Popo, sajaan lakar bani ngedengang foto saya ? Bise melaib Geisha ne...he..he..he Yen serius, dadi jemak di lp3b.com..he..he..he
Anyway, bagus sekali cara Popo membagi waktu..dan menyeimbangkan semuanya.. salam wis On 10/6/07, Asana Viebeke Lengkong <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAH HACIH.... > > Kalau di paragraf pertama dia manis..... di paragraf terachir.... balas > dendam......kemarin saya ditawarin jadi drupadi... biiiih sube sebeng > jegeg eeee sekarang jadi Geisha... saya bisa bayangkan rupa saya metapel... > tapi asyik juga ya mimpi jadi Geisha.... > > Amen di telpon kal pisuhin I Popo....... hehehe > > vieb > > ----- Original Message ----- > *From:* Popo Danes <[EMAIL PROTECTED]> > *To:* [email protected] > *Sent:* Saturday, October 06, 2007 11:36 PM > *Subject:* [bali] Re: Hope and happiness on Asia > > > Pak Wis, Vieb, > > Thanks supportnya. Ini ceritanya bermula ketika seorang Professor > Antropologi dari Tokyo ingin mengadakan riset tentang majalah kartun kami, > Bog-Bog. Kebetulan si Professor ini menceritakan rencana ini ke temannya di > Indonesia, Yudistira Massardi, si Arjuna Mencari Cinta itu. Yudis bilang, > kenapa tidak sekalian tinggal di rumah Popo saja ? Dia teman baik saya dan > salah satu pemilik Bog-Bog. Jadilah sang Professor ke Bali, dan tinggal di > rumah saya di Renon. Dua hari ngobrol ngalor ngidul, sambil berburu duren > (waktu itu musim duren), dia rupanya ingin lebih banyak tahu tentang > kehidupan saya. Dia tanya, kamu kok bisa ? Jadi arsitek ikutan global > competition, masih sering pulang kampung menyame braye-lah, nengok > abian-lah, masih ngurusin seniman-seniman, masih sempat bikin majalah > kartun, masih sempat masak-masak untuk teman yang main ke rumah. Jawaban > saya simple, Arsitek itu profesi, masak itu hobby, urusin seniman itu untuk > cari teman ketawa diluar wilayah stress saya, menyame braye itu dedikasi > terhadap keluarga dan kampung halaman, dan seterusnya .... And this is a > truly Balinese way saya bilang. Saya tidak ambil banyak kerjaan, kerjaannya > hanya satu. Yang lainnya seneng-seneng. > > Eh rupanya pulang ke Tokyo, dia merancang symposium ini, diajukan ke > Universitas, dan terjadilah semua ini. Memang saya selalu mencoba untuk ntuk > bisa mengangkat sesuatu dari Bali. Orang Bali ini pulau tersohor, banyak > orang kemari, ya memang harus kita manfaatkan peluang ini untuk networking > kita yang positif. Makanya saya getol untuk mendorong anak-anak muda untuk > ikut bermain secara aktif dan positif. Saya pikir, itu semuanya pilihan > kita-lah. Mau ikut bermain, mau jadi penonton, mau teriak-teriak, silakan. > Saya senang untuk ikut bermain, berbagi, dan belajar dari perkembangan > dunia. > > Khusus untuk pak Wis, saya minta tolong dibekelin satu fotonya. Nanti > kalau ketemu satu Geisha mau saya tunjukin fotonya pak Wis. Siapa tahu dia > tertarik juga, dan mau saya bawa pulang dan saya persembahkan ke tuan > moderator. Kalau dia nggak mau, saya akan beli satu Kimono, nanti saya minta > Viebeke yang pakai, saya akan ajak dia tangkil ke Kampung Tinggi. Tapi > Viebeke harus ditraining perilaku Geisha dulu, pang gigisan rengas-ne. Ha ha > ha .... > > Cheers, > pd > > > > On 10/5/07 1:57 PM, "Pan Bima" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > YOU ARE THE BEST MATE! GO FORWARD... and enjoy.... uhuhuh.... GEISHA > bo.... > > > Popo..bawa satu pulang..ya.. > > Saya senang membaca abstract makalah Popo yang akan disampaikaan di Tokyo > University..Tidak hanya penting untuk mereka..tapi juga untuk kita disini.. > > Please send us a copy of the complete paper Popo to this maillist.. > > salam > wisnaya > > > > On 10/5/07, *Asana Viebeke Lengkong* <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Hi Popo, CONGRATULATION.... > > Pastinya sih sudah terbayangkan oleh Popo apa yang akan disampaikan dan > diharapkan bisa terserap dalam waktu yang juga pastinya sangat terbatas.... > > YOU ARE THE BEST MATE! GO FORWARD... and enjoy.... uhuhuh.... GEISHA > bo.... > > luv, vieb > > > > ----- Original Message ----- > *From:* Popo Danes <mailto:[EMAIL PROTECTED]> > *To:* [email protected] > *Sent:* Thursday, October 04, 2007 10:15 PM > *Subject:* [bali] Hope and happiness on Asia > > > Teman-teman, > > Sekedar pemberitahuan, awal November depan saya diminta Tokyo University > menjadi salah satu pembicara dalam International Symposium yang topiknya > rada unusual : Dialogue with Asia, on Hope and Happiness. Ini antara lain > berkaitan dengan cara-cara Asia untuk menghitung-hitung index kebahagiaan, > tanpa bermaksud nyaruang keterbelakangan. Yang diundang bicara nanti > orang-orang yang dianggap ikut contribute bikin orang lain jadi bahagia > (kata panitia), seperti misalnya musisi, penulis, kartunis, beberapa > seniman, hingga orang konyol macam saya. > > Yang mau saya ceritakan nanti adalah cara-cara Bali untuk bikin hidup kita > balance, yang macam Tri Hita Karana itu, dan beberapa hal lain yang bisa > saya olah, bumbui dan sajikan. Siapa tahu pola hidup penyakap macam saya > bisa menjadi trend lifestyle baru di Asia. Memang mestinya dari 24 jam kita > sehari, secara sederhana bisa dibagi 3 : 8 jam untuk tidur, 8 jam untuk > kerja, 8 jam untuk yang lain, termasuk mengisi kesenangan. Namun karena > iklim kompetisi, kita cenderung untuk kerja 20 jam, tidur 2,5 jam dan > lain-lain 1,5 jam. Mengerikan sekali > > Berikut saya lampirkan abstraksi yang barusan saya submit ke panitia. Saya > akan berusaha sebanyak mungkin mengetengahkan Balinese way of life yang bisa > disumbangkan untuk sebuah warna Asia yang baru, dengan tetap waspada supaya > misalnya Wayang CenkBlonk tidak malah dipatenkan oleh Malaysia, ha ha ha . > Kalau ada yang mau sumbang saran, sangat saya hargai. > > Salam, > pd > > > > > > > > > -- Gde Wisnaya Wisna Jl.Dewi Sartika Utara 32A Singaraja-Bali
