Untuk masalah ini. Sementara saya tutup dulu perdebatannya. Saat ini kami sendang berembug dg warga desa untuk mencari duduk persoalan dan solusi terbaiknya. Rencananya pertemuan diakhir bulan ini. Salam untuk semuanya. Dan terimakasih telah memberi masukan yang baik. Darodjah ----------------------------------------------------- AGROMANIA BUSINESS CLUB (ABC) INFORMASI: http://www.agromania.co.cc FORMULIR: http://www.formulirabc.co.cc DIREKTORI: http://www.direktoriabc.co.cc MAILING LIST: http://www.milisabc.co.cc PUSAT DATA: http://www.agrodata.co.cc -----------------------------------------------------
----- Original Message ----- From: erwin dh To: [email protected] Sent: Tuesday, December 16, 2008 8:42 AM Subject: Re: [agromania] INVESTOR MASUK DESA : bahaya baru Salam, Saya mohon maaf. Kalo saling balas membalas, dunia ini pasti ga tentram. Saran ni ya. Gimana dada kita dikasih batu es aja, kepala dikasih topi biar adem. SABAR aja itu kata "kuncinya". dan selalu tersenyum. Karena ga ada didunia ini musuh, yang ada hanya hati kita yang selalu menganggap orang lain itu musuh. Salam untuk semua. _________________________________ AGROMANIA BUSINESS CLUB (ABC) Tempat ngumpulnya para pengusaha Agrobisnis Indonesia bonafide: http://www.direktoriabc.co.cc _________________________________ ________________________________ From: prasetya b utama <[email protected]> To: [email protected] Sent: Tuesday, December 16, 2008 7:47:29 AM Subject: Re: [agromania] INVESTOR MASUK DESA : bahaya baru Setuju sekali dengan Bapak Abdulrahim, saya juga miris kalo setiap lihat tayangan demo, bentrok, tawuran, rusak-merusak, dll. Bagaimana pun kalo bisa kita cegah berkembangnya "budaya" merusak ini. Sedapat mungkin, ..... [kata orang bijak] dimulai dari diri sendiri, lingkungan sendiri, dst. Salam. --- Pada Sen, 15/12/08, abdulrahim abdulrahim <abdul.rahman. ra...@gmail. com> menulis: Dari: abdulrahim abdulrahim <abdul.rahman. ra...@gmail. com> Topik: Re: [agromania] INVESTOR MASUK DESA : bahaya baru Kepada: agroma...@yahoogrou ps.com Tanggal: Senin, 15 Desember, 2008, 4:26 AM Bakar2 begitu adab primitif sekali Pak. Ini khan baru versinya yg dirugikan. Coba dengar juga versi investor. Bicarakan baik2. Hilangkan kebiasaan2 biadab begitu On Sat, Dec 13, 2008 at 2:02 PM, guntur wibisono <guns_wibisono@ yahoo.com> wrote: > > menghadapin org2 besar yg menginjak2 org kecil, untuk kasus ini bakar aja lahan rumput gajah nya ato rame2 ngangon ternak di lahan sewanya... jangan mau dibodohin n dikangkangi org2 yg merasa jadi tuhan2 kecil > > ____________ _________ _________ __ > > DIREKTORI AGROBISNIS INDONESIA > > http://www.direktor iabc.co.cc > MAU GABUNG? ISI FORMULIR DI: > http://www.formulir abc.co.cc > ____________ _________ _________ _ > > --- On Tue, 12/2/08, Darodjah Pucung Maju <pucungmaju@ gmail. com> wrote: > > From: Darodjah Pucung Maju <pucungmaju@ gmail. com> > Subject: [agromania] INVESTOR MASUK DESA : bahaya baru > To: agroma...@yahoogrou ps.com > Date: Tuesday, December 2, 2008, 5:15 PM > > Di desa kami Pucung, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang, ada persoalan yang miris. Ada lahan 40 ha yang itu merupakan lahan kepemilikan dari puluhan orang. Namun, lahan itu tanah kering dan tandus, sehingga oleh pemerintah dijadikan lahan konservasi dengan penanaman jati sejak tahun 2005 yang nanti akan dipanen warganya. Namun, saat ini justru akan "dikuasai" oleh orang luar (konon orang Jakarta) dengan menggunakan partner lokal (warga desa sendiri). Mereka akan membangun proyek penanaman rumput gajah, untuk dijadikan sebagai pakan ternak. > > Yang jadi persoalan, lahan tersebut tidak disewa dan pemilik lahan tidak diberi kompensasi. Partner lokal ini hanya mengatakan bahwa mau menanam rumput gajah dengan iming-iming lahannya mau dibajak dan dipupuk, dan masyarakat boleh menanam apa saja. Tetapi partner lokal ini tidak menjelaskan kalo lahan ternyata "digalengi" dengan rapat, sehingga pemilik lahan sudah tidak mungkin lagi bisa menamam, karena pasti akan kalah dengan rumput gajah. Hal ini meresahkan warga tentunya. > > Sayangnya, aparat desanya juga cuek saja. Proyek ini konon menelan anggaran 400juta. Dan dapat dipastikan pemilik lahannya tidak akan mendapat apa-apa kelak. Tetapi ini belum menjadi kesadaran warga desa, karena mereka justru dibuai dengan dijadikan tenaga kerja. Mohon Dinas terkait memonitor kasus-kasus seperti ini, agar investor yang masuk ke pelosok seperrti desa kami tidak senaknya saja membuat proyek yang merugikan masyarakat. Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat. Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang! http://id.messenger .yahoo.com/ invite/ [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]

