Pak De,
rasanya pemerintah enggak akan pernah merasa malu masalah beginian, contoh 
riilnya 
didesa saya th 60-an (saya masih SD) pernah ikut swadaya membantu Bapak membuka 
jalan 
tembus dari Tabog / setelah Banyuatis-Munduk, 3 tahap yaitu skitar 2km, 3km, 
2km (total 
7km), saya ikutan sebagian yang tahap 3 itu, sampai masang batu pertama juga 
swadaya. 
waktu itu mirip kondisinya seperti foto-fotonya yg dikirim Mbak Vieb, cuman 
tidak ada 
daerahnya yang curam.

Kemudian pemerintah bukannya membantu yang berikutnya, terjadi lagi awal 
2000-an skitar 
2003-2004 Bapak saya bersama penduduk desa disana masih nerusin buka jalan baru 
(lanjutin yang dulu kearah bukit dibawah danau tamblingan) supaya akomodasi 
komodity 
perkebunan didesa jadi lebih lancar, tapi sampai saat ini belum ada pemerintah 
yang 
turun tangan, kalau lewat ya lewat saja/ tinggal make. Ada yang masih tanah, 
ada yang 
sebagian disemen sama warga skitar. 

Mungkin didesa lain juga ada yang serupa seperti yang pernah saya lewati (3 th 
lalu 
pernah jalan kaki kedaerah-daerah), misal didaerah umejero / atasnya Busungbiu.

Salam 
Made W


--
Open WebMail Project (http://openwebmail.org)


---------- Original Message -----------
From: "Pan Bima" <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Sun, 19 Oct 2008 22:40:18 -0700
Subject: [bali] Re: Emailing: DSC03057 (2), DSC03072 (2), DSC03083, DSC03115

> Mbak Vieb,
> 
> Sepintas saya lihat medannya mirip dengan yang di Butiyang, Desa Les
> Buleleng ya. Tapi jalan ini 5 km akan menjadi share swadaya masyarakat,
> berarti 6 kali lebih panjang dari jalan setapak di Butiyang tsb. Pemerintah
> mestinya "malu" ya.
> 
> Dengan nanti selesainya jalan tsb semoga masyarakat disana dapat lebih
> banyak berinteraksi dengan masyarakat lainnya.
> 
> salam
> gde wisnaya
> 
> 2008/10/18 Asana Viebeke Lengkong <[EMAIL PROTECTED]>
> 
> >  Teman teman,
> >
> > hari ini saya beserta teman dari Belanda dan tim pratista memonitor program
> > pemberdayaan yang kita mulai di Br. Bunut dan Br. Madia Desa Trunyan sejak 1
> > November 2007 yang lalu.
> >
> > Menyatukan 2 Banjar untuk bisa bekerja sama mewujudkan impian mereka agar
> > dapat menghubungkan diri dengan dunia melalui akses jalan bukanlah sesuatu
> > yang mudah tapi tidak pula terlalu sulit asalkan kita mau berupaya dengan
> > tulus.
> >
> > Jalan sepanjang 5 - 7 kilo, sepanjang 2 kilo dianggarkan oleh pemerintah
> > dan selebihnya swadaya masyarakat melalui share dari IAA sedang di
> > laksanakan, pelan tapi pasti.....
> >
> > terima kasih sudah diberi kesempatan untuk berbagi.
> >
> > Viebeke
> > The message is ready to be sent with the following file or link
> > attachments:
> > DSC03057 (2)
> > DSC03072 (2)
> > DSC03083
> > DSC03115
> >
> > Note: To protect against computer viruses, e-mail programs may prevent
> > sending or receiving certain types of file attachments.  Check your e-mail
> > security settings to determine how attachments are handled.
> >
> 
> -- 
> Gde Wisnaya Wisna
> Jl.Dewi Sartika Utara 32A
> Singaraja-Bali
> website : www.lp3b.com
------- End of Original Message -------


--  
Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.

Publikasi     : http://www.lp3b.or.id
Arsip         : http://bali.lp3b.or.id
Moderators    : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Berlangganan  : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>

Kirim email ke