Bagaimana kalau kita jalan-jalan sebentar sambil chit-chat sana-sini...

1. Data
>> Biasanya suatu data akan datang (baik yang memiliki siklus tetap maupun
acak) akan diterima oleh seseorang atau sesuatu. Pada level ini, bisa jadi
si penerima bukanlah pemilik data tersebut. Jika memang bukan pemilik data,
maka si penerima bisa menyusun kesepakatan dengan pemilik data untuk
menyimpan data dengan rentang penerimaan berapa lama. Jika diluar rentang
itu maka data akan dibuang.
>> Usai diterima (setelah divalidasi dan sebagainya), maka data akan
diserahkan kepada pemilik. Pemilik data yang baik selalu menyimpan dan
menjaga seluruh datanya. Untuk menyimpannya, selalu disimpan disuatu wadah
yang khusus. Wadah ini sering dikenal dengan database.
>> Terkadang pemilik data menyewa engine untuk mengaturnya, termasuk
membuatkan ruang-ruang berdasar rentang waktu data. Pemilik data yang belum
bersedia menyewa engine database, terpaksa harus menata sendiri. Tapi
intinya tetap sama, yaitu ada wadah-wadah data yang terpisah berdasar
rentang waktu.
>> Pemilik data juga harus bijak dalam menentukan rentang-rentang waktu
tersebut.
:: Misal, rentang waktu data yang akan digunakan bagian analisis bisa jadi
adalah umur 2 tahun data terakhir. Sedang untuk kegiatan operasional adalah
3 bulan terakhir. Untuk audit adalah rentang 5 tahun terakhir. Maka pemilik
data memisahkannya menjadi wadah (tabel) berisi 3 bulan terakhir, tabel
mulai bulan ke-4 terakhir sampai 2 tahun terakhir, tabel mulai tahun ke 3
sampai ke-5, dan tabel penampung akhir yang lebih dari 5 tahun data.
>> Dengan keadaan demikian, maka setiap pengguna data (untuk keperluan
apapun selama internal), bisa mengakses pada tabel-tabel yang disediakan.
Bagian operasional akan mengakses tabel 3 bulan terakhir saja. Bagian
analisis selalu mengakses 3 bulan terakhir dan rentang bulan ke 4 sampai
tahun ke-2, dsb.
>> Data untuk konsumsi publik akan disediakan oleh bagian operasional atau
bagian lain yang telah mengolah data tersebut.

2. Database
>> Bahasa utama database adalah SQL yang kalimatnya disebut query.
>> Pada pemanfaatan Excel sebagai sebuah database juga berlaku hal ini.
>> Beberapa apikasi Excel berbasis VBA tidak memanfaatkan bahasa SQL
sebagai bahasa komunikasi datanya. Jika demikian, maka proses pengambilan
data harus bisa disusun memiliki karakteristik seperti penggunaan query.
>> Pengambilan data dengan query pada dasarnya adalah cukup memelihara
koneksi dan kalimat query. Hal ini tidak membutuhkan ruang yang luas.

Nah setelah muter-muter 2 blok, sampai lagi ditempat semula.
A. bagaimana cara values,apakah break link itu atau apa ?
>> Yang akan di-values apa nih. Data dalam database pasti isinya berupa
values. Proses pengolahan data mestinya bisa diatur dengan VBA mana yang
harus divalues dan mana yang tidak. Break link digunakan jika proses
pengolahan langsung merujuk ke file database sebagai kalimat formula. Jika
dengan query, maka ndak ada yang perlu dibreak link.

B. Saya punya *file dari query*,karena banyaknya record utk menghemat
memory di database file yang telah berlalu 2 bulan didelete
>> *file dari query *ini file apa. Apakah sebagai database ataukah sebagai
file sisi pengolah data (misal analyst-nya) ?
>> Jika yang dimaksud adalah file sisi pengolah data (alias seluruh data
tetap ada disumbernya sana yang bisa diambil lagi dengan query), maka semua
sudah berjalan dengan benar. Cukup mengembangkan agar data bisa selalu
dihilangkan saat akan menutup file pengolahan dan akan meng-query data
ketika file pengolahan dibuka kembali. Hal ini akan menjaga isi file
pengolahan hanya berisi formula pengolahan saja.
>> Jika yang dimaksud adalah file database, maka kurang tepat jika ada
penghapusan data dengan alasan menghemat memory. Karena pemilik data
memiliki harta utama adalah Data dan bukan memory. Jadi yang dihemat adalah
datanya bukan memorynya. Bahkan apapun untuk kebutuhan data, maka momory
harus tersedia (kok kaya manusia malahan ya.... seperti ditanya harta
atau nyawa
saja... tapi bunyinya memori atau data...)

C. Jadi kalo ada yang refresh file pasti datanya ilang.Padahal untuk study
analisys kadang kita perlukan data selama setahun.
>> Sebaiknya, pada sisi databasenya dipelihara terus datanya, tidak perlu
ada hapus-menghapus. Kan pengambilan datanya juga pakai query.
>> Jika selama ini menggunakan Excel sebagai penyimpan data, mungkin bisa
menggunakan produk lain seperti MS Access yang bisa 2 GB. Kalau 2GB kurang
dan dana belum mencukupi untuk memanfaatkan database engine, bisa gunakan
textfile dan ms access berisi link to text file. Text file tidak diabatasi
jumlah recordnya seperti Excel, jadi pengaturan rentang waktu data bisa
dilakukan dengan mudah.

Mungkin segitu dulu ya... supaya muncul banyak pertanyaan setelah ada
proses banding dan timbang.

Wassalam,
Kid.




2012/10/13 Mardi <[email protected]>

> **
>
>
> Dear Mr Kid,
> ikutan nimbrung ya...
> bagaimana cara values,apakah break link itu atau apa ?
> Saya punya file dari query,karena banyaknya record utk menghemat memory di
> database file yang telah berlalu 2 bulan didelete.Jadi kalo ada yang
> refresh file pasti datanya ilang.Padahal untuk study analisys kadang kita
> perlukan data selama setahun.
> Mohon pencerahanya
>
> mardi
>
>
> On 10/11/2012 09:47 PM, Kid Mr. wrote:
>
> 4. data-data histori masih disertai formula (belum di values) padahal
> nilainya tidak akan berubah lagi.
>
>
>  
>
>

Kirim email ke