walaikumsalam al hamdulillah; calon isteri yg soliahah tidk mensyaratkan demikian rupa krana kana berbiara berdasarka pengalman dan taggong awab sebagai anak lelaki sbagai pelaksana amanat dari Allah swt terhadap kedua orang tua; waupun kedua orgtua mskin, sekiranya kaya, mendpat dua kali ganda pusaka berbanding dengan anak wanita. jika miskin juga mendaapat ganjaran dan barakh dua kali ganda dari Allah swt kami tidk menjadikan mereka (ibu saya dan ibu mertua saya selepas kematian ibu saya) sebagai babu/pebantu kerana kami pakai dua og bembantu walaun tinggal di rumah yang sederhana. alhamdulilla masih kecukupan dan anak2 saya enam org: 4 org Ir. 1 alomni US; 1 SH. doakan mereka semuanya soleh dan solehah. kami mseh terasa lebih aman semasa mereka hdup bersama kami. wassala
----- Original Message ---- From: Abu Azzam Muzhoffar <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Thursday, September 11, 2008 10:27:10 AM Subject: Re: [assunnah] Mana yang benar... Assalaamu'alaykum warahmatullaahi wabarakaatuh, Menurut pengalaman ana, hidup terpisah dengan orang tua itu banyak hal positifnya. Dalam hal ini, ana justru mendukung keinginan dan syarat dari calon istri yaitu : "Harus hidup terpisah dan mandiri", alasannya : 1. Sang suami dapat lebih menfungsikan dirinya secara total sebagai kepala rumah tangga, menjadi Ar-Rijaalu qowwamuna alan nisaa'. Laki-laki akan menjadi kehilangan fungsi kepemimpinan jika bahtera rumah tangga yang ia bina sering kali dikalahkan dengan DOMINANSI atau INTERVENSI ORANG TUA. 2. Sang isri dapat dengan bebas mengekspresikan dirinya untuk mengelola rumah tangga. 3. Jika hidup terpisah dari orang tua, walaupun harus tinggal di gubuk reyot sekalipun. Akan menumbuhkan semangat yang kuat untuk perbaikan diri dan perbaikan finansial. Hidup bersama orang tua terkadang justru menimbulkan keterlenaan sehingga lupa bahwa ia tinggal dirumah yang bukan hasil dari jerih payahnya. Nah, jika ingin mengaplikasikan ketiga hal tersebut, maka kita tidak boleh menggugurkan atau mengorbankan kewajiban bakti kita kepada orang tua. Silakan tinggal dilain rumah, tapi sering-seringlah berkunjung ke rumah orang tua sehingga orang tua tetap merasa disayang dan tidak kehilangan anaknya, khususnya bagi mereka yang menjadi anak tunggal. Wassalam -- AbuAzzam Muzhoffar 2008/9/2 Junindar, : Mr. <[EMAIL PROTECTED] com> > Assalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh, > > Saya mendapat titipan pertanyaan dari teman saya yang akan menikah... > Teman saya ini sekarang tinggal berdua dengan Ibu nya... Dan dalam waktu > dekat akan menikah, tetapi yang menjadi masalah, > Calon istri dari teman saya ini tidak mau satu rumah dengan mertua nya, > jika tidak pernikahannya akan batal. Dengan berbagai alasan, salah satu > nya adalah pingin mandiri dalam berumah tangga. > Sikap yang bagaimanakah yang harus dilakukan oleh teman saya ini? > nasehat saya ke teman itu adalah untuk menasehati calon istrinya agar > mau hidup satu rumah dengan mertuanya. > Karena menurut saya itu adalh ibadah yang besar. > Mungkin rekan-rekan di milis ini ada saran untuk masalah diatas... > > Wassalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh, ------------------------------------ Website anda http://www.almanhaj.or.id Download MP3 -Free kajian Islam- http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
