assalamu alaikum warahmatullahi wabarakaatuh Segala Puji bagi Allah, atas nikmat Islam, Iman dan sunnah
Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi terkasih Sholallahu Alaihi Wassallam, para sahabat dan mereka yang selalu meniti jalan yang mereka tempuh sampai hari kiamat ISLAM DAN PERSATUAN Sesungguhnya persatuan umat adalah nikmat Allah yang sangat besar, yang pasti dicita-citakan oleh setiap muslim dari golongan manapun juga. Setiap muslim pasti menghendaki persatuan yang indah ini. Islam melarang keras perpecahan Firman Allah: "Artinya : Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Rabbmu, maka sembahlah Aku" [Al-Anbiya : 92] Dan ayat lain Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman. "Artinya : Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai" [Ali-Imran : 103] Dalam ayat lain, Allah memberikan ancaman yang sangat berat terhadap tindakan memecah belah kaum muslimin "Artinya : Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya dan mereka (berpecah) menjadi beberapa golongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu terhadap mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah (terserah) kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat" [Al-An'am : 159] Persatuan "Antara realitas dan kewajiban" Walaupun begitu banyak firman2 Allah dan hadits2 yang menganjurkan umat untuk bersatu dan melarang perpecahan, akan tetapi pada kenyataannya yang kita lihat umat berpecah belah, dan masing2 bangga dengan kelompoknya. Kalau kita merujuk kepada khabar2 atau hadits2 Rasulullah Sholallahu AlaihiWassalam tentang fitnah, maka akan kita dapati banyak sekali hadits yang mengabarkan akan terpecah belahnya umat ini, tepatnya setelah meninggalnya Khalifah ke-3 Utsman bin Affan Radliyallahu 'Anhu. Diantaranya: Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam telah bersabda, 'Kaum Yahudi telah terpecah menjadi tujuh puluh satu (71) golongan atau tujuh puluh dua (72) go-longan, dan kaum Nasrani telah terpecah menjadi tujuh puluh satu (71) atau tujuh puluh dua (72) golongan, dan ummatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga (73) golongan. (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Hakim dan lain-lain) Dari Irbadh bin Sariyah Radliyallahu 'Anhu: Rasulullah saw menasehati kami dengan sebuah nasehat yang sangat dalam sampai-sampai air mata bercucuran dan hati tergetar karenanya, maka bangkitlah seorang sahabat dan berkata: "Ya Rasulullah, seakan-akan ini adalah nasehat perpisahan. maka apa yang engkau inginkan dari kami untuk kami jaga sebagai janji?" Rasulullah I pun bersabda: "Aku nasehatkan kepada kalian untuk (senantiasa) bertakwa kepada Allah serta (senantiasa) mendengar dan taat; sekalipun yang memimpin kalian adalah seorang budak Habasy (budak hitam dari negeri Habasyah), karena sesungguhnya siapa saja diantara kalian yang (masih) hidup sesudahku maka ia akan menyaksikan banyak perselisihan, maka hendaklah kalian tetap pada sunnahku dan sunnah para khalifah yang mendapat petunjuk lagi Rasyid (bertindak dan berkata benar karena mengikuti petunjuk), berpegang teguhlah kepadanya dan gigitlah ia dengan gigi geraham dan janganlah kalian mengada-adakan sesuatu yang baru karena sesungguhnya semua yang baru adalah bid'ah dan semua bid'ah adalah sesat" (HR. Abu Dawud) Masih sangat banyak hadits-hadits Rasulullah yang lain, yang mengabarkan kepada kita bahwa akan banyak perselisihan, perpecahan sepeninggal beliau (tepatnya setelah meninggalnya Utsman bin Affan) Sekali lagi, bahwa hadits-hadits ini dilihat dari sisi matannya (isinya) adalah bersifat khabar, maka hal ini pasti terjadi. MAKA DAKWAH yang MENYERUKAN PERSATUAN ATAS SELURUH GOLONGAN ADALAH DAKWAH YANG SIA-SIA BERDASARKAN NASH-NASH YANG QATH'I. Dan tidak pernah ada seorangpun dari kalangan sahabat, tabi'in, tabiut tabi'in yang pernah mendakwahkan demikian, bahkan sebaliknya mereka semua selalu mengatakan inilah jalan yang haq, adapun yang lain adalah bathil. Bagaimanakah sikap yang benar dalam permasalahan ini? Selain memberitakan akan terpecah-pecahnya umat ini, Rasulullah juga