wuahhhh...ini mah udah kebangetan...
masa rumah makan pun harus ikutan "puasa"...hehehe...
kalo sampe kejadian, ada yang akan dirugikan dan dikecewakan...

contohnya, bagi kami orang kantoran kaum non muslim dan ga sempat pagi2 bikin 
makan siang dulu... kalo semua rumah makan di larang jualan, bagaimana kami 
dapat makan siang??? tega ya???!!! kan ga semua orang Indonesia agamanya 
muslim.. bener tuh kata mba Judith...dimana toleransinya???

nah, ada lagi pihak yang akan sangat menderita... Ya itu... mereka para 
pedagang makanan seperti warteg dan rumah2 makan kecil. mereka pasti kasian 
banget... niatan mau cari uang tambahan buat lebaran, yang ada bisa2 mereka 
makan "ketupat isi pasir"... hehehehe....trus juga para penjaga toko dan 
pelayan2 di rumah2 makan... 

wuahhhh... bulan puasa yang penuh berkah kok berubah jadi penuh derita ya????
huehehehe...orang Indonesia ini emang lagi pada aneh...saking semangatnya cinta 
kepada tanah air, sampe salah mengartikan cinta tanah air... 

jangan egois ahhhh...
surga juga ga akan terbuka kalo kita bersikap ekstrem terhadap sesama....
hehehehe....



--- On Sat, 8/16/08, Judith Angelina <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Judith Angelina <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [bango-mania] Rumah Makan dilarang berjualan selama Bulan Puasa
To: [email protected]
Date: Saturday, August 16, 2008, 10:56 AM










    
            Kadang saya mempertanyakan, mengapa di negara kita ini yang selalu 
menggembar gemborkan toleransi justru tidak menerapkan ajaran tersebut secara 
sehat? 

Yang sering terjadi disini hanyalah larangan belaka, mengapa bukan penyuluhan 
atau pengajaran yang baik? Larangan itu pada akhirnya akan lebih merugikan. 

Judith Angelina

http://www.Surabaya food.com
http://judeangel. wordpress. com


--- Rudolf Gumansalangi <rgumansalangi@ balicamp. com> schrieb am Do, 14.8.2008:
Von: Rudolf Gumansalangi <rgumansalangi@ balicamp. com>
Betreff: Re: [bango-mania] Rumah Makan dilarang berjualan selama Bulan Puasa
An: bango-mania@ yahoogroups. com
Datum: Donnerstag, 14. August 2008, 12:06







    
            


salam kenal
 
sekedar info saja yah....
 
bulan puasa tahun lalu saya kebetulan lagi tugas 
ngajar di malaysia 
mereka disana nggak ada tuh larangan bagi restoran 
untuk membuka t4 usahanya selama bulan ramadhan asal mereka memakai tirai untuk 
menutup jendela dan pintu.
 
pemerintah kerajaan malaysia hanya menghimbau bagi 
warga negara mereka ataupun turis yang tidak berpuasa agar menghormati mereka 
yang berpuasa dengan tidak makan dan minum di t4 terbuka. jadi kalo mo makan 
atau minum harus di dalam rumah atau dalam restoran.
 
satu hal yang harus kita pelajari dari mereka bahwa 
mereka menghargai perbedaan dengan cara yang benar..
 
regards
 
rudolf
 

  ----- Original Message ----- 
  From: 
  Arumsari, Irvinia 
  To: bango-mania@ yahoogroups. com 
  
  Sent: Thursday, August 14, 2008 4:34 
  PM
  Subject: RE: [bango-mania] Rumah Makan 
  dilarang berjualan selama Bulan Puasa
  

  
  
  
  Salam kenal, iyenk 
  anggota baru di milis ini. 
   
  Puasa tahun lalu 
  iyenk kebetulan sedang di Mataram (NTB). 
  Disana peraturan 
  tidak boleh berjualan selama ramadhan sangat ketat, resto/warung/ dkk 
  memang benar2 tidak buka sampai pukul 17.00 
   
  Bagi para pelancong 
  yang kebetulan tidak berpuasa, sangat sulit menemukan tempat makan 
  siang. 
  Di beberapa tempat, 
  walaupun menyediakan makanan, pintu/jendela tertutup rapat sehingga sulit 
  ‘terdeteksi’ (biasanya resto/warung ini dikelola teman2 dari Bali – 
  karena mereka tidak berpuasa). 
   
  Selain kasihan 
  pedagang, iyenk juga kasihan pada orang2 yang tidak berpuasa, walau jika 
  dibiarkan terlalu bebas juga tidak baik yah… 
   
  
  Salam 
  Hijau 
  -iyenk- 
   
  
  
  
  
  From: 
  bango-mania@ yahoogroups. com 
  [mailto:bango- [EMAIL PROTECTED] s.com] On Behalf Of Omah Sendok 
  Resto
Sent: Thursday, August 
  14, 2008 4:24 PM
To: 
  bango-mania@ yahoogroups. com
Subject: Re: [bango-mania] Rumah Makan 
  dilarang berjualan selama Bulan Puasa 
   
  
  
  
  
  Wakh ini namanya mau gampangnya aja......... .. 
  yang udah2 sikh biasanya selama bulan puasa disarankan tidak operasi sampai 
  menjelang maghrib dan yang tetap beroperasi harus menutup bagian yang 
terlihat 
  kalau  ada orang sedang 
  makan....... .

