hallo om adi,
kedua om ini (om saft dan om ajat) ada benernya, 
1. uap oli yang tersedot ke intake cari ruang mesin cukup banyak , sehingga 
memang besar kemungkinan kalo terbakar akan menimbulkan karbon.
2. tapi kalo sama sekali tanpa uap oli juga, gak baik karena beberapa hal 
memang perlu dilumasi Oli.

menurut saya sih, pabrik sudah riset sebelum mengeluarkan suatu produk kalo 
memangnya gak kepake /gak ada untungnya pabrik juga tidak akan buang2 dana 
bikin saluran uap oli ke intake.

so saya berpikir jalan tengah , mengurangi uap oli yang masuk menggunakan oil 
catchernya om ajat ... pertimbangannya:
1. oli yang masuk terlalu banyakakan ditampung ke oil catchernya om ajat.
2. kalo melihat modelnya oil catchernya om ajat ini dibuat tanpa saringan, tapi 
uap oli dari oilcatchernya om ajat tetap akan masuk ke intake sedikit, untuk 
melumasi bangian2yang perlu, jadi memang gak 100% oli tersebut tertampung di 
oil catchernya, masih ada uap2oli yang tersalurkan ke intake....

semoga ketikan panjang saya ini bermanfaat...

Regards
J. Hung Tjoen.
021 95900999.
  ----- Original Message ----- 
  From: Adi Satrio 
  To: [email protected] 
  Sent: Friday, April 09, 2010 10:46 AM
  Subject: Re: [baleno] Oot : Oil Catch Tank made in Cianjur by Twin Garage


    
   

  AFAIK, soal OCT yang menyaring seluruh oli yang nebeng uap dari blow by gas 
ini ada beberapa pihak yang pro dan kontra juga. 
  Saya gak tau om Saftari ikutan milist ini ato gak, atau mungkin ikut tapi gak 
mantau. Tapi om Saft ini termasuk yang menganut pandangan bahwa oli yang nguap 
itu memang diperlukan untuk melumasi bagian-bagian tertentu. Menurut beliau, 
selain bisa membuat polusi, ternyata ada keuntungan lain dengan masuknya lagi 
uap oli itu ke intake yaitu untuk melumasi intake valve seat dan batang intake 
valve biar gak cepat aus. 

  Sementara banyak pihak lain yang berpendapat bahwa tidak ada keuntungan 
teknis sama sekali dengan memasukkan uap oli itu ke intake, selain cuman bikin 
kotor ajah. 
  Bisa cek http://www.filtercouncil.org/techdata/tsbs/94-2R1.pdf , 
http://en.wikipedia.org/wiki/PCV_valve

  Kalo saya mah, yang dari PCV-intake malah saya ambilin udara dingin dari luar 
pake filter kecil ajah. Yah itung2, kebersihan ruang bakar dan busi lebih 
terjaga. 
  Nah buat Om Ajat, OCT made in Cianjur ini saringan dalemnya apa ya? Kira-kira 
yang tersaring tuh seluruh uap oli, ato yang ringan-ringan masih bisa lanjut 
jalan?

  cmiiw yak..

  adi
  bci`449

  ----- Original Message ----- 
  From: ajat sudrajat 

  Fungsi Oil Catch Tank (OCT)

  Apa fungsi OCT? Fungsi utama OCT adalah menangkap uap oli yang terhisap oleh 
saluran manipol masuk kedalam ruang bakar, sehingga udara yang dihisap oleh 
mesin didalam ruang bakar benar-benar bersih tidak tercampur oleh uap minyak 
oli mesin, sehingga dapat menekan polusi gas buang sekaligus menyempurnakan 
pembakaran di ruang bakar mesin.

  Menangkap Uap Oli
  Kenapa Uap Oli Harus Ditangkap ? Pada saat mesin mencapai suhu kerja sekitar 
80-90 derajat celcius, ruang oli mesin mendapatkan tekanan dan panas yang 
tinggi, sehingga oli mesin menguap dan dihisap oleh saluran masuk melalui 
sebuah saluran PCV. Pada kondisi tertentu keadaan ini tidak ada masalah, namun 
dalam kurun waktu yang akan datang kondisi ini akan membuat saluran masuk bahan 
bakar menjadi cepat kotor, dan polusi gas buang yang dihasilkan pun relatif 
agak tinggi kadar CO2 karena ada zat uap oli yang ikut terbakar.


  


------------------------------------------------------------------------------



  Tidak ada virus ditemukan dalam pesan masuk.
  Diperiksa oleh AVG - www.avg.com 
  Versi: 9.0.791 / Basis Data Virus: 271.1.1/2799 - Tanggal Rilis: 04/09/10 
01:32:00

Kirim email ke