lo kan jadi sambil liburan dengan kita anak anak sekolah nya.... pasti senang 
kita buatkan acara...... bagi bagi sepatu kaos kaki...
  ----- Original Message ----- 
  From: Pan Bima 
  To: [email protected] 
  Sent: Saturday, October 06, 2007 2:37 PM
  Subject: [bali] Re: Hope and happiness on Asia


  Mbak Vieb, 

  Kalau pas waktu lebaran saya bisa, kan sekalian berlebaran disana. Tapi 
anak-anak sekolah butiyang juga libur dong pada saat itu.

  Saya akan kontak p. Alus, kapan mereka siap.

  salam 
  wis

   
  On 10/6/07, Asana Viebeke Lengkong <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 
    P Wis, saya sudah terima fax nya..... aduh tulisan tangan ya.... hehehe 
jadi sekarang harus di transfer ke ..... 

    Saya siapkan dan kita akan kesana sesudah lebaran atau malahan waktu 
lebarannya itu sekalian mau bicarakan kelompok sapi dan pembagian susu 
anak-anak...  setelah itu kita akan kordinasi dengan dinas untuk latihan 
mengembala sapi sehat..... 

    Pak ada waktu kapan supaya bisa hadir juga....
      ----- Original Message ----- 
      From: Pan Bima 
      To: [email protected] 
      Sent: Saturday, October 06, 2007 2:03 PM
      Subject: [bali] Re: Hope and happiness on Asia

       
      Popo, sajaan lakar bani ngedengang foto saya ? Bise melaib Geisha 
ne...he..he..he
      Yen serius, dadi jemak di lp3b.com..he..he..he

      Anyway, bagus sekali cara Popo membagi waktu..dan menyeimbangkan 
semuanya..

      salam
      wis
       
      On 10/6/07, Asana Viebeke Lengkong <[EMAIL PROTECTED] > wrote: 
        HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAH HACIH....

        Kalau di paragraf pertama dia manis..... di paragraf terachir.... balas 
dendam......kemarin saya ditawarin jadi drupadi... biiiih sube sebeng jegeg 
eeee sekarang jadi Geisha... saya bisa bayangkan rupa saya metapel... tapi 
asyik juga ya mimpi jadi Geisha.... 

        Amen di telpon kal pisuhin I Popo....... hehehe

        vieb
          ----- Original Message ----- 
          From: Popo Danes 
          To: [email protected] 
          Sent: Saturday, October 06, 2007 11:36 PM
          Subject: [bali] Re: Hope and happiness on Asia

           
          Pak Wis, Vieb,

          Thanks supportnya. Ini ceritanya bermula ketika seorang Professor 
Antropologi dari Tokyo ingin mengadakan riset tentang majalah kartun kami, 
Bog-Bog. Kebetulan si Professor ini menceritakan rencana ini ke temannya di 
Indonesia, Yudistira Massardi, si Arjuna Mencari Cinta itu. Yudis bilang, 
kenapa tidak sekalian tinggal di rumah Popo saja ? Dia teman baik saya dan 
salah satu pemilik Bog-Bog. Jadilah sang Professor ke Bali, dan tinggal di 
rumah saya di Renon. Dua hari ngobrol ngalor ngidul, sambil berburu duren 
(waktu itu musim duren), dia rupanya ingin lebih banyak tahu tentang kehidupan 
saya. Dia tanya, kamu kok bisa ? Jadi arsitek ikutan global competition, masih 
sering pulang kampung menyame braye-lah, nengok abian-lah, masih ngurusin 
seniman-seniman, masih sempat bikin majalah kartun, masih sempat masak-masak 
untuk teman yang main ke rumah. Jawaban saya simple, Arsitek itu profesi, masak 
itu hobby, urusin seniman itu untuk cari teman ketawa diluar wilayah stress 
saya, menyame braye itu dedikasi terhadap keluarga dan kampung halaman, dan 
seterusnya .... And this is a truly Balinese way saya bilang. Saya tidak ambil 
banyak kerjaan, kerjaannya hanya satu. Yang lainnya seneng-seneng. 

          Eh rupanya pulang ke Tokyo, dia merancang symposium ini, diajukan ke 
Universitas, dan terjadilah semua ini. Memang saya selalu mencoba untuk ntuk 
bisa mengangkat sesuatu dari Bali. Orang Bali ini pulau tersohor, banyak orang 
kemari, ya memang harus kita manfaatkan peluang ini untuk networking kita yang 
positif. Makanya saya getol untuk mendorong anak-anak muda untuk ikut bermain 
secara aktif dan positif. Saya pikir, itu semuanya pilihan kita-lah. Mau ikut 
bermain, mau jadi penonton, mau teriak-teriak, silakan. Saya senang untuk ikut 
bermain, berbagi, dan belajar dari perkembangan dunia. 

          Khusus untuk pak Wis, saya minta tolong dibekelin satu fotonya. Nanti 
kalau ketemu satu Geisha mau saya tunjukin fotonya pak Wis. Siapa tahu dia 
tertarik juga, dan mau saya bawa pulang dan saya persembahkan ke tuan 
moderator. Kalau dia nggak mau, saya akan beli satu Kimono, nanti saya minta 
Viebeke yang pakai, saya akan ajak dia tangkil ke Kampung Tinggi. Tapi Viebeke 
harus ditraining perilaku Geisha dulu, pang gigisan rengas-ne. Ha ha ha .... 

          Cheers,
          pd



          On 10/5/07 1:57 PM, "Pan Bima" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 


            YOU ARE THE BEST MATE! GO FORWARD... and enjoy.... uhuhuh.... 
GEISHA bo....


            Popo..bawa satu pulang..ya..

            Saya senang membaca abstract makalah Popo yang akan disampaikaan di 
Tokyo University..Tidak hanya penting untuk mereka..tapi juga untuk kita 
disini..

            Please send us a copy of the complete paper Popo to this maillist.. 

            salam
            wisnaya


             
            On 10/5/07, Asana Viebeke Lengkong < [EMAIL PROTECTED]> wrote: 

              Hi Popo, CONGRATULATION.... 

              Pastinya sih sudah terbayangkan oleh Popo apa yang akan 
disampaikan dan diharapkan bisa terserap dalam waktu yang juga pastinya sangat 
terbatas.... 

              YOU ARE THE BEST MATE! GO FORWARD... and enjoy.... uhuhuh.... 
GEISHA bo....

              luv, vieb

               

                ----- Original Message ----- 
                From: Popo Danes <mailto:[EMAIL PROTECTED] >  
                To: [email protected] 
                Sent: Thursday, October 04, 2007 10:15 PM
                Subject: [bali] Hope and happiness on Asia 

                 
                Teman-teman,

                Sekedar pemberitahuan, awal November depan saya diminta Tokyo 
University menjadi salah satu pembicara dalam International Symposium yang 
topiknya rada unusual : Dialogue with Asia, on Hope and Happiness. Ini antara 
lain berkaitan dengan cara-cara Asia untuk menghitung-hitung index kebahagiaan, 
tanpa bermaksud nyaruang keterbelakangan. Yang diundang bicara nanti 
orang-orang yang dianggap ikut contribute bikin orang lain jadi bahagia (kata 
panitia), seperti misalnya musisi, penulis, kartunis, beberapa seniman, hingga 
orang konyol macam saya. 

                Yang mau saya ceritakan nanti adalah cara-cara Bali untuk bikin 
hidup kita balance, yang macam Tri Hita Karana itu, dan beberapa hal lain yang 
bisa saya olah, bumbui dan sajikan. Siapa tahu pola hidup penyakap macam saya 
bisa menjadi trend lifestyle baru di Asia. Memang mestinya dari 24 jam kita 
sehari, secara sederhana bisa dibagi 3 : 8 jam untuk tidur, 8 jam untuk kerja, 
8 jam untuk yang lain, termasuk mengisi kesenangan. Namun karena iklim 
kompetisi, kita cenderung untuk kerja 20 jam, tidur 2,5 jam dan lain-lain 1,5 
jam. Mengerikan sekali 

                Berikut saya lampirkan abstraksi yang barusan saya submit ke 
panitia. Saya akan berusaha sebanyak mungkin mengetengahkan Balinese way of 
life yang bisa disumbangkan untuk sebuah warna Asia yang baru, dengan tetap 
waspada supaya misalnya Wayang CenkBlonk tidak malah dipatenkan oleh Malaysia, 
ha ha ha . Kalau ada yang mau sumbang saran, sangat saya hargai. 

                Salam, 
                pd














      -- 
      Gde Wisnaya Wisna
      Jl.Dewi Sartika Utara 32A
      Singaraja-Bali 



  -- 
  Gde Wisnaya Wisna
  Jl.Dewi Sartika Utara 32A
  Singaraja-Bali 

Kirim email ke