Bravo....., salut saya ucapkan dengan banyaknya komentar terhadap rencana penanggulangan listrik yg byar..pett..terus di Singaraja....ya !! Sorry, saya baru sempat mau ikut nimbrung dikit..... karena ada sedikit kesibukan di kantor.
Tapi, Bli Tut Teja ini....,yang kita pernah ketemu di Pura ujung berung,,, tempo hari..bukan..? sewaktu kita membahas dana yang dipermasalahkan oleh parisadha dan Pembimas.....ya...., ha..ha..ha.. yg sampai kini nggak jelas juga juntrungannya.
Well, untuk rencana pemindahan PLTGU dari tanjung priok ke lovina/ pemaron,
memang ada suatu dilematis saat ini yang cukup urgent dan significant,
karena dalam situasi yang diharapkan untuk keep mainatained terhadap
kontinuitas kelistrikan namun ada ide untuk memanfaatkan PLTGU tersebut
ke Lovina, sehingga berkembang ide-ide cemerlang dari semeton semua.
Menurut saya, ( mohon maaf kalo rada nggak nyambung , karena saya baru
tau info ini sepotong), ada baiknya kalo PLTGU tsb, walu dari segi
life timenya udah puluhan tahun, tapi mari kita pastikan bahwa alat
tersebut sudah pernah dioverhaul..atau direpair...sehingga akan masih bisa
menambah umur hidup alias bisa diharapkan daya pengoperasiannya walau
tidak akan sesuai dengan harapan kita semua.
hal ini, karena saat ini ada " masa antara atau transisi ", yang urgensi kebutuhan sangat tinggi...., apakah tidak sebaiknya kita melakukan checking atau survey untuk mendapatkan data-data teknis, apabila alat tersebut akan digunakan sebagai pemasok sementara untuk berapa lama life timenya dan gimana dari segi daya yg dihasilkan apakah bisa memenuhi target yg diharapkan...?? , sambil menunggu alat yang diharapkan bisa diperoleh.
Maaf, saya ada beberapa pertanyaan ( mungkin udah dijelaskan sebelumnya
di forum email ini, tapi saya blm tau)
1. Sebenarnya ini ide siapa..... artinya apakah ada institusi yg akan
menangani masalah ini ( pemerintah atau swasta murni atau joint venture.....??
2. Gimana status forum email ini, artinya mailing list ini senagaja
ditimbulkan untuk mencari laternatif solusi atau just like brain storming....
untuk seterusnya akan dipakai sbg acuan..gitu...?? atau memang
dicreate oleh pihak yg memang berkepentingan dengan masalah tsb....
3. Gimana tanggapan PLN secara formal, karena setau saya memang udah
ada tanggapan dari seorang kawan dari PLN, tapi ini mungkin sebagai individu,
akan lebih baik kalo yg memberikan tanggapan dari pejabat resmi PLN untuk
mendapatkan statement resmi, bahwa masalah ini juga merupakan "Pemda Concern",
dan bukan hanya dari masyarakat semata, yg ujung-ujungnya akan stag pada
masalah dana.
4. untuk masalah sampah, memang kami dulu ( sewaktu kuliah di ITS,
T. Mesin), pernah kerjasama dg pemda surabaya untuk menanggulangi
masalah sampah dg menggunakan " Incenerator " yg saat ini sudah diperluas
dan alat yg besar ditempatkan di Keputih - Sukolilo - Surabaya.
5. Untuk pembangkit listrik, gimana kalo kita manfaatkan air yg melimpah
dengan membangun PLTA dari prototype yg sederhana dahulu, mengingat
Bali khan sistem pengairannya cukup famous di Indonesia.
6. PLTGU tsb, statusnya akan diberikan sebagai " hibah"
atau sewa atau beli atau gimana...dan ini perlu untuk dihitung dari aspek
ekonomis dan teksnisnya.... agar tidak effort yg besar akan sia-sia.....
karena lebih besar pasak dari tiangnya...!!
Dan masih akan berkembang lagi kalo kita bahas lebih lanjut....
Sekali lagi saya mohon maaf bila ada kalimat atau ide atau saran yg
nggak nyambung, soalnya saya masuk ditengah-tengah pembahasan barang kali.
Kalo dengan Bli Nyoman Bangsing, kami acapkali ketemu di SD angkasa kalo ngantarin anak sekolah Agama Hindu setiap hari minggu.., tapi belum sempat membasah masalah ini...
Selamat atas media ini, yang amat positif dan produktif dalam menggali potensi dari kawan-kawan dari Bali yg concern terhadap gegap gempita yg menyangkut Bali..
Sekian terima kasih.
Om Shanti, Shanti, Shanti Om
Kt. Rumandiana
PT. Dirgantara Indonesia
UPC - Special Mission Aircraft
Telp. (022) 605.4346
H/P. 0816.626463
[EMAIL PROTECTED] wrote:
Yth Pak Sudharma, Pak Made Wirata dan rekan rekan milis LP3Bterimakasih masukannya dan coba di stem dulu suaranya
1. PLT-Uap (PLTU ?) yang berumur 30 tahun dipindah dari suatu tempat ke
pemaron
dengan refurbishing di sana sini, sebesar 50 MW dengan usianya tentu
bisa berfungsi 70 %2. Karena power plant ini barang bekas, relokasinya tentu butuh dana sampai
PLTU itu byar dan dalam jangka
waktu tertentu sehingga ROI-nya perlu di kaji, mau untung jadi buntung.