Salam,
Agung 
  
  Pada 14 Agustus 2008 08:59, mediacare <[EMAIL PROTECTED] net.id> 
  menulis: 
  
  
  
  
  
  Terkait 
  Keluarnya SK Pelarangan Jualan Selama Ramadhan 
  Pemilik Rumah 
  Makan Di Pekanbaru Mengeluh 
  Pekanbaru, TR.Com 
  - Banyak pemlik rumah makan atau restaurant di Pekanbaru mengeluh mendengar 
  akan adanya Surat Keputusan (SK) larangan berjualan selama bulan ramadhan. 
  Adanya larangan ini mengancam perekonomian masyarakat. 
  Seperti salah satu 
  pemilik restoran dan beberapa kedai kopi di jalan Hang Tuah Pekanbaru 
khawatir 
  akan adanya isu ini. "Bagaimana mungkin kami dapat merayakan lebaran dan idul 
  fitri tahun ini kalau kami sendiri dilarang cari makan. Padahal saya perlu 
  cari duit untuk beli baju anak-anak saya untuk lebaran ini," kata pemilik 
  restauran yang tak mau namanya di ekspos. 
  Herman, salah satu 
  pekerja rumah makan di sekitar jalan M. Yamin mengatakan kepada TR.Com (13/8) 
  bahwa dirinya sangat tidak setuju larangan membuka rumah makan selama bulan 
  puasa. "Saya sangat tidak setuju rumah 
  makan atau kedai kopi ditutup selama bulan puasa. Otomatis saya juga tidak 
  akan kerja dan tidak akan digaji. Jadi saya mau makan apa? Dan bagaimana 
  dengan ongkos saya mau mudik ke kampung kalau saya tidak ada gaji? Saya rasa 
  puasa tidak dimaksudkan untuk membuat orang sengsara," kata Herman yang 
  mengaku akan pulang kampung ke Bukit Tinggi lebaran 
  ini. 
  Sementara pemilik 
  kedai kopi bernama pak Asung dijalan Hang Tuah mengatakan hal 
  senada. "Satu bulan rasanya cukup lama. 
  Omset saya pasti akan hilang drastis. Padahal saya perlu uang untuk 
  menyekolahkan anak saya. Menurut saya SK larangan berjualan tidak perlu 
  dilakukan. Bukan tidak menghormati saudara kita yang beribadah puasa namun 
  karena kebutuhan ekonomi juga. Lagipula batal tidaknya puasa 
  kan bukan dikarenakan kami jualan. Kami 
  kan tidak memaksa orang harus minum atau makan. Saya 
  rasa puasa juga akan batal kalau menghalang-halangi orang cari makan secara 
  halal karena akan mengakibatkan orang lain menderita," kata 
  Asung.(hm) 
  Komentar Pembaca 
  : 
  by 
  YAK @ 13 Aug 2008 09:05 pm 
   SK nya 
  dari siapa? Tahun lalu baru berupa himbauan. Itupun kena "razia". 
   
  Sudahlah PLN 
  menyengsarakan rakyat, sekarang ditambah lagi dengan SK yang membunuh.Ayo, 
  kita kompak tak usah bayar pajak lagi !!! 
  by 
  H. Burhanuddin @ 14 Aug 2008 05:33 am 
  Pemerintah Kota 
  Pekanbaru tindakannya sudah melebihi Nabi Besar Muhammad 
  SAW. Wahai Pak Wali, 
  anda bukanlah Nabi..anda hanya manusia biasa. Janganlah engkau tutup kedai 
  kopi dan rumah makan, sementara satpol PP mu justru membukanya. 3 hari 
pertama 
  puasa mungkin ditutup tapi hari ke 4 dan selanjutnya dibuka walau hanya 
  setengah pintu dan keberadaanya dilindungi oleh satpol pp  alangkah lebih 
  baik puasa ini anda lakukan audit internal karena banyak sekali anak buah pak 
  wali yang korupsi. Haram itu pak, batal puasanya 
  nanti..hahaha 
  Kirim komentar 
  anda atas berita ini di link :  
  http://www.transpar ansi-riau. com/cutenews/ example2. htm?subaction= 
showfull&id=1218608795&ucat=15&archive=1211277749&start_from=& 
   
   
  
  

      


         
        
        
____________ _________ _________ _________ _________ __
Do You Yahoo!?
Sie sind Spam leid? Yahoo! Mail verfügt über einen herausragenden Schutz gegen 
Massenmails. 
http://mail. yahoo.com 
      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke