Saya pribadi kurang peduli dengan bagaiman Pangeran
Sidharta lahir. Menurut saya, hal itu tidak penting
dalam kehidupan kita. Yang lebih penting adalah
bagaimana kita bisa menjalankan dhamma & vinaya dalam
kehidupan kita sehari2. Menjalankan dhama mulai dari
hal2 yang simple samapi ke hal2 yang besar.

Bukankan dalam sebuah sutta ada perumpaman mengenai
bila seseorang terkena anak panah, dari pada mencari
siapa yang memanah lebih baik langsung mengobati luka
tersebut.

Dan ada juga Kalama Sutta, yg menganjurkan kita untuk
tidak percaya begitu saja terhadap sesuatu.

Biarlah terdapat berbagai macam teori tentang
kelahiran Pangeran Sidharta, yang penting kita tetap
menjalankan sila dan latihan bermeditasi dalam
kehidupan sehari-hari. Saya pikir in lebih bermanfaat,
dari pada berpolemik tentang kelahiran Pangeran
Sidharta.
--- Fery L <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Sepengatahuan Saya cerita kelahiran Siddharta
> Gautama memang seperti yg diceritakan di bawah. Dan
> dari agama Taoisme jg begitu adanya cerita ini.
> Jujur saja Saya semakin bingung tentang cerita
> kelahiran Siddharta ini. Adakah yg bisa membantu
> saya mengatasi kebingungan ini??? O iya, menurut
> cerita yang pernah saya dengar, Siddharta dan orang2
> suci lainnya (seperti Konfusisus) tidaklah lahir
> dari rahim Ratu Maya, tapi dari sisi perutnya.
> Bagaimana menurut saudara2 se-Dharma???
> 
> Jimmy Lominto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:To:
> [email protected]
> From: Jimmy Lominto <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: Tue, 19 Apr 2005 05:07:49 -0700 (PDT)
> Subject: [Dharmajala] Kelahiran Buddha � mitos atau
> manipulasi?
> 
> 
>  
> 
> Kelahiran Buddha � mitos atau manipulasi?
> 
> Oleh Biku Mettanando
> 
> Diterjemahkan oleh Nie Nie Hsu dan diedit oleh Jimmy
> Lominto
> 
> Dipublikasikan pada tanggal 2 Juni 2004
> 
> Catatan-catatan sektarian yang saling bertentangan
> mengenai hari yang ajaib itu membuat sulit untuk
> memisahkan fakta dari fiksi.
> 
>      
> Kebanyakan Buddhis di dunia  akrab dengan mitos
> kelahiran Buddha yang ajaib: Beliau dikatakan
> merupakan putra tunggal Ratu Maya dan Raja
> Suddodhana dari Kapilavatthu. Banyak Buddhis modern
> tidak percaya mitos seputar kelahiran itu, sementara
> beberapa fundamentalis  menelan cerita itu
> mentah-mentah.
> 
> Cerita mengisahkan bahwa Ratu Maya melahirkan
> bayinya ketika sedang berjalan di Taman Lumbini yang
>  terletak antara kota Devadhaha dan Kapilavatthu di
> India. Saat dia sedang mengalami rasa sakit
> melahirkan, sebatang dahan pohon Sala membungkuk ke
> bawah  menyambut tangannya. Dengan tangan kanan
> memegang dahan pohon yang terulur, dia lahirkan
> bayinya dalam posisi berdiri. Bayi bodhisatwa itu
> keluar dari rahimnya, diterima oleh para dewa Brahma
> sebelum berpindah ke tangan dayang-dayang Ratu Maya.
> 
> Lalu keajaiban ini terjadi: bayi itu mengayunkan
> tujuh langkah di tanah dan di setiap langkah,
> mekarlah sekuntum teratai menerima kakinya.
> Akhirnya, pada teratai ketujuh (dalam beberapa
> versi), bayi itu nampak seperti anak kecil dan
> berkata: �Akulah yang terbaik di dunia ini. Ini
> adalah kelahiranku yang terakhir.�  
> 
> Kelahiran Buddha yang ajaib itu telah membuat
> Buddhis bertanya-tanya selama ratusan tahun.
> Sementara beberapa Buddhis merasa puas meyakini
> mitos itu dan tidak berhasrat mencari interpretasi
> lebih jauh, yang lain merasa kisah itu membutuhkan
> interpretasi lebih lanjut.
> 
> Majoritas Buddhis di negara-negara Theravada
> meyakini Buddha dilahirkan, mencapai penerangan, dan
> wafat pada hari yang sama�hari purnama di bulan
> Vesaka, yaitu bulan Mei atau Juni di kalender kita
> yang sekarang. Namun Buddhis dari tradisi Mahayana
> tidak meyakini kepercayaan ini dan tidak merayakan
> hari trisuci Waisak.
> 
> Tipitaka tidak mengatakan apa-apa tentang waktu
> kelahiran dan pencerahan Buddha. Hanya ada satu
> sutra yang menjelaskan Buddha wafat setelah retret
> musim hujan terakhir Beliau (sekitar bulan
> November-Februari). Sebenarnya, legenda yang
> mengatakan Buddha lahir, mencapai pencerahan, dan
> wafat pada hari yang sama dibuat di Sri Lanka
> beberapa waktu setelah agama Buddha menjadi agama
> yang mapan di negara itu. Sementara mitos itu tidak
> mempunyai referensi kanonikal untuk mendukungnya,
> perayaan itu kemudian disebarluaskan ke
> negara-negara Theravada lain di Asia Tenggara dan
> berlanjut hingga ke sekarang. 
> 
> Buddhis modern tidak dapat menerima kelahiran ajaib
> Buddha seperti yang digambarkan dalam kitab suci.
> Orang bertanya-tanya apakah ada penjelasan yang
> masuk akal untuk asal mula kisah ini.
> 
> Apakah itu hanya kabar angin,  versi desas-desus
> yang diturunkan dari mulut ke mulut atau sebuah
> dongeng yang diplot dengan sangat baik untuk
> menginspirasi keyakinan Buddhis? Beberapa pemikir
> telah mengembangkan pendapat yang berbeda mengenai
> keajaiban ini.
> 
> Kajilah dua gambar dalam keajaiban kelahiran Buddha.
> Pertama, bunga teratai. Dan yang kedua, tujuh
> langkah yang dihubungkan dengan perkembangan
> Bodhisatwa. Teratai adalah simbol pencerahan dalam
> mitologi Buddhis dan dibandingkan dengan insan-insan
> tercerahkan atau dalam beberapa kesempatan, tubuh
> dari ajaran Buddhis.
> 
>  Angka tujuh sulit diinterpretasikan karena angka
> ini bisa menunjuk pada banyak kelompok doktrin dalam
> Tipitaka. Contoh, ada tujuh faktor yang kondusif
> untuk mencapai pencerahan (disebut tujuh bojjhanga).
> Dan Buddha mengunjungi tujuh negara di India kuno
> selama misi Beliau. Tapi, belum tentu ada satu pun
> dari �tujuh� ini yang berkaitan dengan proklamasi
> dari bayi bodhisatwa tersebut.
> 
> Namun interpretasi lain yang mungkin adalah tujuh
> langkah tersebut sama sekali tidak ada kaitannya
> dengan doktrin Buddha. Secara historis, Buddha
> bukanlah pemimpin agama terpenting di jaman-Nya. 
> 
> Pada saat Buddha mencapai pencerahan, sudah ada enam
> pemimpin spiritual lainnya; nama mereka sering
> dihubungkan dengan aphorisme dan �Kitab Disiplin
> Monastik�. Jadi, Beliau adalah guru yang ke tujuh,
> seperti yang dinyatakan dalam Tipitaka. Barangkali
> inilah interpretasi yang paling sesuai untuk tujuh
> langkah tersebut. Menaruh gambar-gambar itu bersama
> ke dalam keajaiban kelahiran Buddha, dapat kita
> lihat hubungan antara bodhisatwa dan guru-guru lain
> yang merupakan rekan sejaman-Nya. Mitos itu
> menghantarkan pesan yang jelas kepada rakyat India
> tentang siapakah Buddha saat dibandingkan dengan
> orang-orang di dunia dan keenam guru tersebut;
> Buddha adalah manusia terunggul di Bumi dan telah
> melampaui ajaran enam pemimpin spiritual lain yang
> sejaman dengan Beliau.
> 
> Kemungkinan besar, mitos itu muncul dalam komunitas
> Buddhis tak lama setelah Buddha wafat. Mitos itu
> berfungsi sebagai propaganda untuk ajaran Buddha
> dalam hubungannya dengan enam aliran petapa yang
> eksis di India 2,500 tahun silam. Hanya satu dari
> mereka yang bertahan hingga ke masa modern, yaitu
> Jainisme.
> 
> Apakah yang sesungguhnya terjadi pada saat kelahiran
> bayi bodhisatwa?  Sederhana saja: Ia dilahirkan
> secara normal seperti bayi-bayi lain pada jamannya.
> Kesimpulannya, tidak ada alasan-alasan yang cukup
> kuat untuk menerima mitos ini secara harafiah.
> 
> Biku Mettanando adalah seorang Biku Thai dan mantan
> dokter. Beliau belajar di universitas Chulalongkorn,
> Oxford, Harvard dan menerima gelar PhD dari Hamburg.
> Beliau juga adalah penasihat khusus urusan Buddhis
> untuk Sekretaris Jendral Konferensi Agama Dunia
> untuk Perdamaian. 
> 
> 
> 
> ---------------------------------
> Do you Yahoo!?
> Make Yahoo! your home page 
> 
> Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT
> INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya. 
> 
> Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang
> menakjubkan;
> tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
> serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih
> yang kokoh.
> Kami mengikuti jalur perhatian penuh, 
> latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
> agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
> sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan
> kematian.
> Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta
> kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian
> terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, 
> membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat,
> membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk
> menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang
> tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami.
> 
> 
> 
> Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT
> Children InternationalWould you give Hope to a Child
> in need? �Click Here to meet a Girl
> And Give Her Hope�Click Here to meet a Boy
> And Change His Life Learn More
> 
> ---------------------------------
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
=== message truncated ===


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Would you Help a Child in need?
It is easier than you think.
Click Here to meet a Child you can help.
http://us.click.yahoo.com/0Z9NuA/I_qJAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya. 

Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh, 
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, 
menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa 
akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan 
tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta 
sahabat-sahabat kami.
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke