syukron tanggapan nya... bagaimana menurut ihwan yang lain....ada masukkan ilmiyyah ! yang ana tangkap dari ustadz aris bahwa berbeda antara mengucapkan salam yang ditujukan kepada sekumpulan orang yang bercampur di dalammnya muslim kafir ( tanpa kita inginkan percampuan mrk di dalamnya ) secara langsung face to face ..... dengan mengirim imel kepada banyak penerima yang biasanya para penerima imel itu sudah kita inginkan siapa2nya dan ustadz menyarakan agar pastikan status muslim kafirnya bagi para penerima yang kit ainginkan...walloohu 'alam semoga semakin jelas buat kita kebenaran dalam hal ini.... selama blum jelas suatu kebenaran bagi kita maka kita dituntuk berusaha untuk mencarinya ( nasihat ust. Abu Qotadah hafidzhullooh ) Al Faqiir....
----- Original Message ----- From: Ahmad Ridha To: [email protected] Sent: Saturday, February 20, 2010 10:28 AM Subject: Re: [assunnah] Etika bermilis 2010/2/18 Abu Hanzhalah <[email protected]>: > Bismillaaah , > ana mencoba klarifikasi atas pendalilan anti dalam hal " bolehnya mengucapkan salam " dalam bermilish kepada ust. > aris munandar hafidzohullooh > yang sebelumnya an apun punya permaslahan yang sama sehingga alangkah perlunya diklarfikasi ulang terhadap beliau >...silakan antum simak tanya jawab ana dengan beliau....semoga tidak salah memeahami dan tidak salah mengamalkan > dalil....! > Akhi, ana khawatir pertanyaan antum itu tidak tepat dalam menyajikan masalah. Antum menggunakan ungkapan "perihal mengucapkan salam ( via imel ) kepada orang yang bercampur didalamnya ada muslim ada kafir" sehingga kurang jelas yang dimaksud milis atau japri. Hal itu bisa dilihat dari jawaban ustadz yang mengatakan "Sedangkan salam dalam imel ditujukan kepada person tertentu" yang lebih tepat untuk e-mail japri atau dalam tanggapan langsung. E-mail di milis tidak selalu ke orang tertentu namun juga bisa berupa pengumuman ke banyak orang. -- Abu 'Abdirrahman, Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim (l. 1400 H/1980 M)
