Berita bagus..ini memberikan inspirasi anak Indo menjadi prof termuda di AIT
Syamsul ...berminat?

-----Original Message-----
From: [email protected]
[mailto:[email protected]] On Behalf Of
[email protected]
Sent: Saturday, April 25, 2009 5:55 PM
To: [email protected]
Subject: [AIT-Indo] selingan di tengah2 semua kebahagiaan,dari mailist
tetangga

Profesor Termuda di Amerika Adalah Orang Indonesia , Prof. Nelson Tansu

Di artikel wikimu dari Ardian Syam di awal tahun 2007, 
http://www.wikimu.com/News/Print.aspx?id=826, dibahas sedikit tentang 
Prof. Nelson Tansu ini. Di artikel ini, akan dibahas lebih jauh siapa 
sih Profesor Nelson Tansu ini yang termasuk peraih gelar profesor 
termuda di Amerika.

Nelson Tansu lahir di Medan, 20 October 1977. Lulusan terbaik dari SMA 
Sutomo 1 Medan. Pernah menjadi finalis team Indonesia di Olimpiade 
Fisika. Meraih gelar Sarjana dari Wisconsin University pada bidang 
Applied Mathematics, Electrical Engineering and Physics (AMEP) yang 
ditempuhnya hanya dalam 2 tahun 9 bulan, dan dengan predikat Summa Cum 
Laude. Kemudian meraih gelar Master pada bidang yang sama, dan meraih 
gelar Doktor (Ph.D) di bidang Electrical Engineering pada usia 26 
tahun. Ia mengaku orang tuanya hanya membiayai-nya hingga sarjana saja. 
Selebihnya, ia dapat dari beasiswa hingga meraih gelar Doktorat. Dia 
juga merupakan orang Indonesia pertama yang menjadi Profesor di Lehigh 
University tempatnya bekerja sekarang.

Thesis Doktorat-nya mendapat award sebagai ?The 2003 Harold A. Peterson 
Best ECE Research Paper Award? mengalahkan 300 thesis Doktorat lainnya. 
Secara total, ia sudah menerima 11 scientific award di tingkat 
internasional, sudah mempublikasikan lebih 80 karya di berbagai journal 
internasional dan saat ini adalah visiting professor di 18 perguruan 
tinggi dan institusi riset. Ia juga aktif diundang sebagai pembicara di 
berbagai even internasional di Amerika, Kanada, Eropa dan Asia.

Karena namanya mirip dengan bekas Perdana Menteri Turki, Tansu Ciller, 
dan juga mirip nama Jepang, Tansu, maka pihak Turki dan Jepang banyak 
yang mencoba membajaknya untuk ?pulang?. Tapi dia selalu menjelaskan 
kalau dia adalah orang Indonesia. Hingga kini ia tetap memegang paspor 
hijau berlogo Garuda Pancasila dan tidak menjadi warga negara Amerika 
Serikat. Ia cinta Indonesia katanya. Tetapi, melihat atmosfir riset 
yang sangat mendukung di Amerika, ia menyatakan belum mau pulang dan 
bekerja di Indonesia. Bukan apa-apa, harus kita akui bahwa Indonesia 
terlalu kecil untuk ilmuwan sekaliber Prof. Nelson Tansu.

Ia juga menyatakan bahwa di Amerika, ilmuwan dan dosen adalah profesi 
yang sangat dihormati di masyarakat. Ia tidak melihat hal demikian di 
Indonesia. Ia menyatatakan bahwa penghargaan bagi ilmuwan dan dosen di 
Indonesia adalah rendah. Lihat saja penghasilan yang didapat dari 
kampus. Tidak cukup untuk membiayai keluarga si peneliti/dosen. 
Akibatnya, seorang dosen harus mengambil pekerjaan lain, sebagai 
konsultan di sektor swasta, mengajar di banyak perguruan tinggi, dan 
sebagianya. Dengan demikian, seorang dosen tidak punya waktu lagi untuk 
melakkukan riset dan membuat publikasi ilmiah. Bagaimana perguruan 
tinggi Indonesia bisa dikenal di luar negeri jika tidak pernah 
menghasilkan publikasi ilmiah secara internasional?

Prof. Tansu juga menjelaskan kalau di US atau Singapore, gaji seorang 
profesor adalah 18-30 kali lipat lebih dari gaji professor di 
Indonesia. Sementara, biaya hidup di Indonesia cuma lebih murah 3 kali 
saja. Maka itu, ia mengatakan adalah sangat wajar jika seorang profesor 
lebih memilih untuk tidak bekerja di Indonesia. Panggilan seorang 
profesor atau dosen adalah untuk meneliti dan membuat publikasi ilmiah, 
tapi bagaimana mungkin bisa ia lakukan jika ia sendiri sibuk ?cari 
makan?.

Dari diskusi saya dengan beberapa dosen di Indonesia, kelihatannya 
semua meng-iya-kan apa yang Prof. Tansu gambarkan tentang dunia 
perguruan tinggi di Indonesia. Hmm, memprihatinkan.

_______________________________________________
Ait-indo mailing list
[email protected]
https://listserv.ait.ac.th/mailman/listinfo/ait-indo
 

__________ Information from ESET NOD32 Antivirus, version of virus signature
database 4012 (20090416) __________

The message was checked by ESET NOD32 Antivirus.

http://www.eset.com
 
 

__________ Information from ESET NOD32 Antivirus, version of virus signature
database 4012 (20090416) __________

The message was checked by ESET NOD32 Antivirus.

http://www.eset.com
 

_______________________________________________
Ait-indo mailing list
[email protected]
https://listserv.ait.ac.th/mailman/listinfo/ait-indo

Kirim email ke