Bapak / Ibu Yth.
Sebelumnya salam untuk pak Frans, apa benar tetangga saya di Kaliuntu 
Singaraja? Adik saya V Studio Musik Singaraja.

Terima kasih atas dukungannya. Saya terus terang masuk dalam konvensi Partai 
Golkar, dengan perhitungan kalah.
Sebenarnya pendaftaran resmi untuk Konvensi Partai Golkar ditutup tanggal 24 
Januari 2008.
Namun, oleh DPP diminta diperpanjang hingga tanggal 5 Februari 2008.
Saat diperpanjang inilah, muncul spekulasi bahwa DPP ingin memasukkan calonnya, 
terlebih pak CBS dulu adalah pendukung 
Akbar Tanjung.

Hingga tanggal 8 Februari 2008, ada dua kubu yang siap berseteru di konvensi 
ini. Satu, adalah aspirasi DPP dan satu lagi aspirasi 
DPD Bali. 

Metoda pemungutan suara adalah voting block, sehingga hanya 4 orang sebagai 
penentu kemenangan Konvensi, yakni
1 orang (dari sayap partai mewakili 10 orang), 1 orang (dari DPP mewakili 40 
orang), 1 orang (dari DPD Kabupaten/Kodya mewakili 30 orang) dan 1 orang (dari 
DPD Bali mewakili 20 orang). Memang demokratis, tetapi demokrasi secara 
perwakilan.

Akibatnya bisa ditebak, semua kalah. Dan hal ini sudah disampaikan kepada saya 
saat mau mendaftar Konvensi.

Kita bukan orang politik, sehingga bagi saya kalah dan menang bukanlah suatu 
target untuk tahun ini.
Dalam konvensi tersebut, kita bisa belajar bagaimana mesin suatu partai politik 
bekerja, sehingga kalau tahun yang akan datang para independent boleh 
bertarung, maka kita bisa mengatasi mesin politik partai tersebut.

Saya akan terus berjuang untuk masyarakat Bali. Jadi, sebelum ada keputusan 
KPUD Bali tentang Calon Gubernur Bali periode 2008-2013, maka saya tidak akan 
berhenti sampai di sini.

Saya mohon dukungannya, semoga kita bisa mewujudkan cita - cita ini.

Salam,

Wijaya.

Kirim email ke