Ya saya sepakat dengan pendapat P Suparta, dan memang itu yang sedang kita 
llakukan sebagai donor dan facilitator, mendorong agar pemerintah ikut dalam 
kegiatan ini, jadi pemerintah sudah mulai memberikan aspal, sayangnya dalam 
mekanisme nya selalu tergelenggu dengan birokrasi penganggaran; jadi terjebak 
lagi masyarakat yang tidak berdaya dengan metode penganggaran per tahun dan 
anggaran perubahan.  jadi kalau saya simpulkan bahwa pegawai pemerintahnya yang 
kurang bekerja untuk melakukan survey and mengajukan anggaran perwilayah dengan 
cermat sehingga dalam dup nya sudah tidak perlu ada perubahan tetapi 
penyesuaian saja.

Pemerintah pusat sesungguhnya sudah ada program program incentive and reward 
itu hanya saja belum di serap oleh pemerintah daerah yang orang orangnya masih 
mementingkan diri sendiri.  Sebenarnya concep masyarakat swadaya itu juga baik 
untuk kondisi sekarang ini, karena masyarakat kerja sesuai waktu dan 
kebutuhannya yang mendapatkan upah dari pemerintah melalui kontraktornya.

Untuk memotivasi masyarakat dengan kondisi 'mind-set' seperti sekarang ini, 
dimana kelompok satu dengan lainnya masih tertanam bibit konflik, yang pertama 
harus dilakukan adalah pendekatan secara partisipatoris, pendekatan komuniti 
base ini juga membantu masyarakat untuk berdaya dan memikirkan kebutuhan 
bersama, maka tujuan bersama bisa terwujud.  Kalau kita ada diantara mereka 
baru kita bisa melihat dengan jelas apa menjadi pokok permasalahan di antara 
mereka; dan melalui dialog yang manusiawi.  Kendala dengan pemerintah adalah 
produk oriented, jadi pemerintah hanya ingin melihat hasil tetapi melupakan 
proses manusiawinya.

itu yang saya lihat, dengar dan jalankan....

makasi,

viebeke
  ----- Original Message ----- 
  From: GBSuparta 
  To: [email protected] 
  Sent: Monday, October 20, 2008 3:06 PM
  Subject: [bali] Re: Emailing: DSC03057 (2), DSC03072 (2), DSC03083, DSC03115


        Dear All,

        Yang dimaui Pemerintah itu memang usaha-usaha masyarakat yang tidak 
tergantung pada Pemerintah. Kalau Pemerintahnya masih banyak ngurusin soal-soal 
begitu, habis sudah "waktunya" Pemerintah memikirkan negeri ini.

        Sebenarnya, Pemerintah Daerah itu yang harus "care" pada upaya-upaya 
mandiri masyarakat itu, misalnya dengan memberikan "insentif berbentuk reward 
atas kinerja masyarakat". Jadi, Pemerintah Daerah mestinya berupaya 
mengembangkan program "reward" kepada masyarakat setelah masyarakat melakukan 
sesuatu. Mirip-mirip ki Panji Sakti ketika mengembangkan permainan 
"goak-goakan" sebagai sebuah langkah motivasi prajurit sebelum menundukkan 
Blambangan.

        Dalam permainan "goak-goakan" itu, para prajurit berhasil  menangkap si 
goak, dan sebagai imbalannya, dia boleh minta "apa saja" sesuai dengan 
"tingkatannya".

        Pemerintah boleh ganti, tetapi jiwa-jiwa masyarakat harus tetap 
merdeka. Jangan sampai politisasi sebagai proses ikutan dalam penentuan 
pemerintahan, justru menyebabkan "kemerdekaan" masyarakat tercerabut.
         