Barang bekas (babe) endurancenya bagaimana, apa bisa narik keuntungan dan
apakah perda tersebut
kusus ini barang bekas ini pak Wisnaya ?3.Apakah ada studi barang baru yang besarnya 2 x 150 MW atau 3 x 150 MW
Dari data Alstrom harga Powerplant per MW= 500 000 USD turn keyJadi rekan rekan milis saya setuju di buat barang baru saja , seperti bemo
baru, dia akan bekerja selama 4-5 tahun
untuk mencari uang untuk mengembalikan pinjaman, dan penumpang dilayani
sampai ketempat tujuan tanpa mogok
dijalan dan rewel sana sini.Barang bekas tohhh.....................
Ketut Teja
-----Original Message-----
From: Made Wirata [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Tuesday, November 05, 2002 2:15 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [bali] Re: Fwd: Re: Mari Berbagi IdeYth rekan-rekan LP3B,
kalo boleh saya urun rembuk, sbb.
1- dari beberapa e-mail dan surat-surat rekan-rekan termasuk dari Mr
Biete, saya rasa dapat dirangkum bahwa didaerah Pemaron (khususnya dekat
Lovina) sudah tidak cocok lagi adanya PLTU tersebut, karena pariwisata
disana sudah tumbuh, apalagi adanya rencana pemindahan dari Tanjung
Priuk untuk yang umurnya sudah puluhan tahun, jelas tidak masuk akal.
Jadi pasti kita bisa tolak.
2- saya rasa, mungkin banyak yang sepakat kalau kita di Buleleng,
umumnya Bali perlu mandiri dari segi sumber energi (artinya diusahakan
tidak tergantung supplay dari Jawa.
3- dari beberapa usul rekan-rekan, menurut saya tinggal dikaji lebih
jauh untuk pembangunan yang baru misalnya 200 s/d 400 mw sekalian
(termasuk pemikiran pengembangan jangka menengah dan panjang).Saya lihat ada yang usul di daerah Telukan Bawang karena daerah
industri. Bisa jadi ok, selain industri, mungkin cara suply BBM nya
lebih mudah melalui tangker seperti system di Cilacap, tinggal disiapkan
dermaganya yang sesuai, atau dengan batubara sesuai yang dibuat di
Suralaya. Bisa juga memperbesar yang di Gilimanuk, atau bisa juga
didaerah timur Singaraja (Air sanih ketimur lagi). Tentu semuanya ini
tinggal didetailkan surveynya. Masalah investor, mungkin banyak yang
bisa bantu, asalkan bisa buat daerah Buleleng yang berkembang. Khusus
untuk Telukan Bawang, bisa sekalian untuk pengembangan Dermaganya,
misalkan penggalakan export yang mungkin perlu kebijakan propensi bahwa
export barang tertentu dari Telukan Bawang, dan bagian tertentu lagi
melalui Benoa, dsb.Demikian urun rembuk dari saya, mudah-mudahan ada manfatnya.
Terima kasih
Made Wirata / PT D - Bandung> ----------
> From: Sudarma[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Reply To: [EMAIL PROTECTED]
> Sent: Tuesday, November 05, 2002 1:09 PM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: [bali] Fwd: Re: Mari Berbagi Ide
>
> <<Message: [bali] Re: Mari Berbagi Ide>>
>
> Yth.Pak Ketut Teja dan Rekan-Rekan LP3B,
>
> Sejak semula Milis ini memang diperuntukkan untuk
> mendiskusikan manfaat dan pengaruh negatif dari Rencana
> Relokasi 'Power Plant' ke Pemaron/Lovina. Permasalahannya
> bagi kita adalah Power Plant yang ingin dipindahkan telah
> berumur 30 tahun dan lokasi pemindahan adalah ke Daerah
> Wisata Lovina yang telah ditetapkan dengan PERDA no.4
> 1999, dimana daerah wisata ini telah berkembang sejak 15
> tahun lalu dan dapat menampung tenaga kerja sekitar 3500
> orang. Manfaatnya pasti ada, hanya saja tidak setimpal
> dengan cost yang harus ditanggung oleh masyarakat lovina
> dan Buleleng ditinjau dari konsep "World Sustainable
> Development" yang telah di bahas pada pertemuan PBB di Rio
> Je Nairo, Kyoto-Japan, Nusa Dua-Bali, dan terakhir di
> Johanes Burg-Afrika Selatan.
>
> Dalam diskusi ini, saya pikir tidak perlu ada yang merasa
> lebih pintar atau merasa rendah diri. Kita memerlukan
> informasi dan input sebanyak-banyaknya dari berbagai
> pihak, selama hal itu berkaitan dengan Rencana Power Plant
> ini dan Pembangunan Bali umumnya.
>
> Yah, kalau kita berandai-andai, maka bermain
> ungkit-ungkitan juga tidak bisa pintar sendiri, tidak
> jalan itu unkitannya. Bisa-bisa ia malah jatuh sendiri.
> Truk ? Ayo, siapa yang ingin diandaikan sebagai truk.
> Sebagai sopirnya saja juga susah,ya ? Dalam membahas
> Rencana Power Plant ini, kalau berandai-andai, sebaiknya
> kita bermain seperti pemain Gong Gede atau Orchestra.
> Silahkan ada yang bermain Biola atau Conductor. Yang
> penting, semua saling melengkapi, bukan ?
>
> Salam,
> Sudarma
>
>
>
>
> --- the forwarded message follows ---
> ======================================================================
> =============
> Selama Bulan Suci Ramadhan, ikuti Netkuis Ramadhan, Lomba Design
> E-Card, Opini Berhadiah hanya di www.plasa.com
> ======================================================================
> =============
>--
Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.Publikasi : http://www.lp3b.or.id
Arsip : http://bali.lp3b.or.id
Moderators : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Berlangganan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>--
Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.Publikasi : http://www.lp3b.or.id
Arsip : http://bali.lp3b.or.id
Moderators : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Berlangganan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
