Hm... ya, mungkin ini pengalaman pait pertama yang gue alamin selama gue terjun 
bebas jadi penulis. Dan sebagai penulis emang gue harus bisa nerima. Gue nggak 
bisa bayangin,  seandainya yang ngalamin begini, adalah penulis-penulis pemula. 
Pasti mereka langsung Down berat (Pernah terpikirkah penerbit, akan hal ini?)
   
  Buat Luna: Congrat ya... buku barunya. Kamu tersenyum aku menangis, hik hik 
hik....(apaan  coba....)
  Soal gugatan hukum, emang kayaknya ribet Lun. Mungkin ini kelemahan para 
penulis di Indonesia ya, nggak punya perlindungan apapun, kalo di perlakukan 
nggak enak sama penerbit.
   
  Niken Terate: Tengkyu dan sukses juga ya.
   
  Ephi... : Soal pemutusan kontrak yang mendadak seperti ini, kayaknya nggak 
ada di perjanjian kontrak deh. Ato gue yang nggak teliti ya?  
   
  BTW ini pengalaman aja buat cerkiter, supaya kalo nemuin kejadian begini 
nggak kaget lagi. Karena inilah gambaran citra buruk penerbit di Indonesia. So, 
kalo mau terjun jadi penulis, siap-siap mental aja buat ngadepin hal-hal yang 
sebelumnya nggak pernah terpikirkan kayak gini.
   
  Salam dan sukses buat semua.
   
   
  CO  

Ephi Ong <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Waduh, ini gawat juga ya, mungkin memang perusahaannya ada masalah.
Coba dicermati kontraknya, apakah ada pasal yang memuat tentang
pemutusan kontrak?

ephi

Pada tanggal 16/04/07, kalongking01 <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
> Sekedar curhat aja....
>
> Suatu hari di th 2006, aku kirim naskah ke salah satu penerbit besar
> di
> Bandung (PC). SEtelah menunggu selama 7 - 8 bulan (Aku lupa saking
> lamanya)Tiba-tiba dari pihak penerbit ngubungin aku, kalo naskahku
> diterima dan aku harus nambahin halaman. Aku setuju. Halamanpun aku
> tambahin.
>
> Beberapa bulan kemudian, aku dihubungi lagi, untuk me-revisi naskah.
> Oke, aku setuju. Dan akhirnya naskah final.
> Surat perjanjian kontrakpun aku tandatangani. Selanjutnya aku tinggal
> nunggu kabar.
>
> Tapi sungguh sangat diluar dugaan (Soalnya baru kali ini aku
> ngalamin).
> Tiba-tiba seseorang menelponku (Sekretaris?) ngabarin, kalo naskahku
> tidak jadi terbit.
>
> WHAT? Sumpah aku kaget banget. Sama sekali nggak nyangka, akan dapet
> kabar seburuk ini.
>
> Yang menjadi pertanyaanku... Sebegitu gampangkah, penerbit ngebatalin
> kontrak dengan penulis?


         

       
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
 Check outnew cars at Yahoo! Autos.

Kirim email ke