        --- On Sun, 10/19/08, Made Wirata <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

          From: Made Wirata <[EMAIL PROTECTED]>
          Subject: [bali] Re: Emailing: DSC03057 (2), DSC03072 (2), DSC03083, 
DSC03115
          To: [email protected]
          Date: Sunday, October 19, 2008, 11:33 PM


Pak De,rasanya pemerintah enggak akan pernah merasa malu masalah beginian, 
contohriilnya didesa saya th 60-an (saya masih SD) pernah ikut swadaya membantu 
Bapak membukajalan tembus dari Tabog / setelah Banyuatis-Munduk, 3 tahap yaitu 
skitar 2km, 3km,2km (total 7km), saya ikutan sebagian yang tahap 3 itu, sampai 
masang batu pertama jugaswadaya. waktu itu mirip kondisinya seperti 
foto-fotonya yg dikirim Mbak Vieb, cumantidak ada daerahnya yang curam.Kemudian 
pemerintah bukannya
 membantu yang berikutnya, terjadi lagi awal2000-an skitar 2003-2004 Bapak saya 
bersama penduduk desa disana masih nerusin buka jalan baru(lanjutin yang dulu 
kearah bukit dibawah danau tamblingan) supaya akomodasikomodity perkebunan 
didesa jadi lebih lancar, tapi sampai saat ini belum ada pemerintahyang turun 
tangan, kalau lewat ya lewat saja/ tinggal make. Ada yang masih tanah,ada yang 
sebagian disemen sama warga skitar. Mungkin didesa lain juga ada yang serupa 
seperti yang pernah saya lewati (3 thlalu pernah jalan kaki kedaerah-daerah), 
misal didaerah umejero / atasnya Busungbiu.Salam Made W--Open WebMail Project 
(http://openwebmail.org)---------- Original Message -----------From: "Pan Bima" 
<[EMAIL PROTECTED]>To: [EMAIL PROTECTED]: Sun, 19 Oct 2008 22:40:18 
-0700Subject: [bali] Re: Emailing: DSC03057 (2), DSC03072 (2), DSC03083,
 DSC03115> Mbak Vieb,> > Sepintas saya lihat medannya mirip dengan yang di 
Butiyang, Desa Les> Buleleng ya. Tapi jalan ini 5 km akan menjadi share swadaya 
masyarakat,> berarti 6 kali lebih panjang dari jalan setapak di Butiyang 
tsb.Pemerintah> mestinya "malu" ya.> > Dengan nanti selesainya jalan tsb semoga 
masyarakat disana dapat lebih> banyak berinteraksi dengan masyarakat lainnya.> 
> salam> gde wisnaya> > 2008/10/18 Asana Viebeke Lengkong <[EMAIL PROTECTED]>> 
> >  Teman teman,> >> > hari ini saya beserta teman dari Belanda dan tim 
pratista memonitorprogram> > pemberdayaan yang kita mulai di Br. Bunut dan Br. 
Madia Desa Trunyansejak 1> > November 2007 yang lalu.> >> > Menyatukan 2 Banjar 
untuk bisa bekerja sama mewujudkan impian merekaagar> >
 dapat menghubungkan diri dengan dunia melalui akses jalan bukanlahsesuatu> > 
yang mudah tapi tidak pula terlalu sulit asalkan kita mau berupayadengan> > 
tulus.> >> > Jalan sepanjang 5 - 7 kilo, sepanjang 2 kilo dianggarkan 
olehpemerintah> > dan selebihnya swadaya masyarakat melalui share dari IAA 
sedang di> > laksanakan, pelan tapi pasti.....> >> > terima kasih sudah diberi 
kesempatan untuk berbagi.> >> > Viebeke> > The message is ready to be sent with 
the following file or link> > attachments:> > DSC03057 (2)> > DSC03072 (2)> > 
DSC03083> > DSC03115> >> > Note: To protect against computer viruses, e-mail 
programs mayprevent> > sending or receiving certain types of file attachments.  
Check youre-mail> > security settings to determine how
 attachments are handled.> >> > -- > Gde Wisnaya Wisna> Jl.Dewi Sartika Utara 
32A> Singaraja-Bali> website : www.lp3b.com------- End of Original Message 
---------  Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.Publikasi     : 
http://www.lp3b.or.idArsip         : http://bali.lp3b.or.idModerators    : 
<mailto: [EMAIL PROTECTED]>Berlangganan  : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>Henti 
Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> 

  __________________________________________________
  Do You Yahoo!?
  Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around 
  http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke