Assalamualaikum...
Teman-teman... terima kasih atas support yang diberikan pada saya.
Semua ini memang berat dan di luar dugaan... tetapi, ini memang nyata... 
dan saya harus bangkit dari kesedihan...
matahari nggak mungkin nunggu saya bangkit dari kesedihan untuk terbit
menyinari bumi...
juga bulan purnama yang nggak mungkin nunda kemunculannya di tanggal
14 komariah gara-gara saya terus larut dalam kesedihan...

Alhamdulillah...
sekarang saya sudah menjalankan akivitas seperti biasa... begitu juga
dengan keluarga saya...
adik pertama saya telah sibuk dengan pekerjaannya, adik kedua saya
baru saja selesai melalui ujian tengah semester di sekolahnya, dan ibu
saya kembali membuka warung sembakonya...
ada sesuatu yang hilang, tentu...
tetapi ada begitu banyak kenangan yang nggak bakalan pernah hilang,
yaitu kenangan bersama ayah saya yang selamanya akan membekas di jagat
ingat...
ayah saya yang baik, ayah saya yang kocak, ayah saya yang dekat dengan
teman-teman saya, ayah saya yang terlihat galak tetapi berhati mulia,
ayah saya yang sederhana dan bersahaja, ayah saya yang pantang
mengeluh, ayah saya yang kini tentram di "rumah barunya". Ayah saya
yang menantikan doa kami, keluarganya, juga orang-orang menyayanginya.

Sekali lagi, terima kasih untuk semuanya....


SeManGat!!!

Sigit Rais


Kirim email ke