Kalau kita mau ber-"co-operated", maka esensinya kita sudah saling mengakui 
bahwa kita tidak berminat untuk saling unggul-mengguli ataupun saling 
mengunggulkan diri. Kalau kita mau ber-"co-operated", maka seharusnya kita 
sudah bisa memahami bahwa setiap manusia memiliki keunggulan masing-masing. 
Mungkin seseorang itu penakut? Tetapi, penakut itu justru adalah suatu 
keunggulan pada suatu waktu tertentu. Juga menjadi "referensi" bagi orang 
"berani". Jadi, kalau kita bicara "keunggulan koperatif", tampaknya kok tidak 
relevan - walaupun wording-nya benar.
   
  Selanjutnya, apakah kekayaan atau kekuasaan itu bentuk keunggulan? Belum 
tentu. 
  Pejabat itu belum tentu berkuasa, walaupun secara nyata dia duduk di sebuah 
jabatan tertentu. Karena, pejabat pun boleh memilih untuk tidak menonjolkan 
keunggulannya. Justru, keunggulannya kadang bisa ditonjolkan ketika semua orang 
dimotivasi sehingga secara kolektif memiliki keunggulan.
   
  Salam,
   
  GB Suparta
  
CHPStar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
    Ide bagus ni saya bedah sesuai dengan ideologi yang ada dipelajaran sekolah 
dasar ya:
   
  "kaya" adalah keungulan kompetitif !
  "berkuasa" adalah keunggulan komparatif I
  mereka tidak akan sanggup menjadi "open system" dan pasti kerjasamanya 
namanya KKN.....dst. . . . masalahnya yang nggak nyambung, mana keunggulan 
"koperatif" nya kita ?

 
---------------------------------
Never miss an email again!
Yahoo! Toolbar alerts you the instant new Mail arrives. Check it out.

Kirim email ke