Dari ceritanya Mbak Imel, sepertinya saya bisa menduga siapa dokter beken
yang dimaksud.
Saya punya teman yang sekarang lagi hamil juga dan ditangani oleh dokter
ybs, mulai dari sebelum hamil (karena pernah kena toxo), sampai sekarang
usia kandungan 7 bulan. Dan teman saya juga mengeluh kalo' dokter tersebut
selain mahal, dia juga memberikan obat dan vitamin-vitamin yang
banyak..........sehingga jadi mahal.Dan teman saya itu juga berkeinginan
untuk ganti dokter. Padahal kalo' saya sharing sama teman saya itu
(kebetulan saya juga lagi hamil dan menggunakan dokter lain), saya hanya
diberikan 2 sampai 3 jenis vitamin, yaitu elkana dan prenamia, ditambah
dengan cdr.
Ada lagi cerita teman saya lainnya yang ingin mempunyai anak dan
berkonsultasi dengan dokter beken tersebut. Katanya teman saya harus diet
(karena terlalu gemuk) dan dberikan resep diet paket yang harganya
mahal............, yach.....akhirnya teman saya hanya tebus resep itu 2
kali.....trus stop, karena terlalu mahal.
Mungkin sebaiknya memang cari dokter jangan yang terlalu
beken.........karena mereka sudah punya target pasien yang pastinya kalangan
high class dan beken juga......yang tidak akan mengeluh berapapun biayanya.
Oke gitu dulu saja sharing tambahan dari saya.
Ningrum
----- Original Message -----
From: Vera S L <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, April 23, 2001 1:43 AM
Subject: Re: [balita-anda] Sikap dokter beken
>
> mbak Imel, kalo boleh tahu siapa nama dokternya, yah maksudnya jgn sampai
> ada lagi yg terjebak atau salah pilih, hanya dikarenakna si dokter org
> beken..
> terima kasih mbak
>
> ----- Original Message -----
> From: Imelda, Pasni <[EMAIL PROTECTED]>
> To: balita anda (E-mail) <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Monday, April 23, 2001 2:42 PM
> Subject: [balita-anda] Sikap dokter beken
>
>
> > Dear netters,
> > Saya mau curhat tentang apa yg saya alami di hari Jum'at yang lalu di
> sebuah
> > rumah sakit di kawasan Jakarta Timur.
> > Jum'at siang itu saya memutuskan pulang kantor lebih cepat agar bisa
> > berkonsultasi dengan seorang dokter ahli kandungan yang sangat-sangat
> > terkenal di negara ini. Ini untuk pertama kalinya saya menjadi pasien
dia,
> > setelah sebelumnya di rumah sakit yg sama saya adalah pasien dokter
> > kandungan lainnya yg praktek hari Sabtu siang. Karena Sabtu siang
kemarin
> > saya ada keperluan, maka saya mempercepat jadwal konsultasi saya pada
hari
> > Jum'at tsb.
> > Saat awal konsultasi saya ceritakan niat saya yg ingin punya momongan
> kedua.
> > Dokter tsb mewajibkan saya untuk papsmear dan tes darah untuk diperiksa
> > toksonya, tanpa menerangkan apa kegunaannya ataupun apa resiko yg dapat
> > terjadi jika saya tidak melalui tahap tsb. Sampai tahap ini saya masih
> OK-OK
> > saja, karena saya sudah mengetahui 'sedikit' tentang kedua hal tsb dari
> > media massa ataupun dari obrolan sesama teman atau dari milist ini. Tapi
> > jauh di dalam hati saya protes, seharusnya dokter ini memberikan
> penjelasan
> > medis dan saran, bukan keputusan, karena itu adalah hak saya sebagai
> pasien
> > untuk mendapatkan penjelasan dan memberikan keputusan. Lalu bagaimana
jika
> > dokter itu memberikan tindakan medis lainnya yg tidak begitu populer
> > sehingga pasiennya tidak familiar dengannya?
> >
> > Singkat cerita, jadilah saya di-papsmear. Dokter itu tidak memberikan
> > kata-kata 'maaf/permisi' atau apa kek yg 'menentramkan' saya saat itu,
> > seakan-akan saya sudah 'terbiasa' menghadapi kondisi spt itu. Bagi dia
> > memang sudah sangat biasa, tapi bagi pasiennya...? Apalagi di negara
> Timur,
> > terutama bagi yg muslim spt saya... Duh!
> >
> > Setelah papsmear saya kembali ke tempat duduk pasien. Ternyata dokter
tsb
> > sudah siap dengan urusan administrasinya dan sambil berdiri serta
menunjuk
> > pintu ruangan prakteknya yg telah terbuka lebar, dokter tsb meminta saya
> > untuk ke ruangan praktek dokter lain yg kebetulan sedang kosong untuk
> > pengambilan sample darah untuk tes toxo. Kesan saya dari sikap dokter
tsb,
> > dia ingin saya cepat berlalu agar dia bisa cepat memeriksa pasiennya yg
> > sudah antri di luar. Akhirnya saya nekat mengajukan beberapa pertanyaan
yg
> > memang saya persiapkan sebelum pergi ke RS tsb, sambil juga berdiri.
> Tampak
> > sekali wajahnya tidak suka saya bertanya hal-hal yg berkaitan dengan
> > kehamilan... Ampun deh...
> >
> > Sesampainya di ruang praktek tempat pengambilan sample darah, saya heran
> kok
> > suster yg mengambil darah saya tidak menggunakan seragam RS. Setelah
saya
> > tanya, ternyata suster tsb adalah suster Klinik Pasutri di daerah Tebet
yg
> > dibawa khusus oleh dokter tsb ke RS itu, jadi bukan pegawai RS itu.
Tambah
> > heran lagi saya.... Padahal di RS itu ada fasilitas laboratorium yg juga
> > dapat digunakan untuk memeriksa toxo dalam darah. Setelah mengambil
darah
> > saya, suster tsb mengatakan bahwa biayanya 650 ribu, dan harus dibayar
dg
> > uang cash saat itu juga. Lhooooo.....!! Saya bilang saya mau bayar pake
> > credit card, karena saya tidak bawa uang sebanyak itu, dan seharusnya
> suster
> > tsb bilang sejak awal sehingga saya tidak merasa dijebak spt ini. Si
> suster
> > malah menyuruh saya untuk pergi ke ATM untuk mengambil uang. Saya
menolak
> > karena saya tidak bawa kartu ATM. Si suster pantang menyerah, saya
diminta
> > untuk memberikan uang muka dan sisanya dilunasi esok hari. Saya menolak
> > juga, karena saya ada acara dan tidak dapat datang ke RS hari Sabtu
> keesokan
> > harinya dan yg jelas saya tidak mau bayar dengan uang cash karena
rasanya
> > tidak aman bawa-bawa uang cash di jaman edan kayak sekarang.
> > Saya tanya ke suster, bagaimana kalau tidak jadi saja dan saya tes darah
> di
> > RS atau tempat lain saja. Kata si suster, bisa aja... tapi biasanya
dokter
> > itu (sambil menyebutkan nama dokter tsb) maunya hasil tes dari Klinik
> > Pasutri-nya. Astagaaaaa.......... Makin sebel saya. Akhirnya saya
putuskan
> > tidak jadi di tes saja, walaupun darah saya sudah diambil. Yang bikin
saya
> > makin-makin kesel, surat pengantar dari dokter untuk tes darah dirobek
> oleh
> > suster tsb di depan saya. Alamaakkk!!
> >
> > Sungguh saya jadi kecewa dg kesewenang-wenangan dokter yg sangat
terkenal
> > tsb, beserta dg 'kroni'-nya.
> >
> >
> >
> >
> > >> kirim bunga ke negara2 di Asia? klik, http://www.indokado.com
> > >> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
> > Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
> > Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
> >
> >
>
>
>
> >> kirim bunga ke negara2 di Asia? klik, http://www.indokado.com
> >> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
> Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
> Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
>
>
>
>> kirim bunga ke negara2 di Asia? klik, http://www.indokado.com
>> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]