From: "Agus Nadi" <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Monday, May 22, 2006 9:16 PM
> Assalamualaikum Warohmatulohi Wabarokatuh. Wa'alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh > Masjid dekat kantor saya setiap hari senin ada pengajian membahas kitab > tafsir dan saya biasanya datang mengikuti pengajian tersebut. Selama saya > mengikuti pengajian tsb saya menilai ustadznya bagus cara menerangkan > kitab tafsirnya (menurut saya). Persoalannya ketika ada yg bertanya pada > ustadz tsb mengenai hukum qunut subuh, tahlilal, merayakan Maulid Nabi, > meng-azan kan mayit dlm kubur, sholat sunat sesudah sholat asar, shubuh > beliau menjawab dengan jawaban sbb ; > > 1. Selama tidak ada larangan/hadits dari Nabi, kenapa kita melarangnya. > 2. Untuk tahlilal beliau menjawab : Dari pada kita main gaple lebih baik > kita yasinan. > 3. Untuk meng-azan kan mayit beliau menjawab : Dari pada kita nyanyi > lebih baik kita azan. Jawab saja: "Lau kaana khairan lasabakuuna ilaihi" "Kalau sekiranya perbuatan itu baik, tentu para Shahabat telah mendahului kita mengamalkannya" (kalau perlu beri pinjam bukunya Ustadz Abdul Hakim ttg ini) > 1. Selama tidak ada larangan/hadits dari Nabi, kenapa kita melarangnya. Balik jawab: "Selama tidak ada ***perintah*** hadits dari Nabi, kenapa kita melakukannya?" jangan dibalik ... Bagaimana kalau dijawab: "Tidak pernah ada hadits Nabi yg melarang shalat subuh 3, 4 atau 5 rakaat, daripada tidur lagi atau main gaple, lebih baik shalat subuh 3, 4 atau 5 rakaat" Niscaya Ustadz tidak mau melakukannya bahkan dia mungkin akan menjawab "Kita tidak diperintahkan shalat subuh lebih dari 2 rakaat" maka demikian pula kita jawab: "Kita tidak diperintahkan untuk tahlilan, Maulid Nabi dan bid'ah lainnya" > 2. Untuk tahlilal beliau menjawab : Dari pada kita main gaple lebih baik > kita yasinan. > 3. Untuk meng-azan kan mayit beliau menjawab : Dari pada kita nyanyi > lebih baik kita azan. Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam wafat saja para Shahabat tidak Yasinan, tidak Tahlilan dan tidak mengadzan kan. Kalau Rasul sebagai penyampai risalah Islam yg sempurna dan para Shahabat yg merupakan umat terbaik dari seluruh umat islam sepanjang zaman semuanya tidak memberi contoh, lantas siapa yg hendak kita contoh dari amalan Yasinan, Tahlilan dan adzan mayit tsb? Tanyakan apa syahadat keduanya "Asyhadu anna Muhammad ar Rasulullah", bukan? Kalau iya, kenapa enggak mencotoh beliau shallallahu 'alayhi wassallam? Wallahu'alam Abu Hazim nb: afwan jawabannya kurang dalil jangan takut Insya Allah, ikhwan yg lain akan melengkapinya mohon baca buku === "Lau kaana khairan lasabakuuna ilaihi" "Kalau sekiranya perbuatan itu baik, tentu para Shahabat telah mendahului kita mengamalkannya" karya Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat === ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Protect your PC from spy ware with award winning anti spy technology. It's free. http://us.click.yahoo.com/97bhrC/LGxNAA/yQLSAA/TXWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> -------------------------------------------- Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id Website audio: http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] -------------------------------------------- Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
