salam kenal

sekedar info saja yah....

bulan puasa tahun lalu saya kebetulan lagi tugas ngajar di malaysia 
mereka disana nggak ada tuh larangan bagi restoran untuk membuka t4 usahanya 
selama bulan ramadhan asal mereka memakai tirai untuk menutup jendela dan pintu.

pemerintah kerajaan malaysia hanya menghimbau bagi warga negara mereka ataupun 
turis yang tidak berpuasa agar menghormati mereka yang berpuasa dengan tidak 
makan dan minum di t4 terbuka. jadi kalo mo makan atau minum harus di dalam 
rumah atau dalam restoran.

satu hal yang harus kita pelajari dari mereka bahwa mereka menghargai perbedaan 
dengan cara yang benar..

regards

rudolf

  ----- Original Message ----- 
  From: Arumsari, Irvinia 
  To: [email protected] 
  Sent: Thursday, August 14, 2008 4:34 PM
  Subject: RE: [bango-mania] Rumah Makan dilarang berjualan selama Bulan Puasa



  Salam kenal, iyenk anggota baru di milis ini.



  Puasa tahun lalu iyenk kebetulan sedang di Mataram (NTB).

  Disana peraturan tidak boleh berjualan selama ramadhan sangat ketat, 
resto/warung/dkk memang benar2 tidak buka sampai pukul 17.00



  Bagi para pelancong yang kebetulan tidak berpuasa, sangat sulit menemukan 
tempat makan siang.

  Di beberapa tempat, walaupun menyediakan makanan, pintu/jendela tertutup 
rapat sehingga sulit 'terdeteksi' (biasanya resto/warung ini dikelola teman2 
dari Bali - karena mereka tidak berpuasa).



  Selain kasihan pedagang, iyenk juga kasihan pada orang2 yang tidak berpuasa, 
walau jika dibiarkan terlalu bebas juga tidak baik yah.



  Salam Hijau

  -iyenk-




------------------------------------------------------------------------------

  From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Omah 
Sendok Resto
  Sent: Thursday, August 14, 2008 4:24 PM
  To: [email protected]
  Subject: Re: [bango-mania] Rumah Makan dilarang berjualan selama Bulan Puasa



  Wakh ini namanya mau gampangnya aja........... yang udah2 sikh biasanya 
selama bulan puasa disarankan tidak operasi sampai menjelang maghrib dan yang 
tetap beroperasi harus menutup bagian yang terlihat kalau  ada orang sedang 
makan........

  Salam,
  Agung

  Pada 14 Agustus 2008 08:59, mediacare <[EMAIL PROTECTED]> menulis:

  Terkait Keluarnya SK Pelarangan Jualan Selama Ramadhan

  Pemilik Rumah Makan Di Pekanbaru Mengeluh

  Pekanbaru, TR.Com - Banyak pemlik rumah makan atau restaurant di Pekanbaru 
mengeluh mendengar akan adanya Surat Keputusan (SK) larangan berjualan selama 
bulan ramadhan. Adanya larangan ini mengancam perekonomian masyarakat.

  Seperti salah satu pemilik restoran dan beberapa kedai kopi di jalan Hang 
Tuah Pekanbaru khawatir akan adanya isu ini. "Bagaimana mungkin kami dapat 
merayakan lebaran dan idul fitri tahun ini kalau kami sendiri dilarang cari 
makan. Padahal saya perlu cari duit untuk beli baju anak-anak saya untuk 
lebaran ini," kata pemilik restauran yang tak mau namanya di ekspos.

  Herman, salah satu pekerja rumah makan di sekitar jalan M. Yamin mengatakan 
kepada TR.Com (13/8) bahwa dirinya sangat tidak setuju larangan membuka rumah 
makan selama bulan puasa. "Saya sangat tidak setuju rumah makan atau kedai kopi 
ditutup selama bulan puasa. Otomatis saya juga tidak akan kerja dan tidak akan 
digaji. Jadi saya mau makan apa? Dan bagaimana dengan ongkos saya mau mudik ke 
kampung kalau saya tidak ada gaji? Saya rasa puasa tidak dimaksudkan untuk 
membuat orang sengsara," kata Herman yang mengaku akan pulang kampung ke Bukit 
Tinggi lebaran ini.

  Sementara pemilik kedai kopi bernama pak Asung dijalan Hang Tuah mengatakan 
hal senada. "Satu bulan rasanya cukup lama. Omset saya pasti akan hilang 
drastis. Padahal saya perlu uang untuk menyekolahkan anak saya. Menurut saya SK 
larangan berjualan tidak perlu dilakukan. Bukan tidak menghormati saudara kita 
yang beribadah puasa namun karena kebutuhan ekonomi juga. Lagipula batal 
tidaknya puasa kan bukan dikarenakan kami jualan. Kami kan tidak memaksa orang 
harus minum atau makan. Saya rasa puasa juga akan batal kalau 
menghalang-halangi orang cari makan secara halal karena akan mengakibatkan 
orang lain menderita," kata Asung.(hm)

  Komentar Pembaca :

  by YAK @ 13 Aug 2008 09:05 pm

   SK nya dari siapa? Tahun lalu baru berupa himbauan. Itupun kena "razia". 

  Sudahlah PLN menyengsarakan rakyat, sekarang ditambah lagi dengan SK yang 
membunuh.Ayo, kita kompak tak usah bayar pajak lagi !!!

  by H. Burhanuddin @ 14 Aug 2008 05:33 am

  Pemerintah Kota Pekanbaru tindakannya sudah melebihi Nabi Besar Muhammad SAW. 
Wahai Pak Wali, anda bukanlah Nabi..anda hanya manusia biasa. Janganlah engkau 
tutup kedai kopi dan rumah makan, sementara satpol PP mu justru membukanya. 3 
hari pertama puasa mungkin ditutup tapi hari ke 4 dan selanjutnya dibuka walau 
hanya setengah pintu dan keberadaanya dilindungi oleh satpol pp  alangkah lebih 
baik puasa ini anda lakukan audit internal karena banyak sekali anak buah pak 
wali yang korupsi. Haram itu pak, batal puasanya nanti..hahaha

  Kirim komentar anda atas berita ini di link : 

  
http://www.transparansi-riau.com/cutenews/example2.htm?subaction=showfull&id=1218608795&ucat=15&archive=1211277749&start_from=&;







   

Kirim email ke