Sy turut belasungkawa atas kejadian yg menimpa Anda. Tapi rasanya klo dipandang dari sudut pandang ideal, semua usaha itu memang harus diawali dg perizinan dan jangan menggunakan software bajakan khusus utk usaha warnet. Tapi soal prosedur detail dari perizinan itu, memang di negri kita yg udah amburadul ini serba ngga jelas yagh...hiks. Tapi kalau soal kejadian ini karena orde reformasi, rasanya kok sy ngga setuju ya. Karena kalau Anda suka lihat tayangan2 tv spt metro files, metro realitas, apa kabar indonesia tvone, orde baru itu memang orde mafia. Shg klo mafia itu di bongkar oleh orde reformasi yg rakyatnya ngga mendukung penuh, ya jadi gini deh...hiks. Contoh dari cerita Anda itu baru dari Anda. Lha di jakarta aja yg ibukota nya negara ini... pasar2 tradisional itu dari distributor sampe pedagang & keamanannya itu mayoritas ya preman2 semua lho. Mangkanya harga2 sembako naik terus ngga pernah turun kan?..hiks. Jakarta, Rabu 27 Okt 2010, 17:56 Salam, BNyet
-----Original Message----- From: dodi hendra <[email protected]> To: [email protected]; [email protected]; [email protected] Sent: Thu, Oct 21, 2010 11:52 am Subject: [asosiasi-warnet] warnet terpaksa ditutup demi harga diri salam internet, pada kesempatan ini saya mau berbagi betapa sulitnya mau jadi pengusaha di daerah kaya raya, minyak diatas dan minyak dibawah buminya (kota duri 13, kabupaten Bengkalis) , tapi untuk mencari sesuap nasi dan semangkok berlian sungguh begitu sulit. Warnet yg kami bangun 2 bulan yang dengan susah payah, dengan modal pinjaman ke Bank dan untuk akses internet kami harus membangun tower triagler setinggi 35 m terpaksa kami tutup karena pungli dari oknum kapolpos kota tersebut, oknum ini meminta uang jatah bulanan sebesar Rp. 10 Juta perbulan dengan alasan kami tidak punya ijin usaha, ijin mendirikan tower triagler dan jaminan warnet tidak bisa membuka web porno (dengan usang Rp. 10 Juta tersebut semua itu bisa di rundingkan), jika tidak maka warnet kami akan di tutup paksa dan kami akan di jebloskan ke penjara karena alasan menyediakan tempat pornografi. Berdasarkan alasan kapolpos tersebut kami pun berupaya mengurus ijin usaha warnet kami ke pemerintah tersebut, setelah menunggu 1 bulan ijin tersebut juga ngak kelar kelar (ujung ujungnya minta uang pelicin), dan kami berupaya mencari teknisi yg mampu untuk menutup semua konten porno di internet, setelah konsultasi di berbagai forum, maka semua yg jaga it bilang mustahil untuk menutup milyaran web porno di internet dan mereka hanya mampu untuk menutup web porno hanya semampu mereka. Berdasarkan itu semua kami terpaksa menutup warnet kami walaupun harus mmenanggung kerugian, karena untuk menutup pun kami harus kembali menegeluarkan dana untuk membongkar tower triagler dan lainnya. Jika ada saran dari rekan rekan buat kami kami akan berterima kasih. Saya hanya berharap ANGKATAN 1998 untuk bertanggung jawab akan hal ini, mana reformasi yg kalian janjikan kepada kami, saat ini jauh lebih parah dari jaman ORBA. Wassalam

