, adalah Haryono Guritno, peserta tertua Hanata 2004, MS-ITB
> Angk.'56, anggota Wala '59, purnawirawan kolonel TNI-AL, mantan ajudan 
Bung Karno, pensiunan BATAN (Badan Tenaga Atom).
> Tetapi beliau lebih terkenal di masyarakat sebagai peneliti yang
> mempergunakan teknik radiasi nuklir untuk meneliti teknologi keris.
> Bukunya
> yang merangkum hasil penelitiannya itu, adalah salahsatu best-seller.
> 
> Dari beliau saya dapat "kuliah" tentang pisaunya Teddy itu, yang
> barangkali kalau diberikan oleh Teddy sendiri, "kuliah"-nya tidak akan 
selengkap itu.
> Bagaimana ukiran pisau jenis etching dibuat, bagaimana ukiran jenis
> "pamor" dibuat, bagaimana blackened steel dibuat, kenapa baja untuk 
pisau disebut Damascus steel, dsb. dsb. Sungguh mempesona...
> Ujung-ujungnya, makin tambah kagum saya pada Teddy Kardin!!
> 
> --------------------------
> 
> Di luar urusan pisaunya, Teddy Kardin sebagai "manusia outdoor" juga
> sangat menarik untuk disimak.
> Kalau Dani Sudradjat demikian kagum pada tokoh legenda Old Shaterhand,
> sehingga menamai anaknya "Seterhen", maka Teddy Kardin adalah the real
> Winnetou dan Old Shaterhand dijadikan satu!!
> 
> Tetapi mengenai ihwal sosok manusia Teddy Kardin ini, biar teman-teman
> lain saja yang menceritakannya. Karena, walau saya kenal baik dengan 
Teddy, namun ada beberapa teman-teman lain di milis ini, yang "sepadang-
perburuan" dengan Teddy, sehingga mengenalinya dengan lebih dekat.
> Jadi biarlah mereka yang merinci legenda hidup ini dengan lebih detail.
> 
> 
(PPS)
Terimakasih kangmas Djoni Saleh mengingatkan pada Teddy 
Kardin ,"geologist tempur" dan  si "empu pisau" yang dikenal luas 
dikalangan  Outdoors dan pasukan khusus Amerika , Yordania maupun 
Israel  .
Meskipun saya bukan termasuk teman se"padang-seburuan" dengan Teddy , 
tetapi saya berteman baik sejak Latihan Kader Batalyon I Angkatan VIII-
1972 , kemudian kita sama2 belajar pemetaan Geologi di Karangsambung - 
Jawa Tengah tahun 1975. Untuk mengenang dan memberikan penghargaan kepada 
Teddy yang telah ikut memeriahkan HANATA 2004 , perkenankanlah saya 
cerita sedikit tentang sahabat saya tersebut .
Sayangnya , pada saat ini , Teddy tidak bisa membaca semua milis kita , 
karena sedang berada di daerah pergolakan NAD , membantu pasukan TNI 
dalam pencarian jejak . Teddy memang sudah lama menjadi pelatih pasukan 
Kopasus dan Brimob , khususnya dalam masalah pencarian jejak menggunakan 
peta  dan ilmu geologi tempur . Teddy mencatat kisah sukses di TIMTIM 
yang banyak sungai bawah tanah dan pembebasan sandera di Mapuduma 
(Irianjaya) , oleh karena itu Teddy bersahabat dekat dengan  Prabowo . 
Prabowo lah yang mempromosikan  pisau tersebut ke Yordania , US Special 
Forces dan Israel .
Sebagai pelatih dan ikut terjun langsung dalam berbagai operasi militer , 
Teddy memiliki brevet dan berhak memakai baret Kopasus , Brimob , 
Raider , Marinir dan Paskhas . Dirumahnya , Hegarmanah Bandung , ada 7 
baret berjajar rapih , termasuk baret US Special Forces dan Baret YON I 
Mahawarman .
Sebetulnya , saya sudah minta ijin Teddy untuk menceritakan sedikit latar 
belakang Teddy sebelum lelang Pisau tetapi dia menolak dan hanya mau 
cerita tentang pisau saja .
Saat ini , industri pisaunya sedang kekurangan order ekspor karena 
situasi perdagangan dan hubungan luar negeri kurang bagus , tetapi "dapur 
tempa pisau" Teddy  tetap memproduksi pisau2 pesanan perorangan yang 
tidak akan bisa ditemui di toko2 , benar2 buatan khusus .
Pisau yang di lelang pada acara HANATA 2004 , khusus dibuat untuk HANATA 
2004 , dengan ukiran  "Widya Castrena Dharma Siddha" , dimenangkan oleh  
OCIM (Gustav Afdhol) yang sejak datang dia sudah menyiapkan uang segepok 
guna mengalahkan teman2 lainnya . 

Teman se"padang-seperburuan" Teddy , adalah IWAN ZG yang saat HANATA 
sedang berada di Malang dan teman berburu lainnya adalah  Joni Subandono 
(YON II) .
Teddy tidak ikut ke Panaruban karena asam uratnya kumat , lagipula dia 
harus menyiapkan diri berangkat ke Aceh hari Selasa kemarin .
Kalau boleh , saya ingin menyampaikan ungkapan terimakasih Teddy , karena 
telah dipertemukan dengan saudara2nya se BATALYON , khususnya dari 
Angkatan VIII .

Widya Castrena Dharma Siddha ,

Wassalam ,
Priyo PS
------------------------------------------



--[YONSATU - ITB]-----------------------------------------------    
Arsip           : <http://yonsatu.mahawarman.net>  atau 
<http://news.gmane.org/gmane.org.region.indonesia.mahawarman> 
News Groups     : gmane.org.region.indonesia.mahawarman   
List Admin      : <http://home.mahawarman.net/lsg2> 
 

Kirim email ke