P Suparta, Di Bali sekarang sedang sibuk mencari facilitator untuk program PPK dan P2KP projectnya World Bank yang sangat arogan itu dengan nama 'pengentasan kemiskinan' Siapa yang bisa mengentaskan kemiskinan? Ya si miskin itu sendiri.
Miskin kan nggak masalah.... asal adil, kalau ada air mengalir, sarana dan prasarana sekolah yang layak, guru yang mau ngajar dan tau cara mengajar (bukan cuma asal kesekolah karena dapat gaji), puskesmas yang efektif dan tidak mahal, makanan yang bergizi...... ya yang mau tetap miskin ya nggak apa kan. Yang tidak disadari adalah dana yang dari WB itu hanya 30% saja kalau di Bali, jadi sisanya itu dari uang masyarakat sendiri (apbd, kan datangnya dari pajak masyarkat), jadi sebenarnya mengelola dananya sendiri. Tapi nggak ada yang sadar sekalipun facilitatornya, jadi akhirnya mubasir saja juga dan buang uang sendiri. Kalau soal pariwisata, dinas pariwisata nya juga cuma cetak brosure yang tidak informatif. Ada pola pikir yang harus dirubah disini dan sdm yang berkualitas serta kompeten. Bukan saja tidak percaya pada Dinas Pariwisata, tapi kecewa..... apalagi di Bali (satu satunya lho) ada BTB, Bali Tourism Board, yang kerjanya hanya berantem soal internnya sendiri lain tak lain ya karena soal duit bukan ngurusin konstituennya.... Kita coba saja konsisten dengan masyarakat target, itupun kendalanya... karena dengan program PPK DAN P2KP ini yang saya amati karena melalui Kepala Desa (tangannya pemerintah juga) jadinya juga tidak kena. Apalagi kalau saya amati di lapangan.... terbangunnya 'premanisme' di desa desa... jadi masyarakatnya yang jadi korban lagi. Kita juga harus berhati hati ternyata dengan adanya 'bottom up' itu pemerintah punya tendensi 'dibiarkan saja jalan sendiri' dan diserahkan kepada Kepala Desanya tanpa sop dan mekanisme pengawasan, cek and balance... dll. Kepala Desanya kemudian juga bisa jadi tengkulaknya....pemungut retribusinya...dll yang menghidupi gaya preman tersebut. sekian dulu ya.... Vieb ----- Original Message ----- From: GBSuparta To: [email protected] ; [email protected] Cc: Gde Wisnaya Wisna Sent: Monday, January 15, 2007 7:27 PM Subject: [bali] Re: JADWAL Dear All, Ide pembangunan pariwisata Viebeke baik juga. Tahun 2005 saya (orang Fisika) dengan Pusat Studi Pariwisata UGM sempat ikut merumuskan konsep "Friend of Community (FoC) Hotel", dan sebenarnya sudah "nyantol" di Depbudpar dan Menkokesra. Ide itu juga didukung oleh Pak Emil Salim, Pak Koesnadi, Pak Gde Ardika, juga beberapa mitra di ASEAN. Juga cukup mendapat dukungan dari Hotel2 di Yogya. Tapi, Gempa 27 Mei 2006 membuat semua "berantakan". Iklim pariwisata Yogya sedang tidak mendukung untuk mengembangkan konsep FoC. Menurut konsep itu, Pemerintah tidak perlu disibukkan dengan urusan "teknis kepariwisataan", dan lebih berperan sebagai fasilitator dan promotor. Selebihnya, masyarakat sendiri yang akan mengatur dirinya sendiri. (Jadi, mungkin saya sangat sedih jika Pemerintah Bali yang urusan Pariwisata cenderung "nyongkokin taen kebo"), sehingga ada rasa "ketidak-percayaan" kepada Pemerintah (Dinas Pariwisata) seperti ungkapan berikut: Viebeke menulis: ......membicarakan kesiapan masyarakat untuk meresmikan jalan tersebut, diresmikan oleh masyarakat untusk masyarakat ya P Wis, jangan sampai kebobolan di resmikan oleh pemerintah kemudian mereka buat anggaran biaya seakan biaya pemerintah lo.... Saya menyambung lagi: Padahal saya menaruh harapan cukup besar jika konsep itu terpenuhi maka upaya pemberdayaan masyarakat akan sangat efektif dan efisien. Konsep kami itu menjadi penting dalam konteks Corporate Social Responsibility (CSR) yang sistem mutunya oleh ISO akan diluncurkan tahun 2008. Saya menyusun konsep itu dengan visi "manajemen mutu" sehingga segalanya menjadi terukur dan terdokumentasi. Bagaimana ya caranya agar konsep itu bisa dilaksanakan? Sementara ini, kebetulan saya sedang memegang posisi sebagai Sekretaris Dewan Kebudayaan DIY. Saya juga melihat beberapa lingkungan (termasuk masyarakat Hindu) di Yogyakarta yang bisa diberdayakan jika ada dukungan yang cukup. Saya juga pegang jabatan di UGM sebagai "pemadu dan pemandu" berbagai kegiatan lintas-bidang. Saya juga seorang teknologis yang punya akses di sejumlah bengkel lokal untuk membuat apasaja sepanjang ada uang, mulai dari penjernih air, genset aki, air mancur, hingga........ radiografi digital, sistem pemindai security, dan berbagai mesin untuk mendukung ekonomi rakyat. Namun, tentu saja, saya tidak bisa membuat untuk dijual murah apalagi disumbangkan (charity) karena hal ini menyangkut komitmen saya untuk membuat masyarakat sustainable dalam bidang ekonomi (industri berbasis kemampuan rakyat). Mungkin ada yang terinspirasi? Salam, Gede Bayu Suparta Asana Viebeke Lengkong <[EMAIL PROTECTED]> wrote: P Wis, ini jadwal kita ke kampoeng anyar dan butiyang untuk hari Rabo nanti. Saya beserta kawan kawan Pratista sekalian monitoring jalan dan assessment kebutuhan anak anak di Butiyang untuk pendidikan...... Saya akan juga menyerahkan dana untuk food for work nya ya.... dan juga membicarakan kesiapan masyarakat untuk meresmikan jalan tersebut, diresmikan oleh masyarakat untusk masyarakat ya P Wis, jangan sampai kebobolan di resmikan oleh pemerintah kemudian mereka buat anggaran biaya seakan biaya pemerintah lo..... Mungkin baik juga kita buat kan papan program dimana ada peta butiyang jadi bisa menjadi sarana turis jalan jalan ke atas bukit di dusun butiyang.... dikemas dengan baik jadi bisa jalan jalan dari dusun ke dusun dan menjadi tempat yang asyik dan juga pendapatan untuk masyarakat lokalnya..... di dusun dibuatkan tempat resting untuk minum kopi, jajan, soda.... dll..... don't you think it's a good idea? Marketingnya di persilakan para tour operator untuk mencoba...... air di sekolah di tampung di stainless steel tank (akan saya bantu juga) filterized supaya bersih dan dapat diminum oleh murid dan warga..... Perlu ada pendidikan lingkungan oleh yayasa GUS (nanti saya minta ikut juga) - SUSTAINABLE TOURISM THROUGH COMMUNITY BASED DEVELOPMENT EFFORTS what do you think???????? Salam, Viebeke ------------------------------------------------------------------------------ Cheap Talk? Check out Yahoo! Messenger's low PC-to-Phone call rates.
