Wah turut bersimpati, seharusnya tidak segampang itu. (Eh kisahmu kok mirip temanku sih? temanku lebih parah, dia udah dapat draft gambar sampul segala). Aku menduga ada sesuatu yang terjadi di penerbit tersebut, seperti misalnya, masalah keuangan. Itu dugaanku saja ya. Moga-moga kamu tetap semangat.
On 4/16/07, kalongking01 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Sekedar curhat aja.... Suatu hari di th 2006, aku kirim naskah ke salah satu penerbit besar di Bandung (PC). SEtelah menunggu selama 7 - 8 bulan (Aku lupa saking lamanya)Tiba-tiba dari pihak penerbit ngubungin aku, kalo naskahku diterima dan aku harus nambahin halaman. Aku setuju. Halamanpun aku tambahin. Beberapa bulan kemudian, aku dihubungi lagi, untuk me-revisi naskah. Oke, aku setuju. Dan akhirnya naskah final. Surat perjanjian kontrakpun aku tandatangani. Selanjutnya aku tinggal nunggu kabar. Tapi sungguh sangat diluar dugaan (Soalnya baru kali ini aku ngalamin). Tiba-tiba seseorang menelponku (Sekretaris?) ngabarin, kalo naskahku tidak jadi terbit. WHAT? Sumpah aku kaget banget. Sama sekali nggak nyangka, akan dapet kabar seburuk ini. Yang menjadi pertanyaanku... Sebegitu gampangkah, penerbit ngebatalin kontrak dengan penulis?
