Jelang Getafe v Barcelona
www.zonabola.com - Kamis, 10 Mei 2007, 05:40
Misi yang Sulit 

Sejak berdiri pada 1983 lalu, Getafe belum pernah
menikmati trofi juara. Asa mulai tumbuh setelah mereka
memastikan tiket babak semifinal Copa del Rey. Sayang,
pada babak empat besar, anak asuh Bernd Schuster itu
harus bentrok lawan raksasa Spanyol, Barcelona.
Hasilnya? Pada leg pertama di Nou Camp 18 April lalu,
Getafe harus dibantai 2-5.

Untuk bisa lolos ke final dan berjuang merebut trofi
pertama sejak 1983, Getafe minimal harus menang dengan
skor 3-0 pada leg kedua di Coliseum Alfonso Perez dini
hari nanti. Perjuangan yang sangat berat. Pasalnya,
sejak kekalahan 0-3 dari Sevilla di Piala Super Eropa
pada 25 Agustus lalu, hingga kini belum ada tim yang
bisa menang tiga gol tanpa balas atas Barca.

Meski misi menang telak sangat sulit, Getafenses tetap
yakin tim kesayangannya bisa lolos. Menurut forum fans
Getafe di situs resmi, mereka bisa menang karena 103
alasan. Salah satunya, lini pertahanan Barca yang
dikawal Carles Puyol dan Lilian Thuram sering
meninggalkan celah. Sebelumnya, Getafe telah
menyingkirkan Valencia dan Osasuna. Berkaca dari hasil
laga tersebut, ada peluang untuk menjadikan Barca
sebagai tim ketiga.

"Selain itu, Barca sudah sering juara, sementara
Getafe menginginkan trofi pertamanya," demikian
komentar salah seorang Getafenses dalam forum diskusi
antarsuporter yang dirilis As. Schuster sendiri, di
awal musim telah mematok target berlaga di pentas
Piala UEFA musim depan. Selain berjuang lewat Liga
Primera, mereka juga ingin meraihnya lewat sukses
menjuarai pentas Copa del Rey.

"Saat ini, kami semua harus bisa menghentikan Messi.
Dia tak boleh menari-nari dan mempermalukan kami. Kami
sudah mempelajari cara untuk menghentikannya," papar
Schuster. Pada pertemuan pertama lalu, dari lima gol
yang dilesakkan Barca, gol Messi paling menampar kubu
Getafe.

Dari titik tengah lapangan, Messi meliuk-liuk melewati
empat pemain Getafe sebelum menceploskan bola ke mulut
gawang. Schuster berharap Messi tak lagi
mempertontonkan sirkus indah di depan pendukung
Getafe. "Lupakan gol itu. Besok (dini hari nanti) kami
harus yakin bisa menghentikannya. Kami akan bermain
lebih agresif,"tandasnya.

Bagaimana Barcelona? Meski Copa del Rey merupakan
target gelar yang ingin diraih pasukan Frank Rijkaard,
namun fokus tim Catalan ini tetap pada laga akhir
pekan lawan Real Betis di Liga Primera. Nah, dengan
modal kemenangan 5-2 pada leg pertama, Rijkaard pun
punya alasan untuk menyimpan tenaga sejumlah pilarnya
seperti Victor Valdes, Ronaldinho, dan Samuel Eto’o.

Para pemain yang selama ini duduk di bangku cadangan,
menyambut positif kebijakan Rijkaard yang memberi
mereka kepercayaan pada leg penentuan ini. "Jelas,
laga ini sangat penting. Jika kami bisa lolos ke
final, ini akan menjadi partai paling bersejarah dalam
perjalanan karirku," kata Albert Jorquera, kiper kedua
Barca yang menjadi langganan tampil di Copa del Rey.
"Saya sangat berambisi tampil di final. Kami telah
leading, tapi bukan berarti laga ini bakal mudah,"
ujarnya.

Perkiraan Pemain

GETAFE (4-4-2): 13-Abbondanzieri (g); 2-Contra,
4-Belenguer, 20-Alexis, 3-Paredes; 7-Mario Cotelo,
6-Celestini, 22-Casquero, 16-Albin; 9-Maris, 19-Guiza.
Pelatih: Bernd Schuster
Cadangan: 1-Luis, 23-Tena, 18-Redondo, 15-Nacho,
8-Dorado, 17-Pachon, 14-Del Moral.

BARCELONA (4-3-3): 25-Jorquera (g); 23-Oleguer,
21-Thuram, 5-Puyol, 16-Sylvinho; 24-Iniesta,
15-Edmilson, 6-Xavi; 8-Giuly, 22-Saviola, 19-Messi
Pelatih: Frank Rijkaard
Cadangan: 1-Valdes; 11-Zambrotta, 12-Gio,
10-Ronaldinho, 9-Eto’o, 7-Gudjohnsen. 18-Ezquerro.

FACTS AND FIGURES
1. Sejak promosi pada musim panas 2004 lalu, Getafe
belum pernah menang setiap bertemu Barcelona.
2. Jika lolos ke final, itu akan menjadi final pertama
buat Barcelona sejak 1998. Bagi Getafe, jika lolos ke
final itu akan menjadi final pertama sejak klub ini
berdiri pada 1983.
3. Getafe merupakan tim yang paling minim kebobolan di
Liga Primera (24 gol). Tapi, di ajang Copa del Rey,
Getafe merupakan tim yang paling banyak kebobolan dari
semifinalis lain. Hingga semifinal, gawang Getafe
telah kebobolan 10 gol. Lima gol di antaranya tercipta
ketika Getafe dikalahkan Barcelona 2-5.

Head to Head (4 Laga Terakhir):
18-04-2007 Barcelona v Getafe 5-2 (Copa del Rey)
07-01-2007 Getafe v Barcelona 1-1 (Liga Primera)
21-03-2006 Barcelona v Getafe 3-1 (Liga Primera)
06-11-2005 Getafe v Barcelona 1-3 (Liga Primera)
  
Penulis: [IP]
 
Jelang Tottenham v Blackburn
www.zonabola.com - Kamis, 10 Mei 2007, 05:23
Mari Menuju Eropa 

Musim ini, langkah Tottenham Hotspur di Piala UEFA
terhenti pada babak perempat final. Adalah juara
bertahan Sevilla yang memupus ambisi pasukan Martin
Jol itu untuk mengakhiri puasa trofi juara sejak 1999.
Trofi terakhir yang mampir ke rak Spurs adalah Carling
Cup.

Tapi, musim depan, klub yang bermarkas di London ini
berpeluang besar kembali berlaga di Piala UEFA. Sebab,
saat ini Ledley King dkk bertengger di posisi keenam
klasemen sementara dengan 56 angka dan masih punya dua
laga sisa. Spurs terpaut dua angka dari Reading yang
berada di posisi kedelapan dan tinggal punya sisa satu
pertandingan.

Tiket Piala UEFA dari jalur Premier League hanya
diberikan kepada penghuni posisi kelima sampai
ketujuh. Artinya, kalau bisa menang dari Rovers di
laga yang bakal ditayangkan Trans 7 mulai pukul 02.00
WIB dini hari nanti, Spurs sudah pasti bakal bermain
lagi di ajang kelas dua Eropa tersebut.

Dengan bekal dua kemenangan beruntun dan total tak
terkalahkan pada enam penampilan terakhir di Premier
League, kans Spurs untuk merebut angka penuh dini hari
nanti. Semua pilar mereka juga tak ada yang dibekap
cedera.

Senjata mereka di lini depan juga sangat menggetarkan
karena ada Dimitar Berbatov disana. Striker asal
Bulgaria itu telah mengoleksi 22 gol, 11 di antaranya
di Premier League. Di luar dia, Spurs juga masih punya
Robbie Keane dan Jermaine Defoe yang berperan besar
dalam dua kemenangan terakhir Spurs atas Newcastle
United dan Charlton.

Namun, tetap saja ada satu hal yang sangat
dikhawatirkan Jol, yakni faktor kebugaran. Maklum,
demi kepentingan siaran langsung televisi, para
punggawa Spurs harus tampil tiga kali dalam enam hari.
Penampilan terakhir Spurs adalah saat menundukkan
Charlton, Selasa dini hari kemarin. Dan Minggu (13/5)
ini, Spurs harus turun ke lapangan lagi meladeni
Manchester City.

