Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Masalah penyingkatan ini cukup menarik buat saya, hanya saja sepertinya dalam hal ini perlu dibagi-bagi persoalannya, sehingga hasil jawaban memang sesuai dengan konteks pertanyaan. Sekiranya hal tersebut (pertanyaan) merupakan hal yg pernah dibahas para ulama', tentu akan mudah dicari jawabannya. Tetapi bagaimana halnya jika suatu pertanyaan yg dilontarkan merupakan hasil dari perkembangan zaman, karena memang tabiatnya zaman selalu mengalami perubahan yg semua itu selalu membutuhkan ijtihad ahlinya.
Pemilahan ini cukup penting rasanya, agar kita ngga menjadi mufti "kecil-kecilan", padahal taraf kita ini cuma thalib yg mungkin paham sebagian kaidah, tapi miskin kaidah2 agama lainnya disebabkan keterbatasan kita. Efek dari hal ini adalah, hasil jawaban tidak sesuai dengan konteks pertanyaan, karena jawaban yg diberikan merupakan produk pertanyaan yg berbeda. Sudah maklum bagi kita, para 'ulama' mutaakhirin membenci penyingkatan2 seperti SAW (Shaal Am), juga menulis salam dengan singkat (misal Ass.wr.wb, dll). Ditilik dari sejarahnya, penyingkatan ini -menurut salah seorang syaikh yg pernah mengunjungi majelis kami di Bandung- adalah kebiasaannya para orientalis yg akhirnya menyebar di kalangan kaum muslimin. Fatwa2 ttg hal ini pun tidak sedikit, sebagian ada yg mengulas -termasuk guru kita, Ust. Hakim dalam buku sifat salawat- dalam tulisan tersendiri. Hanya saja salah seorang ustadz menceritakan bahwa Syaikh Ali -silakan diklarifikasi- membolehkan (penyingkatan ini) JIKA ketika menuliskannya, penulis menlafalkannya juga. Jadi ketika menulis nama Nabi, penulis mengucapkan shalawat dengan lisan sekalipun dia menyingkat tulisannya (jadi SAW). Maka dengan demikian, dia telah mengamalkan perintah untuk mengucapkan shalawat ketika nama Nabi kita yg mulia disebut. Maka, pertanyaan yg diajukan bisa menjadi bbrp buah: 1. Hukum menyingkat shalawat ataupun salaam dalam penulisan 2. Hukum menyingkat shalawat ataupun salaam dalam penulisan jika disertai pelafalan. 3. Hukum menyingkat shalawat ataupun salaam dalam penulisan "SMS" tanpa disertai pelafalan. 4. Hukum menyingkat shalawat ataupun salaam dalam penulisan "SMS" disertai pelafalan. Maka untuk no.1, sebagaimana sering dibahas dimilis ini dan kuatkan sejumlah dalil dan fatwa para ulama' maka jawabnnya sudah kita ketahui bersama. Sedangkan yg no.2, maka baru jawabannya Syaikh Ali itu saja yg saya pernah dapat, artinya beliau mengecualikan jika disertai pelafalan. Maka sejumlah argumen yang diungkapkan sebagian ikhwah -tentang ancaman meninggalkan shalawat dan salam- untuk no.2 ini tentu tidak tepat, karena penulis singkatan dalam hal ini telah mengamalkan perintah Allah, baik mengucapkan/ membalas salam, maupun membaca shalawat ketika nama Nabi kita -shalallahu alaihi wasallam-diucapkan. Untuk no.3, nah ini dia.... bawakanlah fatwa ulama tentang hal ini, karena jelas ini adalah hal baru. Butuh fatwa ulama dengan pertanyaan yg sesuai dengan masalah. SMS, Short Message Service atau layanan pesan singkat merupakan sistem komunikasi tertulis 2 arah yg berbeda dengan alat komunikasi tulis yg berkembang sebelum ini. Dilihat dari namanya, maka jelas..... alat komunikasi ini bercirikan singkatnya pesan disebabkan antara lain terbatasnya jumlah tulisan dan waktu menulis jauh lebih lama. Berbeda dengan alat komunikasi tulis biasa seperti buku ataupun surat non elektronik yg tidak harus terbatas oleh jumlah karakter tulisan. Maka penulispun akan berusaha menyampaikan pesan sms sesingkat mungkin dengan bahasa sederhana dg tujuan utama sampainya pesan. Sedangkan perkataan "Bagaimana mungkin kita menulis sekian banyak kata untuk kita sampaikan tetapi menyisakan sedikit untuk mendoakan?!" tidak pas diajukan untuk no.3 ini, karena sifat sms yg "tulisan sedikit mungkin, tapi sampai tujuan". Untuk no.4, Maka pertanyaan yg diajukan adalah "Ya Syaikh, aku harus menulis pesan dalam sms sesingkat mungkin karena alasan demikian... demikian... dan demikian...., bolehkan aku menyingkat tulisan salam tetapi sambil melafalkannya?". Tambahan, karena sifat sms yg singkat ini, kadang ustadzku pun kirim sms tanpa nulis salam, yah... karena karakter sms itulah. Gimana nih, wassalam. --- In [email protected], "luluan_m" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > assalaamu'alaykum wa rahmatulloh. > > alhamdulillah, ash-sholatu was-salaamu 'ala rasulillah. > > subhanalloh, bagaimana mungkin ada amal dalam islam yang sepele?! > apalagi yang dituduhkan itu adalah pengucapan salam sementara ia > adalah amalan terbaik dalam islam?! > > artinya: "bahwasannya seseorang bertanya kepada Rasulullah - > shallallahu 'alayhi wa sallam-: 'amalan apakah yang terbaik dalam > islam?' Rasulullah menjawab: 'memberikan makanan dan mengucapkan > salam kepada yang kau kenal maupun yang kau tidak kenal.'" (HR. > Bukhari, Muslim) > > dan Alloh berfirman dalam surat An Nissa' ayat 86: artinya: "Apabila > kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka > balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau > balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah > memperhitungankan segala sesuatu." > > bila dilihat kata "penghormatan" pada terjemahan Al Qur'an (punya > ana yang keluaran arab saudi) terdapat footnote yang menyatakan > bahwa penghormatan yang dimaksud adalah "assalamu'alaykum". maka > membalas penghormatan itu adalah dengan menjawabnya > wa'alaykumussalaam, atau dengan warhamtullah dan atau dengan > wabarakatuh. bahkan ada riwayat yang shahih menyatakan ditambah pula > dengan wamaghfiratuh (HR. Muslim). wallahua'lam. (Jadi pantas saja > kalau ada yang marah ketika salamnya lewat sms tidak dibalas karena > siapapun layak dihormati) > > dan marilah kita renungkan kalimat terakhir ayat tersebut bahwa: > SESUNGGUHNYA ALLAH MEMPERHITUNGKAN SEGALA SESUATU. sehingga tidaklah > pantas bagi siapapun menyepelekan perihal salam ini (pada khususnya > bila dilihat dari zhahir ayat tersebut) bahkan menyepelekan apapun > dalam islam ini (pada umumnya). wallahua'lam bis-showab. > > masalah menyingkatnya... subhanalloh... cukuplah nasehat dari > seorang ikhwan yang berkata: bagaimana mungkin kita menulis sekian > banyak kata untuk kita sampaikan tetapi menyisakan sedikit untuk > mendoakan?! > > subhanakallahumma robbana wabihamdika, allohummaghfirli. > > wassalaamu'alaykum wa rahmatullahi wa barakatuh, > luluan m > > > > --- In [email protected], Saat Bedan <skailiya@> wrote: > > > > Hal yang begini terkadang menjadi tanda tanya kepada diri saya > sendiri. Pengalaman saya menerima SMS teman dari Indonesia, seperti > Assalamu'alaikum. Saya tidak menjawab wa'alaikumsalam secara > bertulis, saya langsung menulis soalan yang diajukan kepada saya. > Teman saya menjadi marah kerana tidak menjawab salam nya. Saya pun > mengatakan kepadanya bahwa apabila saya menerima SMS dari tuan saya > langsung menjawab nya dari hati saya. Bukan kah yang menyampaikan > salam kita itu adalah malaikat yang senantiasa berligar ligar > sebagai penyambung(network) sesama muslim walau dimana kita berada. > Kita sama2 maklum, apabila kita menziarah kubur, kita disunnahkah > memberi salam kepada ahli kubur. Sedangkan ahli kubur semua nya > sudah berada dialam barzah. Maka para malaikat lah sebagai > penyampainya.Kendati pun tidak tidak ada larangan untuk membalas > salam dengan tulisan. Penulisan seperti ass.wr.wb atau penulisan > kalimat sholallahu 'alaihi wasallam (SAW), dll. Saya kira ini adalah > soal > > sepele, kerana mayoritas muslim sudah pun faham > akan "abbreviation" tersebut. Namun hal sebegini kita harus > mengambil pertimbangan yang wajar. Ini hanya lah pendapat saya, > sekiranya ada hujjah dari Al Quran dan Hadis Nabi sebagai pemutusnya > adalah lebih baik. Terima kasih. > > > > > > > > Sandy Buchori <sbuchori@> wrote: > > Assalamu'alaykum warahmatullah wabarakatuh! > > Apa ada yang punya artikel pembahasan tentang hukum menyingkat > salam dalam penulisan, seperti ass.wr.wb atau penulisan kalimat > sholallahu 'alaihi wasallam (SAW), dll. Tolong kirimkan ke ana jika > antum punya. > > Jazakumullah khairan katsiran ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Check out the new improvements in Yahoo! Groups email. http://us.click.yahoo.com/6pRQfA/fOaOAA/yQLSAA/TXWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> SALURKAN BANTUAN ANDA UNTUK KAUM MUSLIMIN YANG TERKENA MUSIBAH GEMPA DI DAERAH YOGYAKARTA DAN SEKITARNYA KEPADA LEMBAGA AMAL YANG TERPERCAYA -------------------------------------------- Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id Website audio: http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] -------------------------------------------- Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
