Menurut saya di Bali tidak perlu yang "ter" baik, cukup baiklah, jangan
rongsokan yang umurnya sudah uzur seperti yang saat ini dipasang lagi,
pake polusi lagi....

> ----------
> From:         Tjahjokartiko Gondokusumo[SMTP:[EMAIL PROTECTED]
> Reply To:     [EMAIL PROTECTED]
> Sent:         Monday, May 10, 2004 2:11 PM
> To:   [EMAIL PROTECTED]
> Subject:      [bali] Re: berita di bali post
> 
> Dear All
> �
> Masalahnya apakah PLTGU itu? Dimanakah saya dapat menemukan PLTGU yang
> terbaik di Indonesia? Apakah Bali ingin punya PLTGU paling baik se
> Indonesia,� ASEAN,�APEC atau worldwide?
> �
> Best regards
> Tjahjokartiko
> 
> putuwidhiantara <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>       Dear All, Jujur saja,secara pribadi pun saya merasa bahwa
> kunjungan komisi VIII ke Buleleng juga penuh muatan politis. Pertama
> adalah dari masa jabatan DPR yang hanya sebentar lagi, kedua adalah
> jika melihat situasi pemerintahan sekarang, tidak ada topik yang lebih
> penting dari masalah Pemilu dan Konflik dimata mereka. jadi jika
> sampai mereka turun melihat masalah ini ke buleleng apakah bukan
> sekedar basa - basi yang terlalu basi saja.... yah....itulah indonesia
> yang selalu basa - basi. best, Putu widhiantara On Sun, 9 May 2004
> 21:55:58 -0700 (PDT) nyoman suwela wrote: >Tokoh Adat Buleleng dan
> PLTGU > Dalam Harian Bali Post tanggal 9 Mei 2004 hal. 15 >telah
> dimuat berita dengan judul ? Dipertanyakan , >Peninjauan Komisi VIII
> ke PLTGU Pemaron?. Yang sangat >menarik dari pemberitaan itu adalah
> pernyataan yang >disampaikan oleh yang menyebut d irinya tokoh adat
> >Buleleng, Bapak Made Rimbawa, yang petikannya adalah sbb >: ?
> ?..Apalagi ketika Ketua Majelis Madia Desa Pakraman >Buleleng Made
> Rimbawa mempertanyakan kedatangan anggota >DPR tersebut, apakah
> sekedar meninjau proyek itu atau >mempermasalahkannya. Kalau
> kedatangan untuk >mempermasalahkan, Rimbawa mengatakan anggota DPR itu
> tak >perlu mempermasalahkan lagi karena sebagian besar warga >Buleleng
> sudah menyetujui proyek tersebut. Kalau pun ada >yang tak setuju,
> orang itu mungkin tak setuju karena >tidak diajak bekerja sama dengan
> Indonesia Power,?. > > Apa yang menarik disini adalah statement yang
> menyebut >dirinya tokoh Adat : > > Kedengarannya aneh bagi yang
> menyebut dirinya tokoh >adat telah mengatakan bahwa sebagian besar
> masyarakat >Buleleng telah menyetujui proyek itu. Sepertinya beliau
> >telah menempatkan dirinya sebagai wakil rakyat, meskipun >tanpa
> melalui Pemilu. Akan lebih tepat kalau beliau >berbi cara tentang
> masalah adat seperti konflik antara >masyarakat adat, anak kembar
> ?buncing? yang diasingkan. >Justru tokoh ini lebih banyak bicara soal
> proyek listrik, >yang bukan bidangnya. > Yang lebih menyakitkan lagi
> adalah seakan-akan ada >tuduhan bahwa yang tak setuju karena tidak
> diajak bekerja >sama dengan Indonesia Power. Kasihan benar teman-teman
> >kita dari PHRI, LP3B, WGPSR, WALHI, tokoh-tokoh yang >pantas bicara
> soal listrik dan lingkungan seperti Bapak. >Wayan Sudja, Bapak Tunggul
> Sirait, Bapak Fabby Tumiwa, >Bapak Wisnaya, Bapak Suyatna dan masih
> banyak lagi, yang >telah berjuang karena keprihatinan beliau akan masa
> depan >pariwisata, lingkungan, kepastian hukum, telah >direndahkan
> dengan nuansa tuduhan seperti itu. Mereka >yang tak setuju dengan
> lokasi PLTGU di Pemaron telah >memaparkan alasannya dengan gamblang
> dari segala >aspeknya, hukum, teknis, lingkungan dsb., secara terbuka
> >seperti seminar di Perguruan Tinggi, jumpa pers, membuka >website,
> mailing list, sampai ke DPRD Kabupaten dan >Propinsi. Perjuangan yang
> elegan ini tentu akan sangat >ternodai dengan tuduhan oleh seorang
> yang menyebut >dirinya tokoh adat, yang telah berbicara diluar
> >koridornya. > >Kita yakin bahwa anggota Komisi VIII DPR RI tidak akan
> >sepicik itu untuk datang jauh-jauh ke Buleleng hanya >mencari
> permasalahan. Tentu beliau telah mendapat >masukan yang cukup sehingga
> menjadi alasan yang kuat >untuk datang ke Buleleng. Tapi sayang, yang
> datang dalam >pertemuan adalah mereka yang mendukung proyek tersebut
> >sehingga pertemuan itu menjadi ?one way traffic? sehingga >jauh dari
> obyektif. Namun kita yakin, wakil-wakil kita >dari Komisi VIII akan
> tetap bisa melihat masalah ini >secara obyektif. Kalau tidak, sia-sia
> kita menyebut >mereka wakil rakyat. > > Sekian rekan-rekan kita and
> finally we are looking >forward to your comments. > >NS. > > > > &g t;
> >--------------------------------- >Do you Yahoo!? >Win a $20,000
> Career Makeover at Yahoo! HotJobs 
> 
> ======================================================================
> =====================
> 
>       Netkuis Instan untuk wilayah Bandung (kode area 022) -
> SD,SMP,SMA berhadiah total puluhan juta rupiah... periode I dimulai 1
> April 2004
> 
> 
> ======================================================================
> =====================
>       -- Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia. Publikasi :
> http://www.lp3b.or.id Arsip : http://bali.lp3b.or.id Moderators :
> Berlangganan : Henti Langgan : 
> �   �
> 
> Do you Yahoo!?
> Win a $20,000 Career Makeover at Yahoo! HotJobs
> <http://pa.yahoo.com/*http://us.rd.yahoo.com/hotjobs/hotjobs_mail_sign
> ature_footer_textlink/evt=23983/*http://hotjobs.sweepstakes.yahoo.com/
> careermakeover> 
> 


--
Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.

Publikasi     : http://www.lp3b.or.id
Arsip         : http://bali.lp3b.or.id
Moderators    : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Berlangganan  : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>

Kirim email ke