"Keuntungan bagi mereka (rival-rival Spurs ke
antarklub Eropa, Red) adalah cuma bermian satu atau
dua laga dalam tujuh hari. Sebaliknya kami harus
memainkan tiga partai dalam enam hari," kata Jol
sebagaimana dilansir Sky Sports.

Salah satu dari rival yang dimaksud Jol adalah
Blackburn. Meski terdampar di posisi ke-10 dengan 50
angka, pasukan Mark Hughes itu masih berpeluang ke
Eropa asal bisa memenangi dua laga sisa dan mengharap
tiga klub yang berada di zona Piala UEFA terpeleset.

"Tiket Eropa masih tetap menjadi fokus utama kami saat
ini. Semua bisa terjadi di sepak bola," kata Hughes,
seperti dilansir BBC.

Dalam enam pertemuan terakhir di kancah Premier
League, Rovers tak pernah menang dari Spurs. Spurs
menang tiga kali kali dan sisanya seri. Kemenangan
terakhir Rovers dipetik pada 29 November 2003. Saat
itu, di kandang sendiri, Rovers menang tipis 1-0.

Prakiraan Pemain
TOTTENHAM (4-4-2) 1-Robinson (g); 2-Chimbonda, 26-L.
King, 20-Dawson, 33-Rocha; 25-Lennon, 8-Jenas,
4-Zokora, 15-Malbranque; 9-Berbatov, 10-Keane
Cadangan: 12-Cerny, 29-Ifil, 22-Huddlestone, 14-Ghaly,
18-Defoe.
Pelatih: Martin Jol

BLACKBURN (4-4-2) 1-Friedel; 21-Samba, 6-Nelsen,
15-Mokoena, 22-Warnock; 7-Emerton, 5-Tugay,
11-Bentley, 12-Gamst Pedersen; 10-McCarthy, 30-J.
Roberts Cadangan: 23-J. Brown, 16-Henchoz,
18-Gallagher, 9-Nonda, 27-Derbyshire.
Pelatih: Mark Hughes

Hasil lima pertemuan terakhir (Premier League) :
19/11/2006 : Blackburn Rovers v Tottenham Hotspur :
1-1
05/03/2006 : Tottenham Hotspur v Blackburn Rovers :
3-2
24/08/2005 : Blackburn Rovers v Tottenham Hotspur :
0-0
15/05/2005 : Tottenham Hotspur v Blackburn Rovers :
0-0
04/12/2004 : Blackburn Rovers v Tottenham Hotspur :
0-1

Facts and Fogures :
1. Dalam enam pertemuan terakhir, Blakburn Rovers
tidak pernah menang dari Tottenham Hotspur (tiga kali
kalah, tiga kali seri)
2. Sejak kalah telak 0-4 dari Manchester United 4
Februari lalu, Tottenham Hotspur tidak terkalahkan di
empat laga kandang terakhirnya ( 3 kali menang dan
sekali seri)
3. Musim ini, Blackburn Rovers mencatat enam kali
kemenangan di laga away. Sedangkan Spurs lima kali
4. Dimitar Berbatov menjadi top scorer sementara Spurs
dengan 22 gol (11 di Premier League). Jumlah gol sama
juga dicetak striker Rovers Benni McCArthy (16 gol di
Premier League).

Kondisi tim
Tottenham Hotspur
Dua kemenangan di dua laga terakhir (keduanya di
kandang lawan) telah menaikkan kepercayaan diri para
pemain. Ambisi untuk kembali berlaga di kancah Eropa
musim depan juga menjadi spirit tersendiri bagi Ledley
King dkk.

Blackburn Rovers
Waktu recovery yang lebih lama membuat para pemain
Rovers sangat siap untuk mengakhiri rekor tak pernah
menang dari Spurs yang bertahan di enam pertemuan
terakhir. Tak terkalahkan di empat laga terakhir (3
kali menang dan sekali seri) juga membuat skuad Rovers
tambah percaya diri.
  
Penulis: [IP]
 
Copa del rey
www.zonabola.com - Kamis, 10 Mei 2007, 05:17
Tekuk Deportivo, Sevila Melaju ke Final 

Sevilla mulus maju ke final Copa del rey setelah di
leg kedua menang 2-0 atas Deportivo La Coruna. Hasil
ini ini membuat Sevilla unggul agregat 5-0.

Skuad besutan Juande Ramos ini sudah menjejakan satu
kakinya di final setelah di leg pertama memetik
kemenangan telak 3-0. Sevilla akhirnya memastikan
langkahnya ke final di depan pendukungnya di Estadio
Ramon Sanchez Pizjuan, Kamis (10/5/2007) dinhari WIB.

Kemenangan Sevilla memang hanya menunggu waktu saja
saat menjamu Deportivo La Coruna. Saat pertandingan
baru berjalan tiga menit gawang Deportivo sudah
berhasil dibobol oleh gelandang asal Portugal Duda
lewat tendangan bebasnya yang cantik.

Meskipun tidak diperkuat beberapa pemain bintangnya
namun Sevilla tetap mampu mendominasi jalannya
pertandingan. Namun Deportivo juga mampu mengancam
gawang Sevilla lewat tendangan bebas Cristian Hidalgo
namun masih terbentung mistar gawang.

Sevilla akhirnya unggul 2-0. Gol tersebut disumbangkan
oleh Ernesto Chevanton lewat di menit ke-33 Sementara
Deportivo sempat memberikan perlawanan sengit namun
hingga akhir pertandingan skor 2-0 bagi Sevilla tetap
tidak berubah.

Bagi Sevilla langkahnya ke final membuka peluang bagi
mereka untuk meraih beberapa gelar di musim ini. Pekan
depan Sevilla akan bertemu Espanyol di final Piala
UEFA dan mereka juga berada di posisi ketiga klasemen
La Liga dan masih berpeluang meraih gelar.

Sevilla kemungkinan besar akan menghadapi Barcelona di
final di Santiago Barnabeu pada 23 Juni nanti.
Pimpinan klasemen La Liga ini memang berpeluang besar
lolos ke final setelah di leg pertama unggul 5-2 dari
Getafe dan besok baru akan bermain di leg kedua.   
Penulis: [DT]
 
Zona Inggris
www.zonabola.com - Kamis, 10 Mei 2007, 04:57
United Imbangi Chelsea 0-0 

Chelsea dan Manchester United menampilkan permainan
menjemukan. Praktis, kedua tim harus puas bermain
imbang 0-0 pada lanjutan Premiership pekan ke-37,
Kamus (9/5/2007) dini hari WIB.

Pelatih Jose Mourinho membuktikan ucapannya untuk
menyambut kedatangan Setan Merah dengan membentuk
pagar betis disertai standing ovation dari pendukung
tuan rumah.  

Bermain di Stamford Bridge kedua tim menurunkan skuad
lapis keduanya. Namun, tempo permainan tetap tinggi.

The Blues sendiri tidak diperkuat oleh Frank Lampard,
Didier Drogba dan Peter Cech. Sementara United juga
tidak menurunkan Cristiano Ronaldo, Ryan Gigs dan Paul
Scholes. Akan tetapi, United justru menurunkan pemain
debutan asal China Dong Fangzhou

Pada babak pertama kedua tim hanya berkutat di
lapangan tengah, praktis tidak ada peluang emas yang
diperoleh Chelsea maupun United.

Peluang terbaik di miliki kubu Chelsea melalui Shaun
Wright Phillips di menit ke-7. Sayang, tendangan SWP
masih mampu dihalau kiper United yang dikawal Tomasz
Kuszcak.

United juga sempat memiliki peluang untuk membuat gol
melalui Gabriel Heinze. Namun, pemain asal Argentina
itu gagal memanfaatkannya untuk menjadi gol setelah
tendangannya masih menyamping dari gawang Chelsea yang
dijaga Carlo Cudicini. Praktis, hingga pertandingan
usai skor tetap tidak berubah 0-0.  

Memasuki babak kedua Chelsea kembali menekan
pertahanan United secara bertubi-tubi. Terbukti,
beberapa peluang pun tercipta melalui SWP, Ben Sahar
yang masuk pada menit ke-55 menggantikan Scott
Sinclair. Sayang, peluang itu gagal membuahkan gol
berkat penampilan kiper United asal Polandia tersebut.

United sendiri juga mencoba melakukan perubahan dengan
memasukan Wayne Rooney menggantikan Dong. Namun
lagi-lagi, usaha ini juga tidak membuahkan hasil..

Dengan hasil ini memang tidak berarti apa-apa untuk
kedua tim. United yang sudah resmi manjadi kampiun
musim ini mengoleksi 88 poin dari 37 pertandingan.
Sedangkan Chelsea masih duduk di posisi ke dua dengan
perolehan 81 poin.

Chelsea kembali akan bersua dengan United di Final FA
cup yang akan berlangsung di Stadion Wembley 19 Mei
mendatang.

Formasi Tim :

Chelsea : Cudicini; Terry, Essien, Boulahrouz, Paulo
Ferreira; Diarra, Makelele, Cole (Obi Mikel); Shaun
Wright-Phillips, Kalou, Sinclair (Ben Sahar)

Manchester United : Kuszczak, Lee, Brown, O'Shea,
Heinze (Carrick), Eagles, Smith, Fletcher, Richardson,
Solskjaer, Dong (Rooney)      
  
Penulis: [OZ]
 
Coppa Italia
www.zonabola.com - Kamis, 10 Mei 2007, 03:04
Roma Pecundangi Inter 6-2 

Roma sudah menempelkan satu tangannya pada tropi Coppa
Italia setelah menekuk Inter Milan 6-2. Sementara dua
gol Hernan Crespo menjadi harapan Inter di leg kedua.

Delapan gol yang tercipta di stadion Olimpico, Kamis
(10/5/2007) dinihari WIB sangat mengejutkan. Apalagi
kemenangan itu diraih Roma yang cenderung jadi
underdog ketimbang Inter, yang telah memastikan gelar
Scudetto musim ini.

Namun kemenangan di leg petama ini membuktikan ucapan
pelatih Luciano Spalletti yang berjanji merebut gelar
Coppa Italia bagi Roma. Sejak peluit kick off
dibunyikan, Roma langsung mengancam gawang Inter
Milan.

I Giallorrosi hanya butuh waktu 90 detik guna
mengusung gol pertama. Gol tersebut dipersembahkan
sang kapten Francecso Totti setelah melewati pemain
belakang Inter dan menjebol gawang dari jarak tujuh
meter.

Kejutan belum berakhir. Saat pertandingan baru
berjalan enam menit gol kembali bersarang di gawang
Francesco Toldo. Kali ini berawal dari sepak pojok
David Pizarro yang diteruskan Philippe Mexes dan
diselesaikan oleh Daniele De Rossi.

Tuan rumah masih bernafsu menggempur pertahanan Inter.
Pada menit ke-16, Roma sudah berhasil unggul 3-0.
Cristian Chivu menusuk dari sayap kiri dan melepas
umpan ke depan gawang dan disambut dengan baik oleh
Simone Perrotta.

Inter sebagai juara Seri A tak ingin kehilangan muka.
Serangan mulai dibangun skuad besutan Roberto Mancini.
Hasilnya, Crespo memperkecil kedudukan menjadi 1-3
memanfaatkan kesalahan Pizarro dalam melakukan
backpass.

Meski demikian Roma belum menurunkan serangannya.
Giliran Amantino Mancini menjebol gawang Toldo
setrelah berhasil memanfaatkan bola liar di menit
ke-31. Skor 4-1 bagi Roma ini bertahan hingga turun
minum.

Di babak kedua Mancini memasukkan Patrick Vieira untuk
menggantikan Luis Figo. Namun usaha tersebut tidak
terlalu berpengaruh bagi serangan Inter, justru Roma
yang berhasil menambah satu gol lagi lewat sundulan
Christian Panucci.

Inter sedikit bernapas lega setelah Crespo mencetak
gol keduanya di menit ke-56. Menjelang akhir
pertandingan Panucci mencetak satu gol lagi dan
membuat Roma semakin menjauh dari Inter yaitu 6-2.

Kemenangan telak 6-2 tersebut membuat peluang Roma
merebut Coppa Italia sudah di depan mata. Namun Roma
masih harus mempertahankan keunggulan mereka di final
kedua dengan bertandang ke Giuseppe Meazza pada 17 Mei
mendatang.   
Penulis: [DT]

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke