Pak Nyoman Bangsing,

1. Bicara mengenai sampah untuk mendaur menjadi gas pembangkit listrik untuk
daerah
   Beleleng masih sangat kecil paling bisa di sekitar Dps,Gianyar dan
Tabanan yang juga
   hasinya bisa mencapai 0.6 - 2 MW dan kalau pembentukan bakterinya
bagusdan continou. Contoh Bio Gas
   yang pernah saya ikut mengerjakannya dengan ranch peternak sapi sekita
4000 acre ( HA ), dengan 1500 sapi
   di Texas serta teknologi baru menghasilkan daya sekitar 400 KW ( diesel )
itu juga ada acara byar-pet

2. Saya setuju Pak Bangsing bahwa Batukaru di exploitasi gas alamnya untuk
pembangkit
   di kubur saja ide tersebut, karena membuang uang dan belum tentu berhasil
guna , apalagi dengan dukungan
   teknologi yang serba import, pasti besar pasak dari pada tiang

3. Konsetrasi saja pembangkit listrik baru-gres di pemaron 2 x 150 MW,
sekalian Buleleng dagang listrikkkkk

Teja


-----Original Message-----
From: Nyoman Bangsing [mailto:bangsing@;tf.itb.ac.id]
Sent: Thursday, November 07, 2002 10:55 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [bali] Re: Fwd: Re: Mari Berbagi Ide


Ysh. Bapak Ketut Darma dan teman-teman anggota milis LP3B

Menarik sekali mengikuti wacana yang belakangan berkembang dalam milis
ini. Berkaitan dengan pendapat yang disampaikan Pak Ketut Darma, menurut
saya dari sisi teknis, nampaknya semuanya okey-okey saja. Hanya saja, ada
satu hal yang menurut saya perlu kita garis bawahi, yaitu perihal
pembangkit listrik panas bumi di Bedugul, kalau tidak salah lokasinya
berada di Gunung Batukaru(mohon dikoreksi kalau salah). Kenapa demikian ?
Mari kita kaji dari sisi budaya. Kita di Bali mengenal konsep Kaja-Kelod.
Kaja tidak lain adalah gunung atau bukit, dan kelod kurang lebih ke arah
laut. Kaja dalam konsep budaya Bali selalu ditempatkan sebagai tempat yang
disucikan. Coba kita lihat konsep palemahan di setiap desa di Bali. Tempat
yang paling tinggi untuk tempat suci, di tengah untuk pemukiman, dan di
ujung desa untuk kuburan. Jangan sekali-sekali dibalik.
Bila kita berbicara lokasi dari pusat pembangkit listrik tenaga panas bumi
yang ada di Bedugul, apakah tidak bertentangan dengan konsep kaja-kelod
yang ada di Bali ?
Dari sudut pandang budaya, proyek tersebut mestinya tidak boleh ada.
Apabila kita sendiri sebagai orang Bali tidak peka terhadap hal-hal serius
seperti itu, apakah kita masih bisa menyebut diri kita sebagai orang Bali,
apakah kita masih mengerti budaya kita sendiri ?
Point ini saya sampaikan agar kita sama-sama introspeksi diri.
"Lugra" Pak Ketut, mungkin Pak Ketut lupa akan hal itu, dan hanya
meneropong permasalahan yang ada dari sisi teknis semata.

Usul saya pada moderator, mungkin ada baiknya disertakan juga orang-orang
dengan latar belakang sosiologi, antropologi, serta mereka yang memahami
budaya Bali dalam milis ini. Kita yang berlatar belakang pendidikan
teknik, rasanya kepala kita baru terisi sebelah, yaitu sebelah kiri saja.
Otak belahan kanan mungkin masih perlu diasah. Kita perlu mendengarkan
pandangan teman-teman kita yang berlatar belakang pendidikan seni,
sosiologi,
antropologi, sastra, budaya dsb.
Bila nanti akan dilakukan pemilihan lokasi dari proyek yang akan dibangun,
tolong berkonsultasi dengan ahli antropologi. Kenapa demikian ?
Bali Utara adalah pintu masuk budaya luar ke Bali, sehingga Bali Utara
menyimpan banyak situs-situs arkeologi, yang belum tergali selama ini.

Ide dari Pak Made Wirata saya pikir baik sekali, minimal teknologi yang
ada bisa digunakan untuk menangani sampah yang ada di Bali.
Untuk pembangkit listrik, rasanya masih ada yang bolong, atau sudah
terpikirkan desain keseluruhannya ?

Tulisan ini bukan saya maksudkan untuk memojokkan seseorang, melainkan
hanya untuk menambah wawasan kita bersama, sekalian mengingatkan
kembali bahwa kita mempunyai konsep kaja-kelod. Apabila kita sendiri tidak
menghargai lagi budaya kita sendiri, siapa lagi yang akan menghargainya ?
Kecuali kalau kita sudah mau membuangnya ke keranjang sampah, maka
persoalannya akan menjadi lain. Syukur-syukur bisa dijadikan listrik,
he....he. Maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan di hati Ibu/Bapak.
Semoga kedamaian selalu menyertai kita.

Salam sejahtera dari
Nyoman Bangsing


===================================
 Nyoman Bangsing
 Engineering Physics Department
 Bandung Institute of Technology
 Ganesha 10. Bandung
 Indonesia
 Phone/fax : +62-22-2504424/2504424
 e.-mail   : [EMAIL PROTECTED]
===================================


On Wed, 6 Nov 2002, ketutd wrote:

> Yth rekan-rekan LP3B,
> Saking semakin berkembangnya diskusi-diskusi ini akhirnya tergelitik hati
> saya untuk ikut urun rembuk mengomentari rencana pemindahan PLTU dari
> Tg.priuk ke Lovina/Pemaron.
> Pertama : Kalau dari segi pembangkit yang sudah bekas jelas kita sepakat
> untuk metolak pembangkit bekas pakai karena jelas Bali yang akan rugi dan
> investor juga enggan masuk karena suply listriknya byaaarrr peeeet-
> byaaarrrr peeet melulu, lihat pengalaman pembangkit di Gilimanuk karena
> teknologinya sudah lama pembangkitnya pernah rusak.
> Kedua : Bali kedepan saya sepakat harus mandiri untuk suply tenaga
listrik,
> untuk itu kalau tidak salah survey-survey dan barangkali study
> kemungkinannya sudah lama sekali dilakukan sebagai contoh : Di desa
tejakula
> pernah ada rencana pembangkit listrik dengan energy gelombang, lalu di
desa
> PACUNG? pernah dilakukan survey energy listrik dengan pembangkit sinar
> matahari (kalau enggak salah rekan-rekan dari BPPT ikut), contoh lain
yaitu
> kalau enggak salah justru pembangkit ini yang sudah hampir matang yang
akan
> dibangun oleh pemerintah yaitu pembangkit energy panas bumi di daerah
> Bedugul (Kab. Tabanan), hanya ada kabar bahwa jalan menuju ke proyek ini
> melewati situs purbakala. Nah kalau proyek ini terrealisasi sangat bagus
> karena letaknya terpencil tidak menggangu object wisata (bedugul, Lovina
> Maupun Celukan bawang), karena desa-desa yang saya sebut tadi sudah tumbuh
> sangat pesat termasuk celukan bawang, kalau bapak-bapak tahu sepanjang
> pantai barat singaraja mulai dari desa Pengastulan sampai desa Sumber kima
> sudah menjadi industri tambak bibit ikan bandeng(nener) dan bibit ikan
> kerapu yang dimasa depan akan ada bantuan teknology dari Jerman bersama
> BPPT. Disamping penelitian yang di Desa Gondol terus ditingkatkan
(baru-baru
> ini Ibu Megawati sudah melihat Balai penelitian di Desa Gondol ini. Juga
> sekarang sudah pula tumbuh industri mutiara dan industri pemeliharaan ikan
> hiu (kalau nggak salah rencananya investor dari Jerman), Nah ini semua
butuh
> air laut yang bersih tidak tercemar oleh limbah industri maupun limbah
dari
> pembangkit listrik yang mengandung limbah beracun.
> Ketiga: Kesimpulannya saya sangat tidak setuju pemindahan pembangkit bekas
> yang jelas tidak efisien dan masih mengandung limbah alias tidak ramah
> lingkungan laut!. Kalau tidak salah dulu ada rencana memang relokasi
> pembangkit itu akan ditempatkan di desa Celukan bawang dan ditolak
> masyarakat.Satu karena limbahnya akan mencemari laut sehingga nelayan akan
> terganggu penghasilannya, kedua jelas dari segi SDM desa celukan bawang
> tidak siap sama sekali karena desa ini penduduknya sebagian besar nelayan,
> buruh kasar (bongkar muat di pelabuhan, petani/pekebun,petani tambak saja.
> Jadi dari segi penyerapan tenaga kerja lokal sangat minim, bandingkan
dengan
> pekerja di tambak bandeng, ikan kerapu, mutiara, ikan hiu sangat jauh
> perbandingan penyerapan tenaga kerjanya. Jadi mohon agar pantai barat
> Singaraja jangan diganggu, termasuk Lovina/Pemaron yang sudah tumbuh dan
> berkembang sangat bagus, aman, asri dll.
> Jadi pembangkit listrik tenaga panas bumi sangat ideal buat Bali yang
> depositnya lumayan besar untuk ukuran Bali.Hanya tinggal dicari akses
> masuknya yang baik sehingga tidak melanggar situs yang bagi umat di Bali
> sangat dihormati dan dijaga kelestariannya.
> Sekian masukan-masukan dari saya semoga menjadi tambahan informasi.
> Ketut Darma.
>
> -----Original Message-----
> From: Made Wirata [mailto:madewira@;iptn.co.id]
> Sent: Tuesday, November 05, 2002 2:15 PM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: [bali] Re: Fwd: Re: Mari Berbagi Ide
>
>
> Yth rekan-rekan LP3B,
> kalo boleh saya urun rembuk, sbb.
> 1- dari beberapa e-mail dan surat-surat rekan-rekan termasuk dari Mr
> Biete, saya rasa dapat dirangkum bahwa didaerah Pemaron (khususnya dekat
> Lovina) sudah tidak cocok lagi adanya PLTU tersebut, karena pariwisata
> disana sudah tumbuh, apalagi adanya rencana pemindahan dari Tanjung
> Priuk untuk yang umurnya sudah puluhan tahun, jelas tidak masuk akal.
> Jadi pasti kita bisa tolak.
> 2- saya rasa, mungkin banyak yang sepakat kalau kita di Buleleng,
> umumnya Bali perlu mandiri dari segi sumber energi (artinya diusahakan
> tidak tergantung supplay dari Jawa.
> 3- dari beberapa usul rekan-rekan, menurut saya tinggal dikaji lebih
> jauh untuk pembangunan yang baru misalnya 200 s/d 400 mw sekalian
> (termasuk pemikiran pengembangan jangka menengah dan panjang).
