he he he ...boleh tau nonton dibioskop mana, mas?

Bahkan kadang2, saya juga menjumpai hal spt ini di bioskop kelas atas
sekalipun. Pengen rasanya berteriak kalo sedang nonton film tapi 
gambarnya tidak focus dng benar.

Tapi anehnya, tidak semua penonton yg menunjukkan rasa ketidakpuasan.
Rasanya,... soal ketidakperdulian si operator projector untuk memantau
kualitas selama pertunjukan berlangsung....di'dukung' sama penonton yg
tidak 'cerewet' terhadap kualitas teknis. 

Selain masalah focus,  masalah yg kerap mengganggu menonton di bioskop
adalah: 

- pergantian dari projector I ke projector II yg keseringan tidak mulus.

- salah satu kanal suara mati (intermitten) atau 'mbrebet'(biasanya
bioskop kelas 'murah'. Yg spt ini umumnya penonton kagak perduli
(maklumlah bukan audiophile).

- pintu keluar sdh dibuka menjelang beberapa menit film mau habis. Yg
jadi masalah kalo pas pintu keluar ada tempat GAME...walah suara
brisik masuk deh. Padahal etika nonton film sebenarnya adalah sampai
'credit title' selesai, kalaupun penonton mau keluar ya silahkan aja
tapi bioskop 'berkewajiban' mempresentasikan sampai selesai.

(ada yg mau nambah kan?)

Yu' buat kegiatan atau aktifitas mereview secara teknis dari sisi
penonton (konsumen) gedung2 bioskop di indonesia...kayaknya seru nih.
Bahkan majalah2 film...sedikit sekali menyinggung appresiasi cara
menikmati bioskop secara teknis selain menonton bioskop sebagai
interaksi sosial.

Bagi saya , seharusnya bioskop memeberikan hiburan audio-visual yg
berkualitas dan pas secara teknis ke penonton. Karena di bioskop lah
suatu film untuk pertama kali dipresentasikan dng totalitas, sebelum
didistribusi ke media lain (Bluray, DVD, Cable TV.... dst) 
 
salam
iful

--- In [email protected], "Winbert Hutahaean" <winb...@...> wrote:
>
> 
> maunya sih bioskop rame terus, sehingga industri film jalan.
> 
> Tapi belakangan saya merasakan (atau mungkin sensitifitas mata saya
mulai meningkat) bahwa focus di proyektor hampir semua cinema tidak tepat.
> 
> Semalam saya menonton "Yes Man" (funny film though!) dan sangat
terganggu dengan fokus yg lari khususnya pada objek yg jauh. Mungkin
karena kebanyakan orang hanya melihat objek yg dekat (close-up) maka
tdk merasakan hal ini.
> 
> Sementara saya dalam menonton di layar lebar selalu meluaskan
pandangan pada objek lain di layar.
> 
> Saya sampai lari ke belakang tempat projectionist menunggu projector
dan meminta untuk di fine focus.
> 
> Akhirnya dilakukan dia dan film menjadi sangat pin sharp!.
> 
> Enak menontonnya.
> 
> Tapi ternyata subtitle (teks) menjadi sedikit blur.....
> 
> Saya baru menyadari bahwa selama ini hampir semuaprojectionis di
Cineplex memfokuskan sorotan projektornya pada subtitle.
> 
> Seharusnya pada gambar dong!.
> 
> Subtitle kan walau (sedikit) blur, tetap terbaca, tapi kalau gambar
yg blur...ya jangan.
> 
> ps: BTW juga sekarang kok bohlam projectornya menunjukkan flicker
(kedap-kedip) ...kenapa ya? walau sedikit, namun jika pas imagenya
sangat bright...menjadi mengganggu. Pa David bisa kasih masukan?
> 
> thanks,
> 
> winbert
>


Kirim email ke