Menurut saya sih bukan karena gak siap dari segi menerima user, tetapi mereka memang ada rencana tertentu. Bukan juga dari segi investasi, karena investasi teknologi baru justru besar di awalnya. Mereka sengaja, dengan taktik bisnis awalnya baik, akan menarik banyak orang, tanpa mau menambah kapasitas nantinya. Buktinya mereka dengan Percaya Diri melakukan kontrak sampai 1 tahun untuk modem gratis (walaupun sebenarnya tidak gratis). Kalau memang sudah ada kontrak, mereka di posisi yang kuat, sehingga sudah dari awal mereka harus sudah memperhitungkan kapasitas. Bayangkan saja berapa banyak orang kejeblos dengan taktik kontrak yang dibuat. Padahal yang didapat cuma layanan sampah sisa. http://get.live.com/photogallery/overview
[Non-text portions of this message have been removed]