>
> Saya lihat ada yang usul di daerah Telukan Bawang karena daerah
> industri. Bisa jadi ok, selain industri, mungkin cara suply BBM nya
> lebih mudah melalui tangker seperti system di Cilacap, tinggal disiapkan
> dermaganya yang sesuai, atau dengan batubara sesuai yang dibuat di
> Suralaya. Bisa juga memperbesar yang di Gilimanuk, atau bisa juga
> didaerah timur Singaraja (Air sanih ketimur lagi). Tentu semuanya ini
> tinggal didetailkan surveynya. Masalah investor, mungkin banyak yang
> bisa bantu, asalkan bisa buat daerah Buleleng yang berkembang. Khusus
> untuk Telukan Bawang, bisa sekalian untuk pengembangan Dermaganya,
> misalkan penggalakan export yang mungkin perlu kebijakan propensi bahwa
> export barang tertentu dari Telukan Bawang, dan bagian tertentu lagi
> melalui Benoa, dsb.
>
> Demikian urun rembuk dari saya, mudah-mudahan ada manfatnya.
> Terima kasih
> Made Wirata / PT D - Bandung
>
> > ----------
> > From:       Sudarma[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> > Reply To:   [EMAIL PROTECTED]
> > Sent:       Tuesday, November 05, 2002 1:09 PM
> > To:         [EMAIL PROTECTED]
> > Subject:    [bali] Fwd: Re: Mari Berbagi Ide
> >
> > <<Message: [bali] Re: Mari Berbagi Ide>>
> >
> > Yth.Pak Ketut Teja dan Rekan-Rekan LP3B,
> >
> > Sejak semula Milis ini memang diperuntukkan untuk
> > mendiskusikan manfaat dan pengaruh negatif dari Rencana
> > Relokasi 'Power Plant' ke Pemaron/Lovina. Permasalahannya
> > bagi kita adalah Power Plant yang ingin dipindahkan telah
> > berumur 30 tahun dan lokasi pemindahan adalah ke Daerah
> > Wisata Lovina yang telah ditetapkan dengan PERDA no.4
> > 1999, dimana daerah wisata ini telah berkembang sejak 15
> > tahun lalu dan  dapat menampung tenaga kerja sekitar 3500
> > orang. Manfaatnya pasti ada, hanya saja tidak setimpal
> > dengan cost yang harus ditanggung oleh masyarakat lovina
> > dan Buleleng ditinjau dari konsep "World Sustainable
> > Development" yang telah di bahas pada pertemuan PBB di Rio
> > Je Nairo, Kyoto-Japan, Nusa Dua-Bali, dan terakhir di
> > Johanes Burg-Afrika Selatan.
> >
> > Dalam diskusi ini, saya pikir tidak perlu ada yang merasa
> > lebih pintar atau merasa rendah diri. Kita memerlukan
> > informasi dan input sebanyak-banyaknya dari berbagai
> > pihak, selama hal itu berkaitan dengan Rencana Power Plant
> > ini dan Pembangunan Bali umumnya.
> >
> > Yah, kalau kita berandai-andai, maka bermain
> > ungkit-ungkitan juga tidak bisa pintar sendiri, tidak
> > jalan itu unkitannya. Bisa-bisa ia malah jatuh sendiri.
> > Truk ? Ayo, siapa yang ingin diandaikan sebagai  truk.
> > Sebagai sopirnya saja juga susah,ya ? Dalam membahas
> > Rencana Power Plant ini, kalau berandai-andai, sebaiknya
> > kita bermain seperti pemain Gong Gede atau Orchestra.
> > Silahkan ada yang bermain Biola atau Conductor. Yang
> > penting, semua saling melengkapi, bukan ?
> >
> > Salam,
> > Sudarma
> >
> >
> >
> >
> > --- the forwarded message follows ---
> > ======================================================================
> > =============
> > Selama Bulan Suci Ramadhan, ikuti Netkuis Ramadhan, Lomba Design
> > E-Card, Opini Berhadiah hanya di www.plasa.com
> > ======================================================================
> > =============
> >
>
> --
> Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.
>
> Publikasi     : http://www.lp3b.or.id
> Arsip         : http://bali.lp3b.or.id
> Moderators    : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
> Berlangganan  : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
> Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
>
>
> --
> Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.
>
> Publikasi     : http://www.lp3b.or.id
> Arsip         : http://bali.lp3b.or.id
> Moderators    : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
> Berlangganan  : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
> Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
>
>


--
Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.

Publikasi     : http://www.lp3b.or.id
Arsip         : http://bali.lp3b.or.id
Moderators    : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Berlangganan  : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>


--  
Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.

Publikasi     : http://www.lp3b.or.id
Arsip         : http://bali.lp3b.or.id
Moderators    : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Berlangganan  : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>

Kirim email ke