telah memberikan petunjuk kepada kita untuk selamat dari fitnah ini. PERTAMA Dari Irbadh bin Sariyah Radliyallahu 'Anhu: Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam menasehati kami dengan sebuah nasehat yang sangat dalam sampai-sampai air mata bercucuran dan hati tergetar karenanya, maka bangkitlah seorang sahabat dan berkata: "Ya Rasulullah, seakan-akan ini adalah nasehat perpisahan. maka apa yang engkau inginkan dari kami untuk kami jaga sebagai janji?" Rasulullah pun bersabda: "Aku nasehatkan kepada kalian untuk (senantiasa) bertakwa kepada Allah serta (senantiasa) mendengar dan taat; sekalipun yang memimpin kalian adalah seorang budak Habasy (budak hitam dari negeri Habasyah), karena sesungguhnya siapa saja diantara kalian yang (masih) hidup sesudahku maka ia akan menyaksikan banyak perselisihan, maka hendaklah kalian tetap pada sunnahku dan sunnah para khalifah yang mendapat petunjuk lagi Rasyid (bertindak dan berkata benar karena mengikuti petunjuk), berpegang teguhlah kepadanya dan gigitlah ia dengan gigi geraham dan janganlah kalian mengada-adakan sesuatu yang baru karena sesungguhnya semua yang baru adalah bid'ah dan semua bid'ah adalah sesat" (HR. Abu Dawud,dan derajatnya SHAHIH) KEDUA Dari 'Abdullah bin 'Amr, ia berkata: "Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, 'Sungguh akan terjadi pada ummatku, apa yang telah terjadi pada ummat bani Israil sedikit demi sedikit, sehingga jika ada di antara mereka (Bani Israil) yang menyetubuhi ibunya secara terang-terangan, maka niscaya akan ada pada ummatku yang mengerjakan itu. Dan sesungguhnya bani Israil berpecah menjadi tujuh puluh dua millah, semuanya di Neraka kecuali satu millah saja dan ummatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga millah,yang semuanya di Ne-raka kecuali satu millah.' (para Shahabat) bertanya,'Siapa mereka wahai Rasulullah?' Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, 'Apa yang aku dan para Shahabatku berada di atasnya.' (HR. Tirmidzi) Kedua hadits diatas adalah penjelasan yang sangat terang dan jelas, bagaikan jelasnya malam dari siang, bagi mereka yang menginginkan kebenaran. Dan sangat-sangat mencukupi. Pada hadits pertama yang ana sebutkan, setelah Rasulullah menyebutkan bahwa sepeninggal beliau umat ini akan berselisih dengan perselisihan yang amat banyak, beliau melanjutkan "maka hendaklah kalian tetap pada sunnahku dan sunnah para khalifah yang mendapat petunjuk lagi Rasyid". Maka solusi untuk selamat dari fitnah perpecahan ini adalah dengan mengikuti sunnah Rasulullah, adapun perkataan selanjutnya "dan sunnah para khalifah yang mendapat petunjuk dan Rasyid" maksudnya memahami sunnah Nabi sebagaimana mereka memahami. Adapun dalam hadits yang kedua, Rasulullah memberitakan bahwa diantara kelompok2 Islam yang ada, hanya satu yang selamat. Yaitu kelompok beliau dan para sahabatnya. Maka tidak ada jalan bagi kita jika ingin selamat kecuali mengikuti semampu kita kelompok ini. Kesimpulan: Sesungguhnya perpecahan dilarang dalam Islam. Akan tetapi Rasulullah mengabarkan bahwa ini pasti akan terjadi sepeninggal beliau. Maka dakwah menuju persatuan seluruh umat adalah dakwah yang sia-sia saja, yang menyelisihi nash-nash yang shahih bahwa umat ini memang pasti berpecah belah. Maka ketika perpecahan itu telah terjadi, satu-satunya cara agar selamat adalah dengan berpegang teguh kepada sunnah Nabi sesuai dengan pemahaman para sahabatnya. Maraji' http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=593&bagian=0 http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=453&bagian=0 http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=463&bagian=0 catatan pribadi/ingatan dari taklim2 yang pernah ana ikuti Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> See what's inside the new Yahoo! Groups email. http://us.click.yahoo.com/0It09A/bOaOAA/yQLSAA/TXWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id Website audio: http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : http://www.assunnah.or.id/ragam/aturanmilis.php Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
