> "Tawangalun" <tawanga...@...> wrote:
> Dia bukan Nabi terakhir soale Dia tdk
> memperbarui syariahnya Muhammad SAW.

Ghulam Ahmad juga enggak ada memperbaharui syariah, lalu kenapa enggak dianggap 
Imam Mahdi???  Lalu nantinya kalo Imam Mahdi turun lagi kemudian ditangkep 
dipenjara, digebukin karena enggak ada yang percaya gimana ????

> Tapi juga bukan Gulam Ahmad yg malah
> dapet pensiun dari Inggris yg tugasnya
> adalah mendivide et impera Islam.

Kamu itu pendusta, mana mungkin Ghulam Ahmad dapet pensiun, dia bukan pegawai 
kerajaan Inggris, dan juga bukan orang Inggris, apalagi sistem pensiun itu 
baru2 aja diciptakan, dizaman dulu mana ada pensiunan seperti dizaman 
sekarang????

> Perubahan kekuasaan kadang bisa
> terjadi ratusan tahun.Londo berkuasa
> di RI 350 th.Cordoba Spanyol pernah
> dikuasai Islam 650 th.Dulu Yahudi
> berdiaspore berapa tahun? dan saat
> ini Yahudi nguasai Israel baru mulai
> wingi sore (1948).Israel jadi budak
> di Mesir dulu berapa tahun?

Spanyol enggak pernah dikuasai Islam, karena kerajaan Spanyol baru muncul tahun 
1492, silahkan buktikan sendiri dibawah ini, yang dikuasai Islam itu adalah 
bagian Selatan Spanyol yang disebut Iberia, dan itu dulunya bukan milik 
Spanyol, baru belakangan direbut Spanyol.  Jadi sebelum munculnya spanyol ada 
kerajaan lain yang menjadi pre-historik dari Spanyol yang sekarang ini.

http://en.wikipedia.org/wiki/History_of_Spain

The Kingdom of Spain was created in 1492 with the unification of the Kingdom of 
Castile and the Kingdom of Aragon.[1]  In this year also was the first voyage 
of Christopher Columbus to the New World, beginning the development of the 
Spanish Empire. The Inquisition  was established and Jews and Muslims who 
refused to convert were expelled from the country.

Kalo masalah perbudakan Yahudi di Mesir, itu enggak ada bukti2 sejarahnya, tapi 
bukti2 adanya perbudakan memang ada terbukti adanya pyramid2 itu.  Tetapi 
apakah budak2 itu hanya orang Yahudi, enggak bisa dibuktikan karena waktu itu 
belum ada bangsa Arab, kenapa tidak mungkin yang jadi budak itu justru orang2 
Arab yang dulunya belum dinamakan orang Arab.

Jadi masalah perbudakan bangsa Yahudi itu asalnya dari dongeng2 agama yang sama 
sekali enggak ada buktinya.  Oleh karena enggak ada buktinya maka enggak pernah 
dijadikan sebagai bahan diskusi apalagi mau dijadikan rujukan jelas enggak 
cocok.

Memang betul kalo kerajaan2 dizaman dulu silih berganti, tapi itu adalah 
kerajaan, dizaman sekarang enggak ada lagi manusia didunia yang ketarik 
mendukung kerajaan, karena raja itu ibaratnya sama dengan tuan tanah.  Raja itu 
pemilik dan penguasa tanah, rakyatnya itu penyewanya yang harus bayar uang sewa 
sebagai pajaknya.

Jadi kalo dipadukan dengan zaman sekarang, maka masa kerajaan2 seperti dulu itu 
enggak mungkin kembali.  Apalagi sekarang sudah ada UN yang ngatur enggak boleh 
main jajah2an, enggak boleh main teror2an, andaikata ada pemimpin kuat juga 
tidak bisa memaksakan kemauannya.  Dan hal itu sudah terjadi, pemimpin terkuat 
yang pernah muncul diantara Arab Palestina itu adalah Yasser Arafat, enggak 
akan adalagi figur sekaliber Yasser Arafat.  Andaikata muncul lagi pun akan 
ditumpas karena fondasinya sudah enggak ada sama sekali.

Kunci dari seorang pemimpin itu bukan berotot kuat, tapi kuat dukungan 
finansialnya, seperti halnya Yasser Arafat.  Lalu kalo sekarang dunia 
Internasional sudah enggak ada yang simpati kepada Islamnya, maka darimana bisa 
dapat dukungan finansial kuat untuk melahirkan seorang pemimpin yang anda 
maksudkan.

Biar Imam Mahdi muncul sekalipun kalo bokek siapa yang mau nurut???  Pikir dong 
pake pikiran dan akal yang sehat.  Kalo dizaman Muhammad dulu itu khan belum 
ada system finansial, belum ada uang seperti sekarang semuanya serba langsung, 
yaitu langsung barter.  Padahal, Muhammad sendiri juga bukanlah pemimpin yang 
hebat, terbukti sebelum dia mati pun umat Islamnya sudah terpecah belah enggak 
bisa dia kendalikan, mendekati ajal para pengikutnya sudah saling bunuh dan 
setelah dia mati malah seluruh keluarganya terbunuh.

Fatimah itu khan anaknya nabi Muhammad, dia juga matinya terbunuh dalam 
kerusuhan yang menyebabkan terbunuhnya nabi Muhammad.  Dalam kerusuhan sehingga 
nabi Muhammad itu terbunuh, seluruh keluarga nabi Muhammad dibunuh, memang ada 
beberapa keluarganya yang berhasil melarikan diri ke Iran, antara lain suami 
Fatimah itu yaitu Ali.

Sebagai buktinya gampang saja, anda bisa cocokin tanggal kematian Fatimah dan 
nabi Muhammad sama hari, tanggal, dan tahunnya.  Ya...  kalo mati dalam waktu 
yang sama begitu khan bukanlah berarti matinya disebabkan hal yang berbeda, 
pasti sebabnya sama yaitu dibunuh dalam kerusuhan perebutan kekuasaan.

Jadi dari sini kita bisa memastikan, sekarang Arab Palestina tertumpas, seumur 
hidup sampe kiamat enggak bisa muncul lagi.  Karena memang dunia Islam makin 
lama mengalami perpecahan yang makin parah, karena jumlah umatnya juga makin 
berkembang.  Bayangin dong, Syiah, Ahmadiah, Baath, Kurdi......  semuanya ini 
pasti jumlahnya makin bertambah sehingga otomatis bekas musuh2nya dulu akan 
terus dikejar sampai kiamat.  Naaah....  juga jangan dilupakan apa yang 
dilakukan MUI terhadap Ahmadiah, apakah anda pikir enggak ada balesannya.

Sibuk bales2an saling bunuh begitu, lalu gimana mau mengalahkan Israel kemudian 
merebut tanahnya, kalo sekarang saja enggak mampu apalagi dimasa yang akan 
datang.  Sekarangpun bisa bikin ribut2nya juga karena dibantu Amerika dan 
Russia tempohari.  Salah kalo anda kira Israel bisa menang karena dibantu 
Amerika, karena Amerika juga bantu Palestina dulunya.  Barulah bantuan Amerika, 
Russia dan Eropah terhenti setelah terjadinya 911.

Jadi anda jangan takabur, lihatlah permasalahannya dengan jujur, yang salah 
harus kita nyatakan memang bersalah, dan yang benar harus jujur kita nyatakan 
pihak yang benar meskipun mereka itu bukan dari agama kita.  Jangan karena 
mereka yang tidak sama agamanya kita harus disalakkan meskipun kenyataannya 
dipihak yang benar.  Belajarlah bersikap baik seperti umat Buddha, mereka 
enggak pernah berpihak kebenaran seseorang dari melihat agamanya lebih dulu 
seperti umumnya umat Islam.

Itulah sebabnya, meskipun saya seorang muslimah yang baik, tetapi enggak bisa 
berlaku curang, enggak bisa berbohong, saya tetap berpegang pada landasan 
nilai2 universal yang dideklarasikan dalam HAM, bukan kepada Syariah Islam yang 
jelas2 penuh dengan teror kepada sesama umat Islam itu sendiri.

Ny. Muslim binti Muskitawati.




Kirim email ke