Ya, Pak Tjahyo, dll.
Sebaiknya tidak usah memikirkan cara agar BUMN berkuasa atau Swasta bisa
kaya. Biar itu menjadi urusannya. Tapi kalau Pak Tjahyo memang ada di lingkaran
itu, silakan saja. Jika sekiranya pemikiran saya diperlukan, tidak ada salahnya
kalau saya diminta menjadi "konsultan"-nya. He...he...he...
BTW, kekuasaan dan kekayaan itu belum tentu merupakan parameter keunggulan
yang bersifat mutlak. Yang perlu dipikirkan (dan dilaksanakan) adalah mekanisme
agar sistem berjalan. Perjalanan yang tersendat-sendat masih lebih baik
daripada macet. Ini perlu proses. Artinya, dinamika itu penting karena menurut
ilmu fisika, dinamika memberikan kemungkinan terciptanya ruang gerak!
Masalahnya kemudian adalah bagaimana bergerak yang smart, tanpa banyak menyerap
tenaga - tetapi justru sebaliknya menghasilkan energy build-up yang membuat
sistem mengalam eksitasi!
Misalnya, di Bali punya sistem adat. Adat harus berjalan, apapun alasannya,
bagaimanapun tingkat intelektualitasnya. Jika ada adat yang buruk, sebaiknya
dimusyawarahkan untuk diubah, dieliminasi atau dibuat baru. Tidak mesti yang
bernama adat, yang merupakan "warisan" itu dipelihara. Boleh diubah, minimal
direvitalisasi sesuai dengan tuntutan jaman kalau memang tidak sesuai.
Tegasnya, jangan tinggalkan adat.
Satu contoh lagi. Bali itu terkenal dengan kekayaan seni dan budayanya.
Sistem adat menjadi semacam "regulator" bagi pertumbuhan, pelestarian dan
pengembangan adat. Namun, kita juga harus waspada kalau seni dan budaya itu
menyarankan suatu pola kehidupan yang santun, sopan, panutan, dll. Saya tentu
gelisah ketika para seniman di Bali tampil "apa adanya" - berambut gondrong,
telanjang dada, pakai celana sobek, agak nge-punk! Saya tentu akan bahagia jika
para seniman Bali pake pakaian bali ketika di rumah ataupun sedang bekerja.
Contoh-contoh itu adalah bagian kecil dari yang disebut "menjalankan sistem".
Sebagai manusia, kita BISA melakukan apa saja karena ke-BISA-an bertumpu pada
"kemampuan dan kesempatan". Namun, tidak semua hal yang BISA dilakukan itu,
BOLEH dilakukan. Karena BOLEH berkait dengan ATURAN (regulasi, awig-awig,
tuntunan, panduan, dll).
Salam,
Gede Bayu Suparta
Fisikawan
(yang kebetulan menjadi Sekretaris Dewan Kebudayaan DIY)
CHPStar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dear Suparta
Betul 1) kekayaan dan 2) kekuasaan di Indonesia sudak tidak unggul. Saya lagi
berfikir keras bagaimana BUMN itu bisa berkuasa lagi dan Swasta itu bisa kaya
lagi setelah KKN dilarang? Saya sering mengamati apabila BUMN dan Swasta
disuruh bekerjasama koq ibaratnya seperti anjing sama kucing ya?
Tapi kan ada anjing dan kucing dipelihara oleh orang, walaupun orang ini
sangat langka. Apakah ini model yang bagus untuk dikembangkan?
Tjahjo
GBSuparta <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kalau kita mau ber-"co-operated", maka esensinya kita sudah saling mengakui
bahwa kita tidak berminat untuk saling unggul-mengguli ataupun saling
mengunggulkan diri. Kalau kita mau ber-"co-operated", maka seharusnya kita
sudah bisa memahami bahwa setiap manusia memiliki keunggulan masing-masing.
Mungkin seseorang itu penakut? Tetapi, penakut itu justru adalah suatu
keunggulan pada suatu waktu tertentu. Juga menjadi "referensi" bagi orang
"berani". Jadi, kalau kita bicara "keunggulan koperatif", tampaknya kok tidak
relevan - walaupun wording-nya benar.
Selanjutnya, apakah kekayaan atau kekuasaan itu bentuk keunggulan? Belum
tentu.
Pejabat itu belum tentu berkuasa, walaupun secara nyata dia duduk di sebuah
jabatan tertentu. Karena, pejabat pun boleh memilih untuk tidak menonjolkan
keunggulannya. Justru, keunggulannya kadang bisa ditonjolkan ketika semua orang
dimotivasi sehingga secara kolektif memiliki keunggulan.
Salam,
GB Suparta
CHPStar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Ide bagus ni saya bedah sesuai dengan ideologi yang ada dipelajaran sekolah
dasar ya:
"kaya" adalah keungulan kompetitif !
"berkuasa" adalah keunggulan komparatif I
mereka tidak akan sanggup menjadi "open system" dan pasti kerjasamanya
namanya KKN.....dst. . . . masalahnya yang nggak nyambung, mana keunggulan
"koperatif" nya kita ?
---------------------------------
Never miss an email again!
Yahoo! Toolbar alerts you the instant new Mail arrives. Check it out.
---------------------------------
Any questions? Get answers on any topic at Yahoo! Answers. Try it now.
---------------------------------
Now that's room service! Choose from over 150,000 hotels
in 45,000 destinations on Yahoo! Travel to find your fit.