Membaca tulisan Dwi Widijatmiko pada BOLA edisi berjudul "Akhirnya. Gol Sahih
Pertama", saya seolah membaca sebuah berita yang membonceng sebuah opini
pribadi. Sebagai pembaca tabloid olahraga berskala nasional, saya mengharapkan
adanya tulisan yang objektif, tanpa tendensi dan pretensi yang disisipkan dalam
butir-butir fakta yang ditulis. Jikalau pun penulis ingin beropini, hendaknya
disampaikan dalam bentuk tulisan kolom, dan diberi catatan bahwa itu adalah
opini pribadi penulis. Namun apa yang terlihat dari berita dengan judul di atas
itu sama sekali tidak.
Berikut sebagian kutipannya: "Di semifinal musim sebelumnya, duel pertama juga
berakhir 0-0. Liverpool memenangi laga 2nd leg 1-0, tapi bukan dengan gol yang
sahih. Gol Luis Garcia saat itu cacat karena bola sebetulnya belum seluruhnya
melewati garis gawang Chelsea." Saya benar-benar menyayangkan kalimat terakhir,
karena bahkan UEFA, sebagai otoritas yang lebih berkuasa daripada penulis,
tidak pernah berkomentar apa pun mengenai gol itu. Satu-satunya yang sering
berkomentar negatif mengenai hal itu adalah manajer klub yang "merasa"
dirugikan, Jose Mourinho. Dengan menulis hal itu, penulis seperti ingin
bergabung dengan kubu Mourinho membentuk sebuah opini publik untuk menganggap
bahwa gol Garcia pada saat itu benar-benar tidak sah dan tidak melewati garis
gawang.
Mengutip artikel dari situs www.squarefootball.net, "The tie was settled by a
controversial Luis Garcia goal at Anfield and everyone connected to Chelsea has
always believed the ball never crossed the line (forgetting the fact that if it
wasn't a goal, Petr Cech was a certainty to be red carded).", hanya semua orang
yang mempunyai hubungan (maksudnya mendukung) Chelsea lah yang selalu
menganggap bahwa bola itu tidak melewati garis gawang. Dan anggapan ini
sangatlah tidak populer dan sepihak, karena pihak yang berkepentingan secara
resmi tidak mengeluarkan pernyataan mengenai kontroversi gol tersebut.
Mengingat dalam sejarah panjang persepakbolaaan masih ada gol-gol kontroversial
lain yang keberadaannya mewarnai, bahkan turut menentukan kemenangan suatu tim,
namun hanya dibicarakan dalam diskusi-diskusi internal, maka dari itu kalimat
yang berbentuk penekanan (... karena bola sebetulnya belum melewati garis...)
tidak patut dikemukakan dalam suatu penulisan berita yang berimbang. Pilihan
kata-kata "cacat" dibanding "kontroversial" juga rasanya memperlihatkan emosi
yang agak berlebihan dalam mendandani tulisan tersebut.
Akhir kata, saran saya untuk bung Dwi, sebelum Anda berkomentar demikian
terhadap gol Garcia di semifinal UEFA Champions League 2004/05, lebih baik Anda
terlebih dahulu membuat disertasi mengenai keabsahan gol Hurst di final World
Cup 1966 atau gol pertama Maradona di perempat final World Cup 1986.
-eve-
(Steve Hardi Pratama, mewakili pribadi, bukan organisasi fans klub tertentu)
(setelah menulis surat ini, apakah saya masih punya harapan untuk mendapatkan
hadiah kaos dari BOLA, yang bekerja sama dengan produsen sepatu sepakbola UNO?)
Note:
Beberapa perbandingan berita yang saya dapat dari situs lain:
*)uefa.com (official website, 2005 archieve)
Emotional atmosphere
The emotion that has surrounded Liverpool's progress ever since they were drawn
to face Juventus FC in the quarter-finals was harnessed here tonight in the
most positive way imaginable. Their players seemed to have an extra metre of
pace as they contested every 50-50 ball, while their fans lived up to their
billing as the best in the land.
Significant strike
The winning goal came as early as the fourth minute and summed up the closeness
of this tie, as Luis García's effort needed confirmation from the match
officials before Liverpool's fans could celebrate. For Chelsea, three days
after securing the English league title for only the second time in their
history, this was undoubtedly a disappointment, but José Mourinho's men have
beaten league leaders in Spain and Germany as well as getting past the holders
in their group, and their chance will come again.
(eve: UEFA menganggap gol tersebut "normal", sama seperti gol-gol lainnya pada
kompetisi ini)
*)skysports ("neutral" website, 2007 archieve)
Chelsea and Liverpool have played each other four times in European history,
all in the Champions League. All four meetings took place in 2005. In 2004-05,
Liverpool knocked out Chelsea in the semi-final stage (0-0, 1-0). Both teams
met in the group stage in the following season, drawing 0-0 twice. So, in these
four matches, only one goal has been scored, by Luis Garcia.
(eve: tidak ada catatan khusus mengenai gol)
*)chelseafc.com (2007 archieve)
In a cagey first game, four players were cautioned but only Alonso missed the
second leg. Despite the early controversy of the 'phantom' goal awarded to Luis
Garcia by referee Lubos Michel at Anfield, only Biscan transgressed and no
Liverpool player was suspended for the final (the same went for Milan).
(eve: Gol Garcia disebut sebagai "phantom" goal)
*)chelseafc.com (2007 archieve)
We meet in the Champions League for the third successive season. Liverpool's
controversial goal at Anfield in our semi-final second leg in 2005 is the only
goal in the previous four encounters.
(eve: Gol yang bersangkutan dilabeli "controversial")
[Non-text portions of this message have been removed]