Wakh ini namanya mau gampangnya aja........... yang udah2 sikh biasanya selama bulan puasa disarankan tidak operasi sampai menjelang maghrib dan yang tetap beroperasi harus menutup bagian yang terlihat kalau ada orang sedang makan........
Salam, Agung Pada 14 Agustus 2008 08:59, mediacare <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > *Terkait Keluarnya SK Pelarangan Jualan Selama Ramadhan* > > Pemilik Rumah Makan Di Pekanbaru Mengeluh > > Pekanbaru, TR.Com - Banyak pemlik rumah makan atau restaurant di Pekanbaru > mengeluh mendengar akan adanya Surat Keputusan (SK) larangan berjualan > selama bulan ramadhan. Adanya larangan ini mengancam perekonomian > masyarakat. > > Seperti salah satu pemilik restoran dan beberapa kedai kopi di jalan Hang > Tuah Pekanbaru khawatir akan adanya isu ini. "Bagaimana mungkin kami dapat > merayakan lebaran dan idul fitri tahun ini kalau kami sendiri dilarang cari > makan. Padahal saya perlu cari duit untuk beli baju anak-anak saya untuk > lebaran ini," kata pemilik restauran yang tak mau namanya di ekspos. > > Herman, salah satu pekerja rumah makan di sekitar jalan M. Yamin mengatakan > kepada TR.Com (13/8) bahwa dirinya sangat tidak setuju larangan membuka > rumah makan selama bulan puasa. "Saya sangat tidak setuju rumah makan atau > kedai kopi ditutup selama bulan puasa. Otomatis saya juga tidak akan kerja > dan tidak akan digaji. Jadi saya mau makan apa? Dan bagaimana dengan > ongkos saya mau mudik ke kampung kalau saya tidak ada gaji? Saya rasa > puasa tidak dimaksudkan untuk membuat orang sengsara," kata Herman yang > mengaku akan pulang kampung ke Bukit Tinggi lebaran ini. > > Sementara pemilik kedai kopi bernama pak Asung dijalan Hang Tuah mengatakan > hal senada. "Satu bulan rasanya cukup lama. Omset saya pasti akan hilang > drastis. Padahal saya perlu uang untuk menyekolahkan anak saya. Menurut > saya SK larangan berjualan tidak perlu dilakukan. Bukan tidak menghormati > saudara kita yang beribadah puasa namun karena kebutuhan ekonomi > juga.Lagipula batal tidaknya puasa > kan bukan dikarenakan kami jualan. Kami kan tidak memaksa orang harus > minum atau makan. Saya rasa puasa juga akan batal kalau menghalang-halangi > orang cari makan secara halal karena akan mengakibatkan orang lain > menderita," kata Asung.(hm) > > Komentar Pembaca : > > *by** YAK @ **13 Aug 2008** **09:05 pm*** > > SK nya dari siapa? Tahun lalu baru berupa himbauan. Itupun kena "razia". > > Sudahlah PLN menyengsarakan rakyat, sekarang ditambah lagi dengan SK yang > membunuh.Ayo, kita kompak tak usah bayar pajak lagi !!! > > *by** H. Burhanuddin @ **14 Aug 2008** **05:33 am*** > > Pemerintah Kota Pekanbaru tindakannya sudah melebihi Nabi Besar Muhammad > SAW. Wahai Pak Wali, anda bukanlah Nabi..anda hanya manusia biasa. Janganlah > engkau tutup kedai kopi dan rumah makan, sementara satpol PP mu justru > membukanya. 3 hari pertama puasa mungkin ditutup tapi hari ke 4 dan > selanjutnya dibuka walau hanya setengah pintu dan keberadaanya dilindungi > oleh satpol pp alangkah lebih baik puasa ini anda lakukan audit internal > karena banyak sekali anak buah pak wali yang korupsi. Haram itu pak, batal > puasanya nanti..hahaha > > Kirim komentar anda atas berita ini di link : > > > http://www.transparansi-riau.com/cutenews/example2.htm?subaction=showfull&id=1218608795&ucat=15&archive=1211277749&start_from=& > > >
