Hello Darodjah, Menghadapi perlakuan hal yang tidak wajar, baik itu dilakukan oleh "orang besar" terhadap "orang kecil" atau sebaliknyapun perlu diproses secara benar. Namun Jangan terburu menuduh kepihak investor. Alasan pertama dari informasi awal sudah dikatakan bahwa konon proyek tersebut sudah memakan biaya 400 jt. Nah dari sana kita seharusnya berfikir, perusahaan sudah mengeluarkan biaya, sekarang tinggal diselidiki saja kemana dana itu diberikan. Alasan kedua tidaklah mungkin seseorang atau badan usaha mau dananya secara sembarangan diberikan pada pihak lain tanpa adanya perjanjian tertulis. Tinggal sekarang bagaimana mencari tahu apa sebenernya isi perjanjian yang ada, anatara perusahaan dengan siapa.
Yang perlu diwaspadai adalah "Oknum2" dari partner orang lokalnya, apakah dia sebagai mediator benar2 menjembatani proyek itu dengan masyarakat sekitar atau hanya untuk kepentingan pribadi. Jika memang pihak investor telah mengeluarkan dana sampai 400jt yang ternyata biaya sewa, maka alangkah ruginya pihak investor jika terjadi tindakan anarkis. Bila ternyata benar demikian dan pihak investor melakukan tuntutan maka yang dirugikan adalah masyarakat itu sendiri. Jadi meskipun niat kita baik ingin membantu orang kecil, namun jika perbuatan anarkis yang kita berikan sebagai solusi, sama saja kita menyengsarakan orang kecil itu sendiri. Meskipun posisi kita benar, namun jika kita berbuat anarkis maka kita akan dituntut secara hukum atas perbuatan anarkis kita. Yang terpenting adalah, bagaimana menjadikan masyarakat kecil kita tahu hak dan kewajiban mereka. Sehingga tidak mudah diperlakukan sebagai objek oleh oknum2. Banyak contoh kasus masyarakat pedesaan hanya menjadi sebagai objek dalam mencari proyek oleh oknum2 yang ada di desa mereka sendiri, hal ini dikarena ketidak mengertian masyarakat desa itu sendiri. Jadi betul sekali lebih baik dibicarakan lebih lanjut.Coba cari informasi : - Investor melakukan perjanjian kerjasama dengan siapa --> ini penting pak, coba dicari copynya harusnya warga mendapatkan copynya - Kemana dana yang konon mencapai 400jt tersebut diberikan - Partner lokal bertindak sebagai apa, apa ada kuasa dari masyarakat kepada dia untuk proyek ini. Karena menurut hemat saya partner lokal lah yang menjadi kunci permasalahan. Coba digali secara benar apa saja yang selama ini telah berlangsung. Seharusnya jika dia sebagai mediator haruslah transparan. Untuk mengumpulkan informasi ini bisa ditanyakan sebagian besar kepada partner lokalnya terlebih dahulu, sehingga tidak akan menghabiskan uang karena partner lokal tentu berada diwilayah yang sama dan bisa minta bantuan dengan aparat desa setempat yang masih mendukung masyarakat. Semoga bapak dan warga bapak dapat segera mendapat penyelesaian atas masalah yang ada. ****************************** Pelaku dan Indeks Komoditi Direktori Agromania Business Club (ABC): penjual dan pembeli minuman jahe instan berbentuk serbuk, penjual dan pembeli minuman kesehatan (yoghurt), penjual dan pembeli minuman kesehatan dari sari buah mengkudu, penjual dan pembeli minuman kesehatan yang terbuat sari buah merah. DIREKTORI: http://www.direktoriabc.co.cc FORMULIR: http://www.formulirabc.co.cc INFORMASI: http://www.agromania.co.cc MAILING LIST: http://www.milisabc.co.cc INFO SMS: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9 (SMS ONLY) ****************************** Tuesday, December 16, 2008, 2:31:00 PM, you wrote: > Untuk masalah ini. Sementara saya tutup dulu perdebatannya. > Saat ini kami sendang berembug dg warga desa untuk mencari duduk > persoalan dan solusi terbaiknya. Rencananya pertemuan diakhir bulan ini. > Salam untuk semuanya. Dan terimakasih telah memberi masukan yang baik. > Darodjah > ----------------------------------------------------- > AGROMANIA BUSINESS CLUB (ABC) > INFORMASI: http://www.agromania.co.cc > FORMULIR: http://www.formulirabc.co.cc > DIREKTORI: http://www.direktoriabc.co.cc > MAILING LIST: http://www.milisabc.co.cc > PUSAT DATA: http://www.agrodata.co.cc > ----------------------------------------------------- > ----- Original Message ----- > From: erwin dh > To: [email protected] > Sent: Tuesday, December 16, 2008 8:42 AM > Subject: Re: [agromania] INVESTOR MASUK DESA : bahaya baru > Salam, > Saya mohon maaf. > Kalo saling balas membalas, dunia ini pasti ga tentram. > Saran ni ya. > Gimana dada kita dikasih batu es aja, kepala dikasih topi biar > adem. SABAR aja itu kata "kuncinya". dan selalu tersenyum. > Karena ga ada didunia ini musuh, yang ada hanya hati kita yang > selalu menganggap orang lain itu musuh. > Salam untuk semua. > _________________________________ > AGROMANIA BUSINESS CLUB (ABC) > Tempat ngumpulnya para pengusaha > Agrobisnis Indonesia bonafide: > http://www.direktoriabc.co.cc > _________________________________ > ________________________________ > From: prasetya b utama <[email protected]> > To: [email protected] > Sent: Tuesday, December 16, 2008 7:47:29 AM > Subject: Re: [agromania] INVESTOR MASUK DESA : bahaya baru > Setuju sekali dengan Bapak Abdulrahim, saya juga miris kalo setiap lihat > tayangan > demo, bentrok, tawuran, rusak-merusak, dll. > Bagaimana pun kalo bisa kita cegah berkembangnya "budaya" merusak ini. > Sedapat mungkin, ..... [kata orang bijak] dimulai dari diri sendiri, > lingkungan sendiri, dst. > Salam. > --- Pada Sen, 15/12/08, abdulrahim abdulrahim <abdul.rahman. ra...@gmail. > com> menulis: > Dari: abdulrahim abdulrahim <abdul.rahman. ra...@gmail. com> > Topik: Re: [agromania] INVESTOR MASUK DESA : bahaya baru > Kepada: agroma...@yahoogrou ps.com > Tanggal: Senin, 15 Desember, 2008, 4:26 AM > Bakar2 begitu adab primitif sekali Pak. Ini khan baru versinya yg > dirugikan. Coba dengar juga versi investor. > Bicarakan baik2. Hilangkan kebiasaan2 biadab begitu > On Sat, Dec 13, 2008 at 2:02 PM, guntur wibisono > <guns_wibisono@ yahoo.com> wrote: > > > > menghadapin org2 besar yg menginjak2 org kecil, untuk kasus ini > bakar aja lahan rumput gajah nya ato rame2 ngangon ternak di lahan > sewanya... jangan mau dibodohin n dikangkangi org2 yg merasa jadi tuhan2 kecil > > > > ____________ _________ _________ __ > > > > DIREKTORI AGROBISNIS INDONESIA > > > > http://www.direktor iabc.co.cc > > MAU GABUNG? ISI FORMULIR DI: > > http://www.formulir abc.co.cc > > ____________ _________ _________ _ > > > > --- On Tue, 12/2/08, Darodjah Pucung Maju <pucungmaju@ gmail. com> wrote: > > > > From: Darodjah Pucung Maju <pucungmaju@ gmail. com> > > Subject: [agromania] INVESTOR MASUK DESA : bahaya baru > > To: agroma...@yahoogrou ps.com > > Date: Tuesday, December 2, 2008, 5:15 PM > > > > Di desa kami Pucung, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang, ada > persoalan yang miris. Ada lahan 40 ha yang itu merupakan lahan > kepemilikan dari puluhan orang. Namun, lahan itu tanah kering dan > tandus, sehingga oleh pemerintah dijadikan lahan konservasi dengan > penanaman jati sejak tahun 2005 yang nanti akan dipanen warganya. > Namun, saat ini justru akan "dikuasai" oleh orang luar (konon orang > Jakarta) dengan menggunakan partner lokal (warga desa sendiri). > Mereka akan membangun proyek penanaman rumput gajah, untuk dijadikan sebagai > pakan ternak. > > > > Yang jadi persoalan, lahan tersebut tidak disewa dan pemilik > lahan tidak diberi kompensasi. Partner lokal ini hanya mengatakan > bahwa mau menanam rumput gajah dengan iming-iming lahannya mau > dibajak dan dipupuk, dan masyarakat boleh menanam apa saja. Tetapi > partner lokal ini tidak menjelaskan kalo lahan ternyata "digalengi" > dengan rapat, sehingga pemilik lahan sudah tidak mungkin lagi bisa > menamam, karena pasti akan kalah dengan rumput gajah. Hal ini meresahkan > warga tentunya. > > > > Sayangnya, aparat desanya juga cuek saja. Proyek ini konon > menelan anggaran 400juta. Dan dapat dipastikan pemilik lahannya > tidak akan mendapat apa-apa kelak. Tetapi ini belum menjadi > kesadaran warga desa, karena mereka justru dibuai dengan dijadikan > tenaga kerja. Mohon Dinas terkait memonitor kasus-kasus seperti ini, > agar investor yang masuk ke pelosok seperrti desa kami tidak > senaknya saja membuat proyek yang merugikan masyarakat. > Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat. Undang teman > dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang! > http://id.messenger .yahoo.com/ invite/ > [Non-text portions of this message have been removed] > [Non-text portions of this message have been removed] > > [Non-text portions of this message have been removed] -- Best regards, Cahyohartono mailto:[email protected]

