hEBAT BERITA INI,
HENDAKNYA DIBACA KAWAN-KAWAN MUSLIM INDONESIA, AGAR JANGAN BANYAK YANG BENCI 
TERHADAP BANGUNAN GEDUNG GEREJA. TERNYATA DI NEGRI YANG KATANYA MAYPORITAS 
KRISTEN, UMAT MUSLIM DIPERBOLEHKAN SHALAT DI DALAM GEDUNG GEREJA. DI INDONESIA, 
YANG MAYORITAS MUSLIM, JANGANKAN UMAT KRISTEN MAU IBADAH DI DALAM GEDUNG 
MESJID, ADA BANGUNAN GREJA SAJA MAUNYA DISIKAT TERUS... MAAF BAGVI KAUM 
MUSLIMIN YANG SUDAH TOLERAN, YANG SAYA MAKSUD ADALAH KAUM MUSLIM INDONESIA 
BERFIKIRAN JETEK/SEMPIT. MAUNYA MUSLIM SAJA DI INDONESIA INI. TIDAK BOLEH ADA 
YANG LAIN.HUH..

SALAM DAMAI, ELS




________________________________
From: Sunny <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Saturday, December 6, 2008 7:27:31 AM
Subject: [zamanku] Gereja Izinkan Dipakai Shalat


Harian Komentar
05 Desember 2008 
 
Gereja Izinkan Dipakai Shalat   

Wisconsin, KOMENTAR
Sebuah gereja di Negara Bagian 
Wisconsin, Amerika Serikat timur laut, telah memperkenankan umat Islam 
melaksanakan shalat dua kali sehari. “Kami merasa ber-terima kasih kepada 
gereja 
itu,” kata Ajaz Qhavi, seorang tokoh Islam setempat. Gereja Presbiterian di 
Kota 
Franklin, Wisconsin Selatan, itu telah mengizinkan kaum Muslimin setempat 
melaksanakan shalat sebanyak lima hari dalam sepekan, tulis Journal Sentinel, 
seperti dilaporkan IINA. Sejak pekan lalu, kaum Muslimin berkumpul di 
ruangan

Sekolah Minggu gereja itu untuk melaksanakan shalat 
Subuh dan Isya. Pusat Islam Milwaukee membayar biaya sewa untuk menutup 
penge-luaran gereja. Langkah tersebut diambil sehubungan tak adanya mesjid 
terdekat di kawasan itu. 

Para jemaah biasanya shalat di mana saja, seperti di 
rumah, di luar rumah, bandara, kata Isa Sadlon, Direktur Eksekutif Pusat Islam 
Milwaukee.

Namun demikian, banyak umat Islam lebih suka shalat 
berjamaah dan lima perjalanan per hari ke mesjid sangat mem-bebani pengeluaran 
mereka, kata mereka.

Tempat shalat tersebut, kata Sadlon, memungkinkan 
mere-ka untuk memenuhi kewajiban mereka dan jaraknya dekat de-ngan rumah atau 
tempat kerja mereka. Di Kota Franklin, kini terdapat sekitar 150 keluarga 
Muslim.(ihc    


      

Kirim email ke