Bioskop kan untuk nonton film baru pak Daniel. Kalau mau nonton film baru di rumah kan cuma ada bajakannya. Home theater saya kebanyakan untuk mengulang film yang lagi pingin ditonton.
Film jaman dulu memang ada intermissionnya kadang diawal dan ditengah film. Biasanya intermision dibuat selain untuk istirahat ke wc juga untuk mendapatkan penghasilan tambahan dengan penjualan snack dan minuman. Kalau di indonesia intermision mungkin dibuat untuk menunggu tukang antar film yang kena macet dijalan. Wiyono ----- Original Message ----- From: Daniel H.T. To: [email protected] Sent: Sunday, January 25, 2009 11:29 PM Subject: Re: [avifans] Re: Problem menonton di bioskop Sekarang, saya justru jadi malas nonton film di bioskop. Waktu di masih sekolah dan kuliah sangat rajin nonton. Hampir tidak ada film yang dilewati. Kecuali film2 drama romantis. Saya gak suka. Tapi, sejak sudah menikah dan kerja, jadi malas ke bioskop lagi. Apalagi sekarang sudah punya bioskop sendiri di rumah ... hehehe.... Apalagi filmnya hampir semua blu-ray.. Kalau nonton di bioskop, lihat gambarnya ... membuat selerah nonton menurun-- karena sudah terbiasa dgn gambar high definition. Rasanya bioskop hanya menang di ukuran layarnya. Jadi, sekarang hanya film2 tertentu saja yang saya nonton di bioskop. Misalnya, serial James Bond. Kalau saya tidak salah ingat, waktu masih kecil, bioskop pake jam istirahat. Jadi ketika film2 sudah diputar separohnya, pemutran dihentikan sekitar 10 menit. Istiraht, dan memberi kesempatan kepada penonton u/ ke toilet. Kata teman saya, di Belanda sampai sekarang masih begitu. pake waktu istirahat di tenagh film. Apakah benar demikian?
