Nah loh...

1. jadi posisi saya disini pengguna data tersebut
>> Kalau begitu, datanya milik siapakah ?

2. Setau saya sih.....data yang di server dihapus.... :-D
>> Coba pastikan lagi, apakah benar dihapus.
>> Jika benar dihapus, maka data di-server-nya siapa yang dihapus ?
>> Jika diserver pintu masuk data (penerima data pertama kali), maka masih
wajar. Biasanya pemilik data yang akan dengan sendirinya menyimpan data
atau meminta pihak berwenang untuk menyimpankan datanya sebelum tiba masa
habis kontrak di server penerima data tersebut.
>> Data bisa disimpan oleh pemilik data di sebuah server data yang khusus
diperuntukkan pemilik data. Dalam sebuah server, bisa jadi ada banyak
pemilik data dengan datanya masing-masing. Jika sudah berbicara detil
tentang pemilik, maka akan seperti posting yang lalu.
>> Seluruh pengguna data akan mengkoneksikan seluruh aplikasi pengolahannya
ke server pemilik data, bukan ke server penerima data

Contoh :
Sebuah perusahaan dengan 100 cabang, setiap bulan menerima laporan stok
dari masing-masing cabang yang dikirim masuk ke kantor pusat melalui sebuah
secured line. Data ini kemudian disimpan penerima data (yang punya
jaringan) kesuatu tempat. Disini, pihak penerima data memberi batas waktu
misalnya hanya 2 bulan. Setelah itu data akan dihapus dari server penerima
laporan.

Begitu data masuk dan terkumpul (bisa dalam rentang waktu tertentu ~ yang
pasti tidak melebihi masa 2 bulan), pemilik data (bagian stok kantor
pusat), akan mengambil seluruh data di server penerima tersebut dan
menyimpannya di server data stok pusat. Data akan hidup tenang selamanya
disana, mulai dari masa produktifnya (masa-masa digunakan secara intensif
oleh seluruh bagian yang membutuhkan) sampai masa pensiunnya (masa-masa
ketika sudah tidak digunakan lagi selain menjadi dokumen digital yang bisa
digunakan lagi suatu saat kelak entah kapan).

Pada masa pensiun si data, bisa jadi data nanti akan dikompresi dan simpan
kedalam media penyimpanan lain seperti cd, dvd, bahkan external disk, atau
disimpan di server backup data milik perusahaan bersama pensiunan dari
bagian lain. Dengan begitu, maka ruang yang digunakan oleh data yang masih
produktif relatif tetap.

Data-data produktif (asumsi saja ada data dalam rentang 5 tahun terakhir)
tinggal dalam server data pemilik (server data stok pusat). Seluruh bagian
yang membutuhkan data tentang stok bisa membuat koneksi (bagi yang mendapat
akses) ke server data dan menggunakan seperlunya. Dan rentang data yang
diolah pasti hanya rentang data 5 tahun terakhir.

Pada sisi pengguna (user), baik untuk kegiatan analisis maupun penyusunan
laporan, seluruhnya mengkoneksi ke server data stok pusat dengan mengambil
rentang waktu yang dibutuhkan saja. Misal bagian laporan selalu mengambil
data 3 bulan terakhir, maka koneksinya digunakan untuk meng-query data 3
bulan terakhir saja. Untuk analisis yang membutuhkan data 2 tahun terakhir,
koneksinya digunakan untuk meng-query data 2 tahun terakhir saja. Begitu
pula user lainnya.

Jadi, dengan begitu seluruh aplikasi proses disisi user akan mendapatkan
data yang tetap dalam rentang sekian waktu terakhir yang dibutuhkan.
Hal ini akan membuat aplikasi menjadi lebih simple, karena fokusnya
hanyalah mengolah data yang ada saja (data yang ada memang data yang
dibutuhkan karena meng-query hanya yang dibutuhkan saja).
Hal ini juga akan membuat aplikasi bisa dijaga untuk tetap dalam besaran
tertentu, karena bisa dengan mudah diatur ketika aplikasi dibuka maka
langkah pertama adalah meng-query data dan mengolahnya. Ketika ditutup
melepaskan seluruh koneksi (memutus koneksi) dan menghapus data hasil query
dari dalam aplikasi.
Tentu saja untuk beberapa laporan bisa jadi dibutuhkan proses oleh aplikasi
untuk menyusun output dan disimpan ke sebuah file output baru (file output
bukanlah file aplikasi pengolah data).

