Salam kenal, iyenk anggota baru di milis ini.

 

Puasa tahun lalu iyenk kebetulan sedang di Mataram (NTB).

Disana peraturan tidak boleh berjualan selama ramadhan sangat ketat,
resto/warung/dkk memang benar2 tidak buka sampai pukul 17.00

 

Bagi para pelancong yang kebetulan tidak berpuasa, sangat sulit
menemukan tempat makan siang.

Di beberapa tempat, walaupun menyediakan makanan, pintu/jendela tertutup
rapat sehingga sulit 'terdeteksi' (biasanya resto/warung ini dikelola
teman2 dari Bali - karena mereka tidak berpuasa).

 

Selain kasihan pedagang, iyenk juga kasihan pada orang2 yang tidak
berpuasa, walau jika dibiarkan terlalu bebas juga tidak baik yah...

 

Salam Hijau

-iyenk-

 

________________________________

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
On Behalf Of Omah Sendok Resto
Sent: Thursday, August 14, 2008 4:24 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [bango-mania] Rumah Makan dilarang berjualan selama Bulan
Puasa

 

Wakh ini namanya mau gampangnya aja........... yang udah2 sikh biasanya
selama bulan puasa disarankan tidak operasi sampai menjelang maghrib dan
yang tetap beroperasi harus menutup bagian yang terlihat kalau  ada
orang sedang makan........

Salam,
Agung

Pada 14 Agustus 2008 08:59, mediacare <[EMAIL PROTECTED]
<mailto:[EMAIL PROTECTED]> > menulis:

Terkait Keluarnya SK Pelarangan Jualan Selama Ramadhan

Pemilik Rumah Makan Di Pekanbaru Mengeluh

Pekanbaru, TR.Com - Banyak pemlik rumah makan atau restaurant di
Pekanbaru mengeluh mendengar akan adanya Surat Keputusan (SK) larangan
berjualan selama bulan ramadhan. Adanya larangan ini mengancam
perekonomian masyarakat.

Seperti salah satu pemilik restoran dan beberapa kedai kopi di jalan
Hang Tuah Pekanbaru khawatir akan adanya isu ini. "Bagaimana mungkin
kami dapat merayakan lebaran dan idul fitri tahun ini kalau kami sendiri
dilarang cari makan. Padahal saya perlu cari duit untuk beli baju
anak-anak saya untuk lebaran ini," kata pemilik restauran yang tak mau
namanya di ekspos.

Herman, salah satu pekerja rumah makan di sekitar jalan M. Yamin
mengatakan kepada TR.Com (13/8) bahwa dirinya sangat tidak setuju
larangan membuka rumah makan selama bulan puasa. "Saya sangat tidak
setuju rumah makan atau kedai kopi ditutup selama bulan puasa. Otomatis
saya juga tidak akan kerja dan tidak akan digaji. Jadi saya mau makan
apa? Dan bagaimana dengan ongkos saya mau mudik ke kampung kalau saya
tidak ada gaji? Saya rasa puasa tidak dimaksudkan untuk membuat orang
sengsara," kata Herman yang mengaku akan pulang kampung ke Bukit Tinggi
lebaran ini.

Sementara pemilik kedai kopi bernama pak Asung dijalan Hang Tuah
mengatakan hal senada. "Satu bulan rasanya cukup lama. Omset saya pasti
akan hilang drastis. Padahal saya perlu uang untuk menyekolahkan anak
saya. Menurut saya SK larangan berjualan tidak perlu dilakukan. Bukan
tidak menghormati saudara kita yang beribadah puasa namun karena
kebutuhan ekonomi juga. Lagipula batal tidaknya puasa kan bukan
dikarenakan kami jualan. Kami kan tidak memaksa orang harus minum atau
makan. Saya rasa puasa juga akan batal kalau menghalang-halangi orang
cari makan secara halal karena akan mengakibatkan orang lain menderita,"
kata Asung.(hm)

Komentar Pembaca :

by YAK @ 13 Aug 2008 09:05 pm

 SK nya dari siapa? Tahun lalu baru berupa himbauan. Itupun kena
"razia". 

Sudahlah PLN menyengsarakan rakyat, sekarang ditambah lagi dengan SK
yang membunuh.Ayo, kita kompak tak usah bayar pajak lagi !!!

by H. Burhanuddin @ 14 Aug 2008 05:33 am

Pemerintah Kota Pekanbaru tindakannya sudah melebihi Nabi Besar Muhammad
SAW. Wahai Pak Wali, anda bukanlah Nabi..anda hanya manusia biasa.
Janganlah engkau tutup kedai kopi dan rumah makan, sementara satpol PP
mu justru membukanya. 3 hari pertama puasa mungkin ditutup tapi hari ke
4 dan selanjutnya dibuka walau hanya setengah pintu dan keberadaanya
dilindungi oleh satpol pp  alangkah lebih baik puasa ini anda lakukan
audit internal karena banyak sekali anak buah pak wali yang korupsi.
Haram itu pak, batal puasanya nanti..hahaha

Kirim komentar anda atas berita ini di link : 

http://www.transparansi-riau.com/cutenews/example2.htm?subaction=showful
l&id=1218608795&ucat=15&archive=1211277749&start_from=&
<http://www.transparansi-riau.com/cutenews/example2.htm?subaction=showfu
ll&id=1218608795&ucat=15&archive=1211277749&start_from=&> 

 

 

 

Kirim email ke