Setuju sekali dengan Bapak Abdulrahim, saya juga miris kalo setiap lihat 
tayangan 
demo, bentrok, tawuran, rusak-merusak, dll.
Bagaimana pun kalo bisa kita cegah berkembangnya "budaya" merusak ini.
Sedapat mungkin, ..... [kata orang bijak] dimulai dari diri sendiri, lingkungan 
sendiri, dst.
Salam.
 


--- Pada Sen, 15/12/08, abdulrahim abdulrahim <[email protected]> 
menulis:
Dari: abdulrahim abdulrahim <[email protected]>
Topik: Re: [agromania] INVESTOR MASUK DESA : bahaya baru
Kepada: [email protected]
Tanggal: Senin, 15 Desember, 2008, 4:26 AM










    
            Bakar2 begitu adab primitif sekali Pak. Ini khan baru versinya yg

dirugikan. Coba dengar juga versi investor.

Bicarakan baik2. Hilangkan kebiasaan2 biadab begitu



On Sat, Dec 13, 2008 at 2:02 PM, guntur wibisono

<guns_wibisono@ yahoo.com> wrote:

>

>  menghadapin org2 besar yg menginjak2 org kecil, untuk kasus ini bakar aja 
> lahan rumput gajah nya ato rame2 ngangon ternak di lahan sewanya... jangan 
> mau dibodohin n dikangkangi org2 yg merasa jadi tuhan2 kecil

>

> ____________ _________ _________ __

>

> DIREKTORI AGROBISNIS INDONESIA

>

> http://www.direktor iabc.co.cc

> MAU GABUNG? ISI FORMULIR DI:

> http://www.formulir abc.co.cc

> ____________ _________ _________ _

>

> --- On Tue, 12/2/08, Darodjah Pucung Maju <pucungm...@gmail. com> wrote:

>

> From: Darodjah Pucung Maju <pucungm...@gmail. com>

> Subject: [agromania] INVESTOR MASUK DESA : bahaya baru

> To: agroma...@yahoogrou ps.com

> Date: Tuesday, December 2, 2008, 5:15 PM

>

> Di desa kami Pucung, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang, ada persoalan yang 
> miris. Ada lahan 40 ha yang itu merupakan lahan kepemilikan dari puluhan 
> orang. Namun, lahan itu tanah kering dan tandus, sehingga oleh pemerintah 
> dijadikan lahan konservasi dengan penanaman jati sejak tahun 2005 yang nanti 
> akan dipanen warganya. Namun, saat ini justru akan "dikuasai" oleh orang luar 
> (konon orang Jakarta) dengan menggunakan partner lokal (warga desa sendiri). 
> Mereka akan membangun proyek penanaman rumput gajah, untuk dijadikan sebagai 
> pakan ternak.

>

> Yang jadi persoalan, lahan tersebut tidak disewa dan pemilik lahan tidak 
> diberi kompensasi. Partner lokal ini hanya mengatakan bahwa mau menanam 
> rumput gajah dengan iming-iming lahannya mau dibajak dan dipupuk, dan 
> masyarakat boleh menanam apa saja. Tetapi partner lokal ini tidak menjelaskan 
> kalo lahan ternyata "digalengi" dengan rapat, sehingga pemilik lahan sudah 
> tidak mungkin lagi bisa menamam, karena pasti akan kalah dengan rumput gajah. 
> Hal ini meresahkan warga tentunya.

>

> Sayangnya, aparat desanya juga cuek saja. Proyek ini konon menelan anggaran 
> 400juta. Dan dapat dipastikan pemilik lahannya tidak akan mendapat apa-apa 
> kelak. Tetapi ini belum menjadi kesadaran warga desa, karena mereka justru 
> dibuai dengan dijadikan tenaga kerja. Mohon Dinas terkait memonitor 
> kasus-kasus seperti ini, agar investor yang masuk ke pelosok seperrti desa 
> kami tidak senaknya saja membuat proyek yang merugikan masyarakat.


      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat. Undang teman dari 
Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang! 
http://id.messenger.yahoo.com/invite/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke