On 5/6/07, smith jacks <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Apa yang diungkapkan Galliani adalah ungkapan pedagang. Itu makanya saya
> mengatakan fenomena itu sebagai eksploitasi identitas ilusif. Seluruh dunia
> coba diyakinkan bahwa mereka bagian dari Milan. Itu kan salah satu stategi
> marketing communication. Jika saya melihatnya dari perspektif teori kritis,
> apa yang dilakukan Galliani merupakan hegemoni identitas, baik secara
> kultural maupun sosial. Dan yang dihegemoni tidak menganggap itu sebagfai
> satu hal yang salah, melainkan satu kewajaran.
>








[rudy]
Ada satu hal penting yang harus kita garis bawahi terhadap klub-klub Italia.
Dari mulai Silvio Berlusconi dengan Milan-nya, Moratti dengan Inter-nya,
keluarga Della Valle dengan Fiorentina-nya dan keluarga Agnelli dengan
Juventus-nya. Mereka tidak pernah berharap uang dari klub-klub mereka,
Berlusconi membeli Milan sebagai alat untuk menaikkan popularitasnya di
Italia karena dia terjun ke dunia politik bersama kendaraan politiknya FORZA
ITALIA. Berlusconi adalah tifoso no. 1 Milan, kecintaanya kepada Milan tidak
perlu dipertanyakan lagi...jadi tidak mungkin dia akan mengeksploitasi
tifosi Milan. Uang yang didapatkan Milan, akan kembali untuk membangun
Milan.

Della Valle dan Moratti, tidak perlu saya jelaskan panjang lebar...begitu
juga dengan keluarga Agnelli. Kontribusi mereka terhadap Sepakbola Italia
sangat besar.

Saya bisa menunjukkan satu contoh saja tentang "totalitas" milyarder italia
untuk mendukung klub-nya. Pasti anda masih ingat keluarga Tanzi, pemilik
group Parmalat. Parmalat memiliki bisnis besar di amerika latin dan
mensponsori beberapa klub di sana...dan sukses. Tapi ada satu ganjalan dari
keluarga Tanzi yaitu melihat klub dari "kampung halamannya" hanya bergelut
di Serie C. Akhirnya mereka mengakuisisi Parma yang kemudian bisa naik ke
Serie A dan mengngkat bendera Parma berkibar bukan hanya di Italia tapi juga
di Eropa dengan menjuarai Piala Uefa 2x dll, walaupun harapannya untuk
melihat Parma meraih Scudetto tidak pernah terwujud. Tapi sangat naif kalau
anda sampai meragukan orang2 seperti keluarga Tanzi dalam kapasitasnya
sebagai milyarder yang punya niat baik ikut membangun Sepakbola Italia.

Kembali ke pernyataan Galliani, dia memberikan definisi itu untuk
menggambarkan sosok pelatih ketika ada isu Ancelotti akan diganti. Dia
ditanya wartawan, kira2 siapa yang paling pantas untuk menggantikan
Ancelotti...dia jawab yang akan menggantikan Ancelotti sebaiknya berasal
dari keluarga besar Milan sendiri. Kemudian dia ditanya apa maksudnya
keluarga besar Milan, muncullah definisi itu. Jadi, menurut saya tidak ada
hubungannya dengan pemasaran Milan.

Di Inggris, prestasi untuk uang...
Di Italia, uang untuk prestasi...
>> Walaupun kalau dilihat sekilas terlihat sama, 2 hal itu yang mereka buru
seiap musim. Tapi, saya bisa melihat dengan jelas perbedaannya.
[/rudy]

-- 
Cavaliere
AC Milan atau tidak sama sekal!
FORZA INDONESIA >> Tak pernah berhenti berharap Indonesia bisa tampil di
Piala Dunia.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke