Hope and happiness on AsiaHi Popo, CONGRATULATION.... 

Pastinya sih sudah terbayangkan oleh Popo apa yang akan disampaikan dan 
diharapkan bisa terserap dalam waktu yang juga pastinya sangat terbatas....

YOU ARE THE BEST MATE! GO FORWARD... and enjoy.... uhuhuh.... GEISHA bo....

luv, vieb


  ----- Original Message ----- 
  From: Popo Danes 
  To: [email protected] 
  Sent: Thursday, October 04, 2007 10:15 PM
  Subject: [bali] Hope and happiness on Asia


  Teman-teman,

  Sekedar pemberitahuan, awal November depan saya diminta Tokyo University 
menjadi salah satu pembicara dalam International Symposium yang topiknya rada 
unusual : Dialogue with Asia, on Hope and Happiness. Ini antara lain berkaitan 
dengan cara-cara Asia untuk menghitung-hitung index kebahagiaan, tanpa 
bermaksud nyaruang keterbelakangan. Yang diundang bicara nanti orang-orang yang 
dianggap ikut contribute bikin orang lain jadi bahagia (kata panitia), seperti 
misalnya musisi, penulis, kartunis, beberapa seniman, hingga orang konyol macam 
saya.

  Yang mau saya ceritakan nanti adalah cara-cara Bali untuk bikin hidup kita 
balance, yang macam Tri Hita Karana itu, dan beberapa hal lain yang bisa saya 
olah, bumbui dan sajikan. Siapa tahu pola hidup penyakap macam saya bisa 
menjadi trend lifestyle baru di Asia. Memang mestinya dari 24 jam kita sehari, 
secara sederhana bisa dibagi 3 : 8 jam untuk tidur, 8 jam untuk kerja, 8 jam 
untuk yang lain, termasuk mengisi kesenangan. Namun karena iklim kompetisi, 
kita cenderung untuk kerja 20 jam, tidur 2,5 jam dan lain-lain 1,5 jam. 
Mengerikan sekali

  Berikut saya lampirkan abstraksi yang barusan saya submit ke panitia. Saya 
akan berusaha sebanyak mungkin mengetengahkan Balinese way of life yang bisa 
disumbangkan untuk sebuah warna Asia yang baru, dengan tetap waspada supaya 
misalnya Wayang CenkBlonk tidak malah dipatenkan oleh Malaysia, ha ha ha . 
Kalau ada yang mau sumbang saran, sangat saya hargai.

  Salam, 
  pd





Kirim email ke