--- smith jacks wrote: Saya rasa yang terpojokkan oleh tulisan bahwa gol Pool 
belum melewati garis gawang cuma wasit dan tim serta penduduk kota Liverpool. 
Bahkan Big Reds Indonesia sebagai penonton periferal tidak perlu terpojokkan. 
Itu kan bukan salah mereka. Kenapa mesti terpojok? Cerdas di sini tentu 
kecerdasan kontekstual. Kecerdasan kan sudah menjadi realitas subyektif yang 
sangat paradigm-bound. Buat saya, yang dimaksud cerdas adalah kemampuan untuk 
mempertanyakan segala sesuatu yang selama ini kerap dianggap sebagai kebenaran 
(ideologi). Maaf saja, buat saya menghabiskan 300 ribu rupiah untuk membeli 
sehelai kaus milan jelas sangat tidak cerdas, tapi menghabiskan 500 ribu untuk 
membeli jas yang akan dipakai untuk akad nikah tetap bisa disebut cerdas. 
Mencerca wartawan yang menulis berita tanpa memahami political economy of media 
jelas "kurang cerdas". Terima Kasih Salam Cerdas AL Sujanto 
-------------------- 
   
  ....duel kecerdasan nih...:) enak juga bacanya, setelah lelah baca flame anti 
MU. periferal, kaum "subyektive", absurd, paradigm bound, dll...udah lama gak 
sekolah dan sibuk tenggelam di rutinitas kerjaan bikin gue mengerutkan kening 
dulu nyoba artiinnya, tetep aja bingung. anyway, good read lah, ayo don rudy 
disambung ya...hehehe... komentar dikit deh, yang bau-bau liverpool nih. kenapa 
cuma fans pool yang di kota liverpool doank yang boleh tersinggung soal 
keabsahan gol luis garcia??? kalo saya ya, saya gak merasa sebagai fans pool 
yang periferal, in fact, saya merasa satu kok dengan fans yang di liverpool 
sana. walau cuma bisa ngimpi nonton di anfield, tetep aja saya merasa saya fans 
non periferal. sy ikut jingkrak2 kemarin pool maju ke final UCL, masa' kayak 
gitu periferal...btw, periferal itu pinggiran khan ya?? hehehehe.....jadi boleh 
donk saya, ucok di toba sana, atau vivi sumanti di bandung sana, atau eduardus 
di flores sana yang merasa fans pool merasa "sebel"
 kalo si mourinho atau orang lain yg selalu ngutak ngutik gol luis garcia. 
   
  terus soal cerdas, don rudy bilang kalo cerdas dia udah dapet nobel. tipikal 
rudy nih, harus ada award-nya atau tropinya baru jadi cerdas atau top. mas 
sujanto bilang cerdas berarti mampu mempertanyakan sesuatu yang dianggap bener. 
jadi arti cerdas harus bersifat konflik ya...mempertanyakan sebuah dogma?? apa 
bener begitu?? menjalankan sesuatu yang dianggap benar dengan baik dan sempurna 
apakah bukan kecerdasan tersendiri?? kenapa anda yakin membeli baju pengantin 
500 ribu lebih cerdas dari membeli kaos senilai 300 ribu??? yakin ini cerdas??. 
baju pengantin cuma dipake sekali lho mas, sementara kaos bisa bertahun-tahun 
sampe bulukan. imho, saya mending sewa jas pengantinnya paling cuma seratus 
ribu, 400 ribu sisa buat beli kaos liverpool, yang abal-abal mungkin dapet 2-3 
potong. cerdas mana???
   
  peace......
   
  -omar- 


"England's most decorated club has another trophy" Martin Tyler, FA Cup Final, 
13 May 2006
       
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke