Benar saya dulu tinggal di Jalan Melur No.5 Singaraja, tetangganya Gus V Music
Studio. Saya dululah yang ngetol beritakan grup band anak-anak bentukan V Music
Studio. Saya bangga, Pak Wijaya punya keberanian masuk dalam duri-duri politik.
Saya yakin Pak Wijaya sudah rasakan duri-duri politik itu.
Saya bangga bila, keikutsertaan Pak Wijaya di konvensi Golkar bukan mencari
kemenangan semata, melainkan ingin memperoleh sebuah pengalaman politik dan
ingin tahu bagaimana orang politik bertarung dalam arena politik. Karena saya
sendiri sudah cukup lama melalangbuana di dunia politik, habitat politik saya
yang dulu bukan lagi level pilgub tapi sudah masuk level lebih tinggi bagaimana
membentuk sebuah negara.
Kini saya sebagai orang independent dan saya berharap Pak Wijaya juga sama
seperti saya, kita berharap ke depan ada sebuah koridor politik bagi kaum
intelektual yang tidak berada dalam areal politik yang penuh duri itu. Sehingga
kaum intelektual yang secara kompetensi lebih mampu dari orang politik bisa
ikut bertarung dalam sebuah perebutan tahta kekuasaan. Yang saya maksud, mari
kita sama-sama memperjuangkan payung hukum bagi kandidat independen. Trim's
Salam buat semua teman-teman yang sempat membaca komentar saya ini. semoga
tidak menyinggung perasaan melainkan sebagai wahana untuk berdiskusi secara
intelektual.
Wijaya Kusuma <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
@font-face { font-family: Tahoma; } @page Section1 {size: 595.45pt
841.7pt; margin: 1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; } P.MsoNormal { FONT-SIZE: 12pt;
MARGIN: 0in 0in 0pt; FONT-FAMILY: "Times New Roman" } LI.MsoNormal {
FONT-SIZE: 12pt; MARGIN: 0in 0in 0pt; FONT-FAMILY: "Times New Roman" }
DIV.MsoNormal { FONT-SIZE: 12pt; MARGIN: 0in 0in 0pt; FONT-FAMILY: "Times New
Roman" } A:link { COLOR: blue; TEXT-DECORATION: underline }
SPAN.MsoHyperlink { COLOR: blue; TEXT-DECORATION: underline } A:visited {
COLOR: blue; TEXT-DECORATION: underline } SPAN.MsoHyperlinkFollowed {
COLOR: blue; TEXT-DECORATION: underline } P { FONT-SIZE: 12pt; MARGIN-LEFT:
0in; MARGIN-RIGHT: 0in; FONT-FAMILY: "Times New Roman" } SPAN.EmailStyle18 {
COLOR: navy; FONT-FAMILY: Arial } DIV.Section1 { page: Section1 }
Bapak / Ibu Yth.
Sebelumnya salam untuk pak Frans, apa benar tetangga saya di Kaliuntu
Singaraja? Adik saya V Studio Musik Singaraja.
Terima kasih atas dukungannya. Saya terus terang masuk dalam konvensi
Partai Golkar, dengan perhitungan kalah.
Sebenarnya pendaftaran resmi untuk Konvensi Partai Golkar ditutup tanggal 24
Januari 2008.
Namun, oleh DPP diminta diperpanjang hingga tanggal 5 Februari 2008.
Saat diperpanjang inilah, muncul spekulasi bahwa DPP ingin memasukkan
calonnya, terlebih pak CBS dulu adalah pendukung
Akbar Tanjung.
Hingga tanggal 8 Februari 2008, ada dua kubu yang siap berseteru di konvensi
ini. Satu, adalah aspirasi DPP dan satu lagi aspirasi
DPD Bali.
Metoda pemungutan suara adalah voting block, sehingga hanya 4 orang sebagai
penentu kemenangan Konvensi, yakni
1 orang (dari sayap partai mewakili 10 orang), 1 orang (dari DPP mewakili 40
orang), 1 orang (dari DPD Kabupaten/Kodya mewakili 30 orang) dan 1 orang (dari
DPD Bali mewakili 20 orang). Memang demokratis, tetapi demokrasi secara
perwakilan.
Akibatnya bisa ditebak, semua kalah. Dan hal ini sudah disampaikan kepada
saya saat mau mendaftar Konvensi.
Kita bukan orang politik, sehingga bagi saya kalah dan menang bukanlah suatu
target untuk tahun ini.
Dalam konvensi tersebut, kita bisa belajar bagaimana mesin suatu partai
politik bekerja, sehingga kalau tahun yang akan datang para independent boleh
bertarung, maka kita bisa mengatasi mesin politik partai tersebut.
Saya akan terus berjuang untuk masyarakat Bali. Jadi, sebelum ada keputusan
KPUD Bali tentang Calon Gubernur Bali periode 2008-2013, maka saya tidak akan
berhenti sampai di sini.
Saya mohon dukungannya, semoga kita bisa mewujudkan cita - cita ini.
Salam,
Wijaya.
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.