Sekedar nimbrung,
  Setuju: tidak ada yang lebih baik dari economic liberty dan kemudian 
political liberty. Pertanyaan: kebebasan yang macam apa/mana? Kalau menganggap 
kita harus seperti sebuah ideal type dan bukan berbasis atas realitas tertentu, 
maka kita masih di jaman Rostow. 
   
  Pertanyaan yang lebih serius, adakah sebuah format (teori) tentang 
kapitalisme? Jawabannya menjadi relatif: kapitalisme macam apa yg terjadi di 
mana? Maka kebebasan (kapitalisme) yang terjadi di US, akan berbeda dengan 
kebebasan di Eropa, Amerika Latin dan Asia. Bahkan tiap negara punya 
karakteristiknya sendiri-sendiri. 
   
  Diskusi yang lebih produktif, mungkin, adalah menemukan "national 
trajectory", dan bukan "rumus kebebasan". 
   
  Menarik diskusi pada satu kutup, baik itu kebebasan dan perencanaan hanya 
akan menghentikan sejarah. Krn yang terjadi adalah "dialektika ke kiri dan ke 
kanan"
   
  salam 
  a.prasetyantoko

Irsal Imran <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Ekonomi liberti itu mungkin bisa diibaratkan sebagai jalan tol 
dimana mulai dari Ferrari sampai becak siap berlomba kecepatan :{). 
Tentu saja hasilnya adalah Ferrari akan meninggalkan becak jauh di 
belakang. Akan tetapi kalau pemerintah punya nyali mereka bisa 
minta bantuan Ferrari supaya yang becaknya tidak jauh ketinggalan, 
dari pada Ferrarinya dikasih rambu tidak boleh jalan di atas 60 
km/jam :{).

salam,

-Irsal
Senior Financial Engineer
http://www.fiserv.com

--- In [email protected], "mr_w4w" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> 
> Yes, Economic liberty atau Economic freedom atau Free market 
> Capitalism adalah penggerak pertumbuhan sesungguhnya.
> 
> Idealnya memang Economic Liberty (free market capitalism) 
berbarengan 
> dengan Political Liberty (Democracy).
> 
> Tapi kalau mau disuruh pilih ... saya pilih Economic Liberty 
first, 
> Political Liberty menyusul.
> 
> Masalah utama dengan demokrasi adalah karena publik umumnya buta 
> economy-101 .. yang muncul sebagai pemenang biasanya adalah kaum 
> populis ... yang malah suka membatas-batasi Economic Liberty.
> Punya kebun dibatasi lah, bikin pajak2 baru se-enak udelnya, 
sedikit2 
> kasih subsidi, sedikit2 intervensi ke-urusan B2B, tiap tahun 
minimum 
> wage dinaikan sampe ga masuk akal, PHK karyawan biayanya tinggi-
nya 
> bukan maen ... ya hasilnya begini
> 
> Di India bertahun tahun pemilu yang menang kamu populis 
sosialis ... 
> Baru belakangan saja politisi2 pro economic liberty menang. 
> Hasilnya ... bisa dibandingkan India sekarang dengan India satu 
> dekade lalu.
> 
> Contoh lain Singapore ataupun China ... 
> Meski "tidak demokratis" Economic Freedom di buka luas disana .. 
> hasilnya bisa dilihat sendiri ....
> 
> Kalau demokrasi kita berhasil menghasilkan politisi2 pro Economic 
> Liberty yang berani menentang convensional wisdom masyarakat umum 
> yang cenderung populis ... saya yakin kita bisa tumbuh lebih cepat 
> dari India ataupun China.
> 
> Just my 2 cents.
> 
> 



         

       
---------------------------------
Shape Yahoo! in your own image.  Join our Network Research Panel today!

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke