Saya bisa bilang ini upaya menyuburkan oligarki, penguasa kecil yg berujung pada penguasa besar lainnya. Bagian dari sistem yang korup. Kalau Anda bisa ditindas, maka mereka akan menindas Anda. Kalau sampai Anda bilang Anda merasa terancam nyawa Anda, atau ditakut-takuti dengan ancaman: saya merasa darah saya akan mendidih. Untuk hal semacam ini, saya akan memilih melawan mereka, sistem yang korup. Tapi siapa kita?
Kalau kita tidak kuat secara fisik, kita harus ingat pepatah bahwa pena adalah lebih tajam daripada pedang. Jaman ini, keyboard dengan jaringan internet dapat menjangkau ratusan orang dalam sekali tekan enter atau klik pada tombol submit. Tentukan instansi pusat (jakarta) yang terkait dengan pemeras, lalu cari sebanyak mungkin link ke media massa, temukan instansi pengaduan di pemerintahan seperti ombudsman. Kita lawan lewat hukum. Saya generasi 1998, saya tahu persis jaman dulu ORBA, suara saya pasti hilang karena menjadi vokal adalah subversif. Jadi kalau sudah divonis (sepihak) subversif, badan saya juga pasti Anda sekalian tidak akan temukan lagi. Jaman sekarang berbeda. Lawan dengan keyboard, alamat email. Surat korespondensi dengan instansi yg tepat maka hidup anda akan berubah. Buat blog mengenai keadaan Anda. Jangan ragu beli alat perekam untuk dijadikan bukti. Sistem demokrasi ini jauh dari sempurna. Tetapi hanya ini yang kita punyai, yang terbaik dari daftar yang buruk. Saya tidak bisa bayangkan ratusan jenazah membusuk di suatu tempat atau dikubur dalam cor-an semen. Hasil dari penguasa tirani yg menggembosi bank Indonesia, milik rakyat. Saya paham awari jangan sampai masuk ke ranah hukum. Beresiko besar. Jangan sampai organisasi ini dituntut hukum. Kalau saja kita yang mau melawan "lintah korup" yang suka memeras warnet, kalau saja kita yang mempunyai kesamaan visi dapat berkumpul bersama untuk kopi darat, karena kita sebagai pengusaha warnet tidak dapat berbuat apa-apa ketika teman kerabat kita diperlakukan semena2. Itu yg membikin kesal. Bayangkan yang diperas adalah keluarga kandung kita. Warnet adalah ujung tombak pemerintah dalam memberantasi gagap teknologi. Kita adalah "pion" pemerintah yang menjembatani masa depan yang lebih baik. Tanpa kita, negara ini akan mengeluarkan uang lebih besar untuk menjadikan rakyatnya pintar, kalau tidak maka kita akan tetap kondisinya seperti tahun 1990, hanya 7% orang yg kenal internet. tidak mengenal email. Website itu binatang apa dan apakah bs dimakan. Dan dari wanet kita menggunakan duit pribadi, jadi tidak membebani APBN. Dari rakyat untuk rakyat. Warnet tidak bayar pajak? Mana ada warung kelontong bayar pajak. Usaha rakyat. Tapi kita bayar bandwidth yg sudah termasuk pajak di dalam harganya. Warnet kan jumlahnya banyak. Mari kita gunakan People Power. Mari kita sama2 mengirim surat kepada SBY dan mentrinya. AWARI kan kenal Kominfo. Kita tidak mengenal ras, warna kulit maupun bangsa, kita bersatu sebagai satu kesatuan bahwa kita tidak mau diperas dan dipersulit. Saya di jakarta. Posting saya hanya sekedar posting tanpa Anda menentukan sikap, diam saja, atau mau bertindak untuk bantu kerabat kita yang kesusahan. Atau tunggu warnet Anda dipersulit aparat. Wassalam, Hilmy Rachman Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: Ary Sunaryo <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sun, 24 Oct 2010 22:21:13 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Bls: [asosiasi-warnet] warnet terpaksa ditutup demi harga diri sblmnya saya ikut prihatin akan mslh yg anda alami, menurut saya, permintaan kapolpos memang sudah menjadi hal umum, mslh pornografi, cara yg kami lakukan secara teknis adalah kita menggunakan dns nawala yg direkomendasikan oleh menkominfo, selain itu kita harus rajin menghapus data pornografi dari masing2 komputer di warnet kita.. mslh izin, kita diberi kesempatan 3 bln untuk mendapatkan surat izin dari pemda setempat, mslh uang pelicin, kita bisa laporkan pejabat/pegawai yg menyatakan hal tsb dengan memberikan bukti2 yg kita punya ke media massa cetak lokal maupun nasional. mslh koneksi internet menggunakan tower, memang harus ada izin frekuensi yg mana harusnya sudah ditanggung oleh penyedia layanan internet (ISP) kita ambil bandwidth internet..jd kita tidak salah... btw, itu yg saya tahu dan saya berlakukan untuk warnet saya dulu sblm ada (ISP) telkomspeedy. dengan telkomspeedy, mslh frekuensi hilang dan biayanya lebih murah daripada kita membangun tower yg jutaan abisnya... semoga membantu...terimakasih ________________________________ Dari: dodi hendra <[email protected]> Kepada: [email protected]; [email protected]; [email protected] Terkirim: Kam, 21 Oktober, 2010 11:52:11 Judul: [asosiasi-warnet] warnet terpaksa ditutup demi harga diri salam internet, pada kesempatan ini saya mau berbagi betapa sulitnya mau jadi pengusaha di daerah kaya raya, minyak diatas dan minyak dibawah buminya (kota duri 13, kabupaten Bengkalis) , tapi untuk mencari sesuap nasi dan semangkok berlian sungguh begitu sulit. Warnet yg kami bangun 2 bulan yang dengan susah payah, dengan modal pinjaman ke Bank dan untuk akses internet kami harus membangun tower triagler setinggi 35 m terpaksa kami tutup karena pungli dari oknum kapolpos kota tersebut, oknum ini meminta uang jatah bulanan sebesar Rp. 10 Juta perbulan dengan alasan kami tidak punya ijin usaha, ijin mendirikan tower triagler dan jaminan warnet tidak bisa membuka web porno (dengan usang Rp. 10 Juta tersebut semua itu bisa di rundingkan), jika tidak maka warnet kami akan di tutup paksa dan kami akan di jebloskan ke penjara karena alasan menyediakan tempat pornografi. Berdasarkan alasan kapolpos tersebut kami pun berupaya mengurus ijin usaha warnet kami ke pemerintah tersebut, setelah menunggu 1 bulan ijin tersebut juga ngak kelar kelar (ujung ujungnya minta uang pelicin), dan kami berupaya mencari teknisi yg mampu untuk menutup semua konten porno di internet, setelah konsultasi di berbagai forum, maka semua yg jaga it bilang mustahil untuk menutup milyaran web porno di internet dan mereka hanya mampu untuk menutup web porno hanya semampu mereka. Berdasarkan itu semua kami terpaksa menutup warnet kami walaupun harus mmenanggung kerugian, karena untuk menutup pun kami harus kembali menegeluarkan dana untuk membongkar tower triagler dan lainnya. Jika ada saran dari rekan rekan buat kami kami akan berterima kasih. Saya hanya berharap ANGKATAN 1998 untuk bertanggung jawab akan hal ini, mana reformasi yg kalian janjikan kepada kami, saat ini jauh lebih parah dari jaman ORBA. Wassalam