3. tiap bulan saya simpen file excel yang masih terkoneksi dengan database
yang nanti di akhir tahun dipakai buat analisa tahunan
>> Dari kalimat ini, jika analisa tahunan dilakukan terhadap data asli
(data yang ada di server pemilik data [server stok dalam kasus di atas]),
maka proses dalam aplikasi pengolah data setidaknya berisi proses
pengolahan data bulanan dan tahunan.
>> Jika analisa tahunan dilakukan dari hasil output pengolahan bulanan dan
bukan dari data mentah yang ada di server data, maka setiap bulan aplikasi
pengolah data harus mengeluarkan output berupa data source yang akan
menjadi sumber data pengolahan tahunan. Output ini bisa berupa file output
yang akan bertambah recordnya setiap bulan sampai setahun. Jadi, akan
terbentuk lagi sebuah database baru tapi pemiliknya adalah bagian Analisa
Stok (misalnya).

4. apakah sebaiknya connectionnya di remove aja atau mungkin ada saran yang
lebih bagus ?
>> Untuk kasus Anda, untuk kondisi :
A. Jika analisa tahunan berdasar data dari server pemilik data (yang
katanya dihapus tiap 2 bulan)
-> mau tidak mau, setiap bulan harus ada proses pengambilan data dari
server itu, kemudian menyimpannya ke sebuah tempat menjadi sebuah database.
Yang jelas bagian Anda bisa cukup menyimpan data hanya untuk rentang waktu
yang dibutuhkan (misal setahun untuk analisa tahunan).

B. Jika analisa tahunan berdasar hasil pengolahan data setiap bulannya
(artinya bentuk data yang dianalisa berbeda dengan wujud awal data dari
server)
-> Aplikasi pengolah data setiap bulan harus mengeluarkan sebuah output
berupa data source yang akan digunakan untuk analisa tahunan.
-> Output ini disimpan ke sebuah file output. Disana akan berkumpul seluruh
hasil proses pengolahan bulanan dalam rentang setahun untuk analisa tahunan
nanti.

5. Sebenarnya seperti apa sih pengelolaan database itu (wah melebar
nih...!!)
 >> Yang paling sederhana adalah menjaga agar semua data yang bisa
digunakan untuk diolah menjadi informasi, tetap ada sampai benar-benar
tidak ada lagi yang membutuhkan. Jadi, jika data itu akan diolah lagi untuk
menyusun data 100 tahunan, maka data itu harus tetap ada selama 100 tahun.
>> Yang dijaga adalah sumber data yang bisa diolah, bukan hasil
pengolahannya.
>> Jika hasil pengolahan akan menjadi sumber data yang diolah oleh proses
pengolahan lain, maka simpanlah hasil pengolahan itu (sudah valuesnya
saja), disuatu tempat berkumpul dengan hasil pengolahan bulan-bulan lainnya
membentuk sebuah database baru.

Contoh :
Data dari sever pemilik disebut DS1, kemudian bagian Analisis mengambil DS1
pada rentang tertentu dan diolah dengan OLAH1. OLAH1 menghasilkan suatu
output yang bisa digunakan untuk OLAH234. Maka OLAH1 harus mengeluarkan
output berupa datasource (valuesnya saja dan sebaiknya berkaidah database)
kesuatu tempat diluar mesin OLAH1, misal di FILE_HASIL1. Maka, OLAH234 yang
mengolah data hasil OLAH1 akan melakukan koneksi ke FILE_HASIL1 dan bukan
ke OLAH1, karena OLAH1 tidak menyimpan data apapun.
Kemudian, ada OLAH7 yang mengolah data DS1 dan hasil OLAH1, maka OLAH7
melakukan koneksi ke DS1 dan FILE_HASIL1, kemudian mengolahnya hingga
menghasilkan sesuatu. Ketika sesuatu itu akan digunakan oleh proses
pengolahan lain (misal OLAH39), maka OLAH7 juga harus mengeluarkan output
berupa datasource dan menyimpannya diluar mesin OLAH7, misal di FILE_HASIL7.
Begitu seterusnya, sehingga tidak akan ada koneksi yang kehilangan data.

6. pengelolaan database apakah dengan menghapus untuk penghematan memory
atau meringankan koneksinya saja atau cuma diblok saja biar ga diakses lagi
?
>> Tidak.
>> Menghapus data untuk penghematan memory bukanlah suatu bagian dari
pengelolaan data. Mungkin untuk memperingan kerja engine database, tetapi
juga tidak sepenuhnya benar. Pada dasarnya, hal paling pokok dalam
pengolahan data adalah sumber datanya. Jika pengolahan data memang
membutuhkan sumber data yang banyak, apa iya terus datanya boleh dihapus
dengan alasan hemat memori (tepatnya hemat ruang penyimpanan ?). Kalau
uangnya memang ada milyaran juta yang harus dipakai, hingga brankas gak
cukup, apa iya harus membuang uang yang sudah ada dalam brankas biar yang
belum masuk bisa masuk ?
>> Koneksi memang akan padat dengan transmisi data ketika data yang diolah
sangat banyak. Itu sebabnya, query data hanya meng-query yang akan diolah
saja dan tidak semuanya diambil. Dengan demikian, koneksi bisa terjaga
tidak terbebani dan aplikasi pengolah data juga bisa berkerja lebih baik,
karena jumlah data yang diambil sesuai dengan desain si aplikasi.
>> Membatasi akses koneksi memang bagian dari pengelolaan database. Hanya
yang membutuhkan dan mendapat akses saja yang bisa melakukan koneksi dan
mengirimkan query. Hal ini cenderung pada sisi keamanan data dan bukan pada
berat atau tidaknya pengolahan data.

Kira-kira demikian bahasa sederhananya.
Jadi data berbeda dengan database. Database berbeda dengan database engine.
Lebih enak berangkat dari sisi Data terutama kejelasan tentang pemilik dan
yang bertanggung jawab atas eksistensi si data.
Kemudian baru menuju cara penyusunan data dan penyimpanan data yang terpadu
yang sering disebut dengan database.
Setelah itu baru tentang engine database yang sebaiknya dipakai untuk
mengelola. Ada juga database yang tidak dikelola dengan database engine,
misal dengan menjadikan file Excel sebagai wadah menyimpan data yang
terstruktur dan terpadu. Dalam hal menyimpan data sebagai sebuah database,
akan banyak perbedaannya antara yang dikelola database engine dengan yang
dikelola tanpa database engine.

Wassalamualaikum Wr. Wb.
Kid.



2012/10/14 Mardi <[email protected]>

> **
>
>
> Sedikit faham.......,,
> jadi posisi saya disini pengguna data tersebut,tiap bulan saya simpen file
> excel yang masih terkoneksi dengan database yang nanti di akhir tahun
> dipakai buat analisa tahunan,tapi setelah berlalu 2 bulan kalo direfresh
> lagi pasti datanya ilang semua.Setau saya sih.....data yang di server
> dihapus.... :-D ,apakah sebaiknya connectionnya di remove aja atau
> mungkin ada saran yang lebih bagus ?.Sebenarnya seperti apa sih pengelolaan
> database itu (wah melebar nih...!!),apakah dengan menghapus untuk
> penghematan memory atau meringankan koneksinya saja atau cuma diblok saja
> biar ga diakses lagi.
> terima kasih
>
> mardi
>
>
> On 10/13/2012 03:18 PM, Mr. Kid wrote:
>
>
>
> Bagaimana kalau kita jalan-jalan sebentar sambil chit-chat sana-sini...
>
> 1. Data
> >> Biasanya suatu data akan datang (baik yang memiliki siklus tetap maupun
> acak) akan diterima oleh seseorang atau sesuatu. Pada level ini, bisa jadi
> si penerima bukanlah pemilik data tersebut. Jika memang bukan pemilik data,
> maka si penerima bisa menyusun kesepakatan dengan pemilik data untuk
> menyimpan data dengan rentang penerimaan berapa lama. Jika diluar rentang
> itu maka data akan dibuang.
> >> Usai diterima (setelah divalidasi dan sebagainya), maka data akan
> diserahkan kepada pemilik. Pemilik data yang baik selalu menyimpan dan
> menjaga seluruh datanya. Untuk menyimpannya, selalu disimpan disuatu wadah
> yang khusus. Wadah ini sering dikenal dengan database.
> >> Terkadang pemilik data menyewa engine untuk mengaturnya, termasuk
> membuatkan ruang-ruang berdasar rentang waktu data. Pemilik data yang belum
> bersedia menyewa engine database, terpaksa harus menata sendiri. Tapi
> intinya tetap sama, yaitu ada wadah-wadah data yang terpisah berdasar
> rentang waktu.
> >> Pemilik data juga harus bijak dalam menentukan rentang-rentang waktu
> tersebut.
> :: Misal, rentang waktu data yang akan digunakan bagian analisis bisa jadi
> adalah umur 2 tahun data terakhir. Sedang untuk kegiatan operasional adalah
> 3 bulan terakhir. Untuk audit adalah rentang 5 tahun terakhir. Maka pemilik
> data memisahkannya menjadi wadah (tabel) berisi 3 bulan terakhir, tabel
> mulai bulan ke-4 terakhir sampai 2 tahun terakhir, tabel mulai tahun ke 3
> sampai ke-5, dan tabel penampung akhir yang lebih dari 5 tahun data.
> >> Dengan keadaan demikian, maka setiap pengguna data (untuk keperluan
> apapun selama internal), bisa mengakses pada tabel-tabel yang disediakan.
> Bagian operasional akan mengakses tabel 3 bulan terakhir saja. Bagian
> analisis selalu mengakses 3 bulan terakhir dan rentang bulan ke 4 sampai
> tahun ke-2, dsb.
> >> Data untuk konsumsi publik akan disediakan oleh bagian operasional atau
> bagian lain yang telah mengolah data tersebut.
>
> 2. Database
> >> Bahasa utama database adalah SQL yang kalimatnya disebut query.
> >> Pada pemanfaatan Excel sebagai sebuah database juga berlaku hal ini.
> >> Beberapa apikasi Excel berbasis VBA tidak memanfaatkan bahasa SQL
> sebagai bahasa komunikasi datanya. Jika demikian, maka proses pengambilan
> data harus bisa disusun memiliki karakteristik seperti penggunaan query.
> >> Pengambilan data dengan query pada dasarnya adalah cukup memelihara
> koneksi dan kalimat query. Hal ini tidak membutuhkan ruang yang luas.
>
> Nah setelah muter-muter 2 blok, sampai lagi ditempat semula.
> A. bagaimana cara values,apakah break link itu atau apa ?
> >> Yang akan di-values apa nih. Data dalam database pasti isinya berupa
> values. Proses pengolahan data mestinya bisa diatur dengan VBA mana yang
> harus divalues dan mana yang tidak. Break link digunakan jika proses
> pengolahan langsung merujuk ke file database sebagai kalimat formula. Jika
> dengan query, maka ndak ada yang perlu dibreak link.
>
> B. Saya punya *file dari query*,karena banyaknya record utk menghemat
> memory di database file yang telah berlalu 2 bulan didelete
> >> *file dari query *ini file apa. Apakah sebagai database ataukah
> sebagai file sisi pengolah data (misal analyst-nya) ?
> >> Jika yang dimaksud adalah file sisi pengolah data (alias seluruh data
> tetap ada disumbernya sana yang bisa diambil lagi dengan query), maka semua
> sudah berjalan dengan benar. Cukup mengembangkan agar data bisa selalu
> dihilangkan saat akan menutup file pengolahan dan akan meng-query data
> ketika file pengolahan dibuka kembali. Hal ini akan menjaga isi file
> pengolahan hanya berisi formula pengolahan saja.
> >> Jika yang dimaksud adalah file database, maka kurang tepat jika ada
> penghapusan data dengan alasan menghemat memory. Karena pemilik data
> memiliki harta utama adalah Data dan bukan memory. Jadi yang dihemat adalah
> datanya bukan memorynya. Bahkan apapun untuk kebutuhan data, maka momory
> harus tersedia (kok kaya manusia malahan ya.... seperti ditanya harta atau
> nyawa saja... tapi bunyinya memori atau data...)
>
> C. Jadi kalo ada yang refresh file pasti datanya ilang.Padahal untuk study
> analisys kadang kita perlukan data selama setahun.
> >> Sebaiknya, pada sisi databasenya dipelihara terus datanya, tidak perlu
> ada hapus-menghapus. Kan pengambilan datanya juga pakai query.
> >> Jika selama ini menggunakan Excel sebagai penyimpan data, mungkin bisa
> menggunakan produk lain seperti MS Access yang bisa 2 GB. Kalau 2GB kurang
> dan dana belum mencukupi untuk memanfaatkan database engine, bisa gunakan
> textfile dan ms access berisi link to text file. Text file tidak diabatasi
> jumlah recordnya seperti Excel, jadi pengaturan rentang waktu data bisa
> dilakukan dengan mudah.
>
> Mungkin segitu dulu ya... supaya muncul banyak pertanyaan setelah ada
> proses banding dan timbang.
>
> Wassalam,
> Kid.
>
>
>
>
>  2012/10/13 Mardi <[email protected]>
>
>>
>>
>>  Dear Mr Kid,
>> ikutan nimbrung ya...
>> bagaimana cara values,apakah break link itu atau apa ?
>> Saya punya file dari query,karena banyaknya record utk menghemat memory
>> di database file yang telah berlalu 2 bulan didelete.Jadi kalo ada yang
>> refresh file pasti datanya ilang.Padahal untuk study analisys kadang kita
>> perlukan data selama setahun.
>> Mohon pencerahanya
>>
>> mardi
>>
>>
>> On 10/11/2012 09:47 PM, Kid Mr. wrote:
>>
>> 4. data-data histori masih disertai formula (belum di values) padahal
>> nilainya tidak akan berubah lagi.
>>
>>
>>
>>
>
>  
>

Kirim email ke