Assalamu'alaikum,

Afwan, saya tidak melihat sesuatu yang serius dan "perlu dikhawatirkan". Dr 
Henny Zainal - karena kepedulian beliau - mencoba mencari ummahat sholihah yang 
bersedia menjadi ibu susuan bagi seorang bayi yang ditinggal mati ibunya. 
Sedang Profesor Salamun - menurut interpretasi saya nih - mengingatkan bahwa 
dengan menjadi ibu susuan, itu bukannya tidak ada implikasi hukum syariatnya, 
sesuatu hal yang saya yakin juga sudah diketahui dengan baik oleh Dr Henny 
Zainal.

Gaya bahasa Profesor Salamun nampaknya memang demikian. Saya pribadi yakin 
bahwa tidak ada niat beliau untuk merendahkan yang lainnya atau yang gelarnya 
baru "sebatas" dokter umum. Penggunaan caplok tidak perlu disikapi serius. 
Caplok sama sekali tidak identik dengan anger, merah tidak identik marah, hitam 
tidak identik dengan duka.

Dengan demikian, maka insya Alloh ibu susuannya dapet, hukum syariatnya kita 
faham.

Jadi, IMHO, teruslah berdiskusi dan gak perlu terlalu sensitif. Saya sendiri 
menganggap bahwa ini adalah bagian dari "intelectual exercise".

Wallohua'lam. CMIIW.

Maaf jika ada yang tidak berkenan. Terima kasih.

Wassalamu'alaikum.

________________________________
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of 
Ahmad Sibil
Sent: Sunday, June 06, 2010 9:50 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [assunnah] Urgent : Butuh Ibu susuan



Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh,

(dasar) Hukum asal dalam nasihat (dakwah) adalah lemah lembut dan sopan santun, 
kecuali bila ada hal-2 lain yang menyebabkan memerlukan sikap selain dari 
kelemah-lembutan dan sopan santun.

Pembicaraan dan diskusi di sini adalah diskusi dalam ruang lingkup fiqh, antara 
saudara se-Iman, tidak keluar dari batas pelanggaran (aqidah) dan penghajatan 
Islam, maka anggapan Al-Ukht Saudah yang membenarkan dan menyetujui cara 
Professor Doctor Hajji Salamun Sastra SpM sebagai Ketua BPH PPM Darul Ihsan 
tidak bisa dibenarkan.

Jadi hal ini jelas bahwa hal yang sebenar sudah jelas dalam syari'ah, dan 
ratusan ribu ulama kibar (yang telah mendahului kita) telah memecahkan 
permasalahan ini, dan termaktub dalam kitab-2 magnum ophus beliau-2. Dan yang 
perlu kita ambil pelajaran dari beliau-2 adalah hikmah penyampaian, pengupasan 
dan cara membantah satu sama lain adalah selalu memegang norma-2 moral yang 
telah digariskan oleh Rasulullah salallahu'alayhi wasallam dalam Akhlaq Karimah 
beliau.

Tentulah bisa antum semua untuk berlemah lembut dalam penyampaian dan 
menghormati satu sama lain, serta bertutur kata sopan yang harus disesusaikan 
kedudukan antum masing-2. Nah, kalau tidak mampu maka yang paling baik buat 
antum adalah diam, itu lebih diutamakan.

Barakallahu fiikum

Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh, ibnu alkherid

________________________________
From: saudah kuniyahku <[email protected]<mailto:saudah108%40yahoo.com>>
To: [email protected]<mailto:assunnah%40yahoogroups.com>
Sent: Sat, June 5, 2010 7:49:56 PM
Subject: Re: [assunnah] Urgent : Butuh Ibu susuan

Assalamu'alaikum

afwan .. ana sependapat dengan dr Salamun dan ana tidak melihat dr Salamun emosi
karena mengenai hukum sodara sepersusuan memang sangat penting
dan keadaan di lapangan banyak yg ingin bisa membantu/menolong tetapi kurang 
mengindahkan/mengedepankan tentang hukum sodara sepersusuan tsb

mohon maaf lahir batin

Wassalamu'alaikum
- saudah -

--- On Sat, 6/5/10, abah zahra 
<[email protected]<mailto:dwie_pp%40ummuvanessa.de>> wrote:


Kirim email ke