Kadang saya mempertanyakan, mengapa di negara kita ini yang selalu menggembar gemborkan toleransi justru tidak menerapkan ajaran tersebut secara sehat?
Yang sering terjadi disini hanyalah larangan belaka, mengapa bukan penyuluhan atau pengajaran yang baik? Larangan itu pada akhirnya akan lebih merugikan. Judith Angelina http://www.Surabayafood.com http://judeangel.wordpress.com --- Rudolf Gumansalangi <[EMAIL PROTECTED]> schrieb am Do, 14.8.2008: Von: Rudolf Gumansalangi <[EMAIL PROTECTED]> Betreff: Re: [bango-mania] Rumah Makan dilarang berjualan selama Bulan Puasa An: [email protected] Datum: Donnerstag, 14. August 2008, 12:06 salam kenal sekedar info saja yah.... bulan puasa tahun lalu saya kebetulan lagi tugas ngajar di malaysia mereka disana nggak ada tuh larangan bagi restoran untuk membuka t4 usahanya selama bulan ramadhan asal mereka memakai tirai untuk menutup jendela dan pintu. pemerintah kerajaan malaysia hanya menghimbau bagi warga negara mereka ataupun turis yang tidak berpuasa agar menghormati mereka yang berpuasa dengan tidak makan dan minum di t4 terbuka. jadi kalo mo makan atau minum harus di dalam rumah atau dalam restoran. satu hal yang harus kita pelajari dari mereka bahwa mereka menghargai perbedaan dengan cara yang benar.. regards rudolf ----- Original Message ----- From: Arumsari, Irvinia To: bango-mania@ yahoogroups. com Sent: Thursday, August 14, 2008 4:34 PM Subject: RE: [bango-mania] Rumah Makan dilarang berjualan selama Bulan Puasa Salam kenal, iyenk anggota baru di milis ini. Puasa tahun lalu iyenk kebetulan sedang di Mataram (NTB). Disana peraturan tidak boleh berjualan selama ramadhan sangat ketat, resto/warung/ dkk memang benar2 tidak buka sampai pukul 17.00 Bagi para pelancong yang kebetulan tidak berpuasa, sangat sulit menemukan tempat makan siang. Di beberapa tempat, walaupun menyediakan makanan, pintu/jendela tertutup rapat sehingga sulit ‘terdeteksi’ (biasanya resto/warung ini dikelola teman2 dari Bali – karena mereka tidak berpuasa). Selain kasihan pedagang, iyenk juga kasihan pada orang2 yang tidak berpuasa, walau jika dibiarkan terlalu bebas juga tidak baik yah… Salam Hijau -iyenk- From: bango-mania@ yahoogroups. com [mailto:bango- [EMAIL PROTECTED] s.com] On Behalf Of Omah Sendok Resto Sent: Thursday, August 14, 2008 4:24 PM To: bango-mania@ yahoogroups. com Subject: Re: [bango-mania] Rumah Makan dilarang berjualan selama Bulan Puasa Wakh ini namanya mau gampangnya aja......... .. yang udah2 sikh biasanya selama bulan puasa disarankan tidak operasi sampai menjelang maghrib dan yang tetap beroperasi harus menutup bagian yang terlihat kalau ada orang sedang makan....... . Salam, Agung Pada 14 Agustus 2008 08:59, mediacare <[EMAIL PROTECTED] net.id> menulis: Terkait Keluarnya SK Pelarangan Jualan Selama Ramadhan Pemilik Rumah Makan Di Pekanbaru Mengeluh Pekanbaru, TR.Com - Banyak pemlik rumah makan atau restaurant di Pekanbaru mengeluh mendengar akan adanya Surat Keputusan (SK) larangan berjualan selama bulan ramadhan. Adanya larangan ini mengancam perekonomian masyarakat. Seperti salah satu pemilik restoran dan beberapa kedai kopi di jalan Hang Tuah Pekanbaru khawatir akan adanya isu ini. "Bagaimana mungkin kami dapat merayakan lebaran dan idul fitri tahun ini kalau kami sendiri dilarang cari makan. Padahal saya perlu cari duit untuk beli baju anak-anak saya untuk lebaran ini," kata pemilik restauran yang tak mau namanya di ekspos. Herman, salah satu pekerja rumah makan di sekitar jalan M. Yamin mengatakan kepada TR.Com (13/8) bahwa dirinya sangat tidak setuju larangan membuka rumah makan selama bulan puasa. "Saya sangat tidak setuju rumah makan atau kedai kopi ditutup selama bulan puasa. Otomatis saya juga tidak akan kerja dan tidak akan digaji. Jadi saya mau makan apa? Dan bagaimana dengan ongkos saya mau mudik ke kampung kalau saya tidak ada gaji? Saya rasa puasa tidak dimaksudkan untuk membuat orang sengsara," kata Herman yang mengaku akan pulang kampung ke Bukit Tinggi lebaran ini. Sementara pemilik kedai kopi bernama pak Asung dijalan Hang Tuah mengatakan hal senada. "Satu bulan rasanya cukup lama. Omset saya pasti akan hilang drastis. Padahal saya perlu uang untuk menyekolahkan anak saya. Menurut saya SK larangan berjualan tidak perlu dilakukan. Bukan tidak menghormati saudara kita yang beribadah puasa namun karena kebutuhan ekonomi juga. Lagipula batal tidaknya puasa kan bukan dikarenakan kami jualan. Kami kan tidak memaksa orang harus minum atau makan. Saya rasa puasa juga akan batal kalau menghalang-halangi orang cari makan secara halal karena akan mengakibatkan orang lain menderita," kata Asung.(hm) Komentar Pembaca : by YAK @ 13 Aug 2008 09:05 pm SK nya dari siapa? Tahun lalu baru berupa himbauan. Itupun kena "razia". Sudahlah PLN menyengsarakan rakyat, sekarang ditambah lagi dengan SK yang membunuh.Ayo, kita kompak tak usah bayar pajak lagi !!! by H. Burhanuddin @ 14 Aug 2008 05:33 am Pemerintah Kota Pekanbaru tindakannya sudah melebihi Nabi Besar Muhammad SAW. Wahai Pak Wali, anda bukanlah Nabi..anda hanya manusia biasa. Janganlah engkau tutup kedai kopi dan rumah makan, sementara satpol PP mu justru membukanya. 3 hari pertama puasa mungkin ditutup tapi hari ke 4 dan selanjutnya dibuka walau hanya setengah pintu dan keberadaanya dilindungi oleh satpol pp alangkah lebih baik puasa ini anda lakukan audit internal karena banyak sekali anak buah pak wali yang korupsi. Haram itu pak, batal puasanya nanti..hahaha Kirim komentar anda atas berita ini di link : http://www.transpar ansi-riau. com/cutenews/ example2. htm?subaction= showfull&id=1218608795&ucat=15&archive=1211277749&start_from=& __________________________________________________ Do You Yahoo!? Sie sind Spam leid? Yahoo! Mail verfügt über einen herausragenden Schutz gegen Massenmails. http://mail.yahoo